Pemanfaatan Silase Bonggol Jagung Untuk Tingkatkan Bobot Ternak Sapi Potong

0

Unsurtani.com Pemanfaatan Silase Bonggol Jagung Untuk Tingkatkan Bobot Ternak Sapi Potong. Peternak Sapi di Indonesia sudah banyak yang memanfaatkan silase bonggol jagung sebagai pakan ternak, namun masih ada yang belum mengetahui bagaimana cara membuat silase tongkol jagung tersebut.

Selama ini, pemanfaatan bonggol jagung untuk pakai ternak dipandang sebelah mata. Mereka beranggapan kualitas pakan yang dihasilkan relatif masih rendah sama seperti pada limbah pertanian lainnya.

Berdasarkan uji kandungan gizinya, bonggol jagung memiliki kadar protein yang rendah (2,94) dengan kadar lignin (5,2%). Namun kandungan cellulose cukup tinggi (30%) dan kecernaan ± 40%. Bonggol jagung yang sudah digiling halus biasanya digunakan sebagai campuran ransum sapi potong dengan komposisi sebesar 10% dari susunan ransum.

Tak hanya itu saja, bonggol jagung juga sangat mudah terkontaminasi oleh kapang aspergilus flavus yang memiliki senyawa beracun, sehingga perlu dicari metode pengawetan yang tepat agar dapat disimpan untuk jangka waktu lama sebagai persediaan pakan saat rumput sulit diperoleh, terutama ketika musim kemarau.

Silase merupakan salah satu cara pengawetan yang tepat untuk diterapkan. Silase adalah pakan yang telah diawetkan agar mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama. Biasanya silase dibuat dari bahan baku berupa tanaman hijau-hijauan, limbah pertanian, maupun bahan pakan alami lainya, yang memiliki jumlah kandungan air pada tingkat tertentu kemudian di masukan dalam sebuah tempat kedap udara selama kurang lebih 3 minggu.

Di dalam tempat kedap udara tersebut akan terjadi beberapa tahap proses anaerob (proses tanpa udara/oksigen), dimana bakteri asam laktat akan mengkonsumsi zat gula yang terkandung pada bahan baku, sehingga terjadilah proses fermentasi. Silase yang terbentuk dari proses fermentasi ini dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahan bakun tersebut.

Metode ini sudah lama dikembangkan terutama sebagai bahan pakan dari tanaman yang mengandung kadar air yang tinggi yang di mana tidak memungkinkan untuk dikeringkan (seperti rumput dan hijau-hijauan lainnya) atau tanaman yang mudah rusak kualitasnya ketika dibiarkan mengering (seperti jagung dan sorghum).

Proses pembuatan silase dari bonggol jagung sendiri pertama-tama dengan menggiling/cacah tongkol jagung menjadi halus untuk meningkatkan tingkat kecernaan pakan. Kemudian tongkol jagung yang sudah dihaluskan lalu difermentasi secara aerob dengan menambahkan larutan stater (Tricoderma). Proses fermentasi berlangsung kurang lebih selama 3 hari dan selanjutnya bonggol jagung fermentasi sudah dapat diberikan kepada hewan ternak.

Pemberian silase bonggol jagung yang dikombinasikan dengan konsentrat mampu meningkatkan bobot sapi potong dari 230 menjadi 325 kg, dengan pertambahan bobot badan harian sebesar 0,88 kg/hari/ekor. Untuk sapi potong yang diberi pakan sesuai dengan kebiasaan peternak setempat, bobot badan meningkat dari 215,5 kg menjadi 273,4 kg atau memiliki penambahan bobot badan harian 0,5 kg/ekor/hari.

Referensi:
Balai Penelitian Tanaman Serealia (balitsereal.litbang.pertanian.go.id)

Loading...