Resep Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri

0

Kali ini saya akan berbagi resep membuat nutrisi hidroponik yang dapat Anda buat sendiri dirumah. Proses membuat nutrisi hidroponik ini sangat mudah, semua bahan-bahan sudah banyak dijual di toko-toko pertania.

Jika Anda sudah tahu tentang unsur-unsur apa saja yang dibutuhkan oleh tanaman hidroponik, Anda bisa memulai untuk bereksplorasi sendiri dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Jika Anda belum mengetahui unsur pokok tanaman, maka simak Nutrisi Tanaman Hidroponik Yang Wajib Diberikan Ke Tanaman.

Disini saya akan berikan 2 resep pembuatan nutrisi hidroponik, apa saja? berikut ulasannya:

Resep Nutrisi Hidroponik I

Bahan dan Alat

Untuk membuat 10 liter larutan hidroponik, maka yang anda butuhkan yaitu:

  • Timbangan
  • Alat pengaduk
  • 1 Ember minimal berkapasitas 10 liter
  • 3 gelas plastik bekas air mineral kemasan
  • Pupuk NPK 16-16-16 atau pupuk NPK Mutiara sebanyak 10 gm (1 sendok makan).
  • Pupuk KCL sebanyak 10 gr (sekitar 1 sendok makan)
  • Pupuk Gandasil D sebanyak 5 gr (1/2 sendok makan), atau anda bisa memakai Growmore hijau 1/2 sendok makan
  • Air sumur atau air sungai sebanyak 10 liter. Bisa juga pakai air PDAM, namun harus diendapkan dulu selama kurang lebih seminggu)

Cara Pembuatan

  • Isi 3 gelas plastik masing-masing dengan 100 ml air (sekitar 1/2 gelas plastik).
  • Masukkan dan larutkan pupuk NPK, pupuk KCL, dan pupuk Gandasil ke dalam masing-masing gelas plastik. Aduk merata, jangan sampai larutan mengendap. Tujuan dari setiap larutan pupuk harus dipisah adalah supaya tidak terjadi endapan.
  • Setelah itu, campurkan ketiga larutan itu ke dalam ember, dengan menambahkan air hingga mencapai volume 10 liter, sambil diaduk hingga larutan tercampur sempurna.
  • Resep tersebut sudah cukup selama pertumbuhan vegetatif (pertunasan) tanaman sayur seperti sawi atau kangkung. Untuk pertumbuhan vegetatif tanaman cabai, Anda bisa menambahkan pupuk urea sebanyak 10 gr, dan untuk tanaman lainnya seperti terong, tomat, atau mentimun dianjurkan menambahkan pupuk urea sekitar 15-20 gram ke dalam larutan tersebut.
  • Resep untuk pertumbuhan generatif (untuk pembungaan dan pembuahan) pada tanaman buah-buahan, komposisi pupuk urea sebaiknya dikurangi sekitar 50% (menjadi 5 gr per 10 L larutan (untuk cabai) dan 7-10 gr/10 L (untuk tanaman terong, tomat, dan mentimun), sedangkan pupuk NPK ditambah sebanyak 50% (15-30 gr/10 L larutan) dan pupuk Gandasil D diganti denga Gandasil B (atau Growmore merah).

Resep Nutrisi Hidroponik II

Bahan dan Alat

  • Kotoran ayam atau kambing sebanyak 1 karung,
  • Dedak/bekatul sebanyak 1/2 karung,
  • Gula merah sebanyak 100 gr,
  • Jerami sebanyak 30 kg (bisa memakai dedauan lain seperti daun lamtoro, daun sirsak, dan lain-lain),
  • Air bersih,
  • Bio aktivator (EM1, EM4, atau GP-1) sebanyak 50 ml.
  • Wadah plastik kedap udara (yang memiliki tutup) dengan kapasitas 100 L,
  • Selang aerator transparan dengan diameter 0,5 cm.
  • Botol plastik bekas air mineral volume 1 liter

Cara Pembuatan

  • Lubangi tutup wadah seukuran selang aerator,
  • Halus bahan-bahan organik (jerami/dedaunan) dengan cara dicacah.
  • Kemudian campurkan kotoran ayam/kambing, dan dedak,
  • Untuk pupuk organik fase generatif (untuk pembentukan buah) dapat mengganti jerami/dedaunan dengan kulit buah, sampah buah atau sekam padi.
  • Masukkan campuran bahan-bahan tersebut ke dalam wadah plastik kedap udara, denga menambahkan air dengan perbandingan 2 : 1 ( 2 untuk bahan organik dan 1 untuk air),
  • Aduk merata dan campuran bahan organik pupuk pelan-pelan hingga semua larut sempurna.

  • Larutkan gula merah dan bioaktivator ke dalam 5 L air, aduk rata.
  • Campurkan larutan bioaktivator dan gula merah ke wadah plastik kedap udara, tutup rapat wadah,
  • Masukkan selang aerator pada tutup yang sudah dilubangi sebelumnya. Pastikan tidak ada celah pada wadah (Anda bisa menutup celah dengan plester rekat) baik pada tutup wadah dan celah lubang selang aerator.

  • Ambil botol plastik bekas volume 1 liter, lalu diisi air 3/4 bagian. Masukkan selang aerator (sisi yang lainnya) ke dalam botol ini. Proses ini berlangsung secara anaerob. Selang berfungsi sebagai penstabil suhu dan penghantar gas buangan dari wadah ke botol air mineral.
  • Diamkan campuran bahan selama 7-10 hari. Jika larutan pupuk organik cair sudah matang sempurna maka akan tercium aroma seperti tape, ini berarti proses fermentasi sudah sempurna.
  • Setelah tahap fermentasi selesai, kemudian dilakukan penyaringan dengan menggunakan kain atau saringan.

  • Pupuk organik cair pun siap diaplikasikan.
  • Eitz…tunggu dulu, ampas larutan jangan dibuang ya, karena dapat dijadikan pupuk organik padat. 1 liter pupuk organik cair dapat dicairkan (ditambah 99 liter air) menjadi 100 liter larutan lagi lho.

Resep nutrisi hidroponik diatas menggunakan bahan-bahan non-organik. Saran saya, jangan terlalu idealis di awal karena secara harga nutrisi organik lebih mahal, kalaupun ingin membuat sendiri bahan-bahan prosesnya lebih sulit.

Tidak ada salahnya untuk gunakan yang non-organik terlebih dulu. Setelah dirasa tepat, Anda boleh menjajal nutrisi organik.

Oke, sampai disini dulu pembahasan mengenai nutrisi hidroponik, sebenarnya masih banyak lagi formula-formula yang bisa Anda gunakan untuk membuat nitrisi tanaman hidroponik. Silahkan Anda tentukan sendiri ingin menggunakan resep yang mana.

Informasi ini akan diperbarui secara berkala menyesuaikan kebutuhan dan request dari para pembaca. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...