Teknis Budidaya Selada Keriting, Mudah dan Menguntungkan

1
Unsurtani.com
Teknis Budidaya Selada Keriting

Budidaya selada keriting itu sangatlah mudah, terlebih lagi selada keriting sangat mudah sekali tumbuh dan pertumbuhannya cepat. Tanaman sayuran yang memiliki nama latin Lactuca sativa ini biasanya dimanfaatan daunnya sebagai lalapan atau salad.

Di Indonesia sendiri ada 2 tipe selada yang dikembangkan, yaitu 1) Selada Daun yang memiliki bentuk korp bulat, daunnya bergelombang (cenderung berkerut) warna daunnya hijau segar mengembang. 2) Selada Korp (heading lettuce) yang memiliki bentuk korp lonjong dan korp nya padat.

Dari kedua tipe tersebut yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia yakni selada daun atau yang biasa dikenal selada keriting. Kenapa selada keriting banyak dibudidayakan di Indonesia? karena selada keriting toleran terhadap iklim tropis di Indonesia serta mampu tumbuh subur di dataran rendah.

Berikut Panduan Teknis Budidaya Selada Keriting:

1. Cultivar

Grand rapids, panorama

2. Syarat Tumbuh

  • Ditanam di dataran rendah
  • Suhu optimal 15-25 derajat celcius
  • Jenis tanah: Lempung berdebu, lempung berpasir, berhumus
  • pH: Netral

3. Pembibitan

  • Untuk luas lahan 1 hektare, diperlukan benih selada kurang lebih 250 gram.
  • Gunakan tempat persemaian yang baik, dengan ciri-ciri tanahnya subur, gembur, ringan, dekat dengan sumber air
  • Sebelum disemai, benih selada direndam dulu kurang lebih selama 15 menit, lalu ditiriskan.
  • Sebar benih dalam alur dengan jarak antar alur 10-20 cm, kemudian disirami.

Pemeliharaan benih

Dilakukan penyiraman dan pengawasan terhadap serangan hama dan penyakit. Bibit selada dapat pula disapih ke dalam bumbung saat berumur 10-15 hari sejak semai.

4. Penanaman

  • Ditanam dalam bedengan: Lebar: 1-1,2 meter, Tinggi: 20 cm, Panjang: Disesuaikan dengan kondisi lapang
  • Antar bedengan dibuat parit
  • Jarak tanam: 20 x 20 xm atau 20 x 25 cm

5. Pemeliharaan

  • Penyiangan: setelah 2 minggu setelah tanam
  • Pengairan: Awal penanaman, setelah 2 minggu setelah tanam, setelah 1 bulan┬ásetelah tanam.
  • Pemupukan: Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan pada tabel berikut:
Rekomendasi Pupuk Untuk Selada Keriting pada Tanah Mineral denga Tingkat Kandungan P dan K sedang

Hama dan penyakit tanaman
Hama

  • Kutu Daun (Myzis perisicae): Diazinon, Bayrusil, Orthene 75 SP, disemprotkan dengan dosis 2 cc/liter air.
  • Thrips: Tamaron 200 EC, Bayrusil 250 EC, Tokuthion 500 EC disemprotan dengan dosis 2 ml/L air.

Penyakit

  • Busuk batang: Dithane M45 (fungisida), disemprotlan dengan dosis 2 gr/L

6. Panen

  • Masa panen: Umur 2-3 bulan
  • Cara panen: dipotong bagian tanaman diatas permukaan tanah, atau bisa dicabut semua bagian tanamannya.
  • Setelah grading, langsung dipasarkan atau dilakukan penyimpanan dengan tetap mempertahankan mutu.

Sekian informasi tentang Teknis Budidaya Selada Keriting, semoga bermanfaat bagi anda.

Referensi:
Anas D. Susila, 2006. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran, Bagian produksi Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB.

Loading...
  • Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.