5 Teknologi Pengendalian Penggerek Batang Padi (Stem Borer)

0

Penggerek batang padi merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman padi, karena sering menyebabkan kerusakan tanaman sehingga menurunkan hasil panen. Keberadaan hama ini ditandai dengan munculnya ngengat, dan kematian tunas-tunas padi akibat adanya larva di dalam batang yang memakan sistem pembuluh tanaman padi.

Hama ini bisa merusak tanaman padi pada semua fase pertumbuhan, ketika pada saat pembibitan, fase anakan maupu fase pembungaan. Jika serangan terjadi ketika pembibitan hingga fase anakan, hama ini disebut sundep, dan apabila serangan terjadi pada fase pembungaan disebut beluk.

Hingga sampai saat ini, belum ada varietas padi yang tahan terhadap penggerek batang padi, karena belum diketahui sumber gen ketahanan penggerek batang, baik pada padi maupun kerabat liarnya (Rao and Padhi 1988).

Oleh sebab itu, gejala serangan hama penggerek batang perlu diwaspadai, terutama pada pertanaman musim hujan. Waktu tanam yang tepat merupakan salah satu cara efektif untuk menghindari serangan penggerek batang. Hindari penanaman padi pada bulan Desember-Januari, karena suhu, curah hujan, dan kelembaban pada saat itu sangat cocok bagi perkembangan penggerek batang. Sedangkan tanaman padi yang baru ditanam sangat sensitif terhadap hama ini. Tindakan pengendalian harus segera dilakukan jika > 10% rumpun memperlihatkan gejala sundep atau beluk.

PENGENDALIAN PENGGEREK BATANG PADI

Teknologi pengendalian penggerek batang padi sudah tersedia dan sudah ada yang diimplementasikan oleh para peneliti, petugas, maupun petani, namun mengalami kegagalan.

Pada MK 2012, ribuan hektar tanaman padi di Kabupaten Karawang terserang hama penggerek batang, mulai dari 5% sundep atau beluk hingga puso. Padahal teknologi tersebut sudah didilakukan, hal ini menunjukkan, walaupun teknologi sudah tersedia tetapi jika pelaksanaan pengendaliannya keliru akan menyebabkan kerugian berkepanjangan.

Beberapa teknologi pengendalian hama penggerek adalah sebagai berikut:

1. Tanam Serempak

Tanam padi serempak berdasar triangle strategy dengan menggabungkan teknologi mengikuti standar operasional prosedur (SOP pengendalian wereng coklat, penggerek batang padi dan hama penyakit lainnya), sosial-masyarakat gotong royong, dan dukungan kebijakan pemerintah merupakan cara pengendalian yang dianjurkan (Baehaki 2011). Tiga strategi tersebut dapat memberi landasan yang kokoh bagi pengendalian hama penggerek.

2. Penanaman Varietas Tahan

Gambar Ilustrasi

Tidak ditemukannya gen ketahanan padi terhadap penggerek batang bukan berarti tidak ada upaya lain yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hama ini. Tanaman padi pada dasarnya memiliki sumber ketahanan intrinsik yang berasal dari biokimia dan biofisik yang mempengaruhi perilaku atau metabolisme serangga (Kogan 1982).

Biokimia dapat berupa senyawa kimia primer yang tidak seimbang, bekerja sebagai hormon serangga, dan metabolit sekunder (senyawa sekunder) seperti phenol, steroid, dan terpenoid yang pada kadar tertentu tahan terhadap serangga tertentu. Senyawa sekunder dapat bersifat racun, baik secara langsung atau setelah dihidrolisis dalam sistem pencernaan serangga.

Biofisik tanaman dapat berupa sifat morfologi yang dapat menghalangi terjadinya proses makan, peletakan telur, dan pergerakan serangga secara normal (Kogan 1982). Misalnya terdapat rambut-rambut pada permukaan daun yang disebut trichome dan glandular trichome, duri, daun yang licin atau mengilat, dan lapisan lilin.

Selain sumber ketahanan intrinsik biokimia dan biofisik tersebut, sumber ketahanan ekologi seperti perubahan pola pertumbuhan tanaman yang mengakibatkan tidak sinkronnya antara serangga dan fenologi tanaman juga bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan penggerek batang padi. Pengaturan waktu tanam adalah salah satu dari komponen pengendalian yang memanfaatkan sumber ketahanan ekologi ini (Hendarsih dan Usyati 2005).

Namun masih perlu dicari sumber-sumber ketahanan ekologi lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan penggerek batang padi, misalnya perbedaan umur tanaman.

3. Manipulasi Parasitoid (Musuh Alami)

Pengaturan waktu tanam dapat mengendalikan hama penggerek. Kehidupan musuh alami penggerek batang padi putih tidak lepas dari parasit pengatur populasinya, sehingga terjadi biological balance. Oleh karena itu, setiap stadium penggerek mempunyai musuh alami yang berbeda.

Kalshoven (1981) melaporkan bahwa parasit telur yang banyak ditemukan di lapangan adalah Telenomus (Phanurus) beneficiens (Zehntn.) (Hym: Scelionidae), yang dapat memarasitisasi kelompok telur rata-rata 50% dan maksimum 96%. Parasit Tetrastichus schoenobii Ferr. (Hym: Eulophidae) mampu memarasitisasi rata-rata 15% dan maksimum 44%, dan Trichogramma japonicum Ashm. (Hym: Trichogrammatidae) mampu memarasitisasi rata-rata 6% dengan maksimum 30%.

Kalshoven (1981) juga melaporkan bahwa kelompok telur penggerek batang padi putih dapat terparasit oleh ketiga parasitoid tersebut sampai 72%, namun tidak dapat menekan populasi penggerek.

4. Penggunaan Lampu Perangkap

Lampu perangkap merupakan alat penting untuk mengetahui populasi hama imigran guna mereduksi populasi hama dengan menangkap hama dalam jumlah besar. Lampu perangkap dipasang pada ketinggian 150-250 cm dari permukaan tanah.

Pada gambar dibawah ini disajikan data tahunan hasil tangkapan penggerek batang padi kuning, wereng coklat, dan lembing batu pada lampu perangkap.

Di lain pihak, pengendalian hama penggerek dapat dilakukan dengan feromon seks, namun kurang efektif mengendalikan penggerek batang padi kuning (Suryana at al. 2011). Feromon seks sangat spesifik, hanya menangkap satu jenis hama saja.

5. Penggunanan Pestisida

Sampai saat ini insektisida adalah andalan bagi petani dalam mengendalikan hama penggerek batang padi.

Insektisida yang efektif terhadap penggerek batang tersedia di toko-toko sarana pertanian, terutama yang berbahan aktif, seperti:

  • Karbofuran
  • Bensultap
  • Karbosulfan
  • Dimenhipo
  • Amitraz, dan
  • Fipronil.

Namun, penggunaan insektisida secara terus-menerus berdampak negatif terhadap lingkungan, seperti hama menjadi resisten, resurjensi atau akan terjadi ledakan hama sekunder, terbunuhnya organisme non target, dan residu insektisida.

Oleh karena itu, gunakan pestisida secara bijak, jangan digunakan secara terus-menerus, dan jangan berlebihan. Sebelum menggunakan suatu produk pestisida, baca dan pahami informasi yang tertera pada label. Kecuali untuk kupu-kupu yang banyak berterbangan, jangan memakai pestisida semprot untuk sundep dan beluk.

Baca : Cara Ampuh Atasi Hama Burung Pada Tanaman Padi

Demikian informasi tentang 5 Teknologi Pengendalian Penggerek Batang Padi (Stem Borer), semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Referensi:
Baehaki, 2013, Hama Penggerek Batang Padi dan Teknologi Pengendalian, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Loading...