Begini Cara Menjernihkan Air Mengunakan Sekam Bakar

0

Air merupakan komponen penting bagi kehidupan, alhasil kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan maupun perkotaan kian meningkat. Setiap individu pasti memerlukan air untuk air minum, memasak, mandi, mencuci dan berbagai keperluan lainnya.

Kondisi sumber air dilingkungan kita semakin banyak yang sudah mulai tercemar oleh limbah rumah tangga, sehingga pentingnya Anda untuk mengetahui cara penjernihan air dan pengelolaan air bersih.

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan cara penjernihan air baik secara alami maupun kimiawi. Cara penjernihan air yang akan saya paparan dapat Anda gunakan khususnya di desa, karena alat dan bahannya mudah diperoleh.

Bahan-bahan tersebut antara lain yaitu: kerikil, batu, pasir, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, kaporit, tanah liat, ijuk, tawas, kapur, biji kelor dan lain-lain. Namun pembahasan kali ini yang akan saya bahas secara mendalam yaitu penjernihan air menggunakan arang sekam padi.

1. URAIAN SINGKAT

Di pedesaan banyak sekali kita temui sekam padi, namun pemanfaatan sekam padi belum dimaksimalkan oleh masyarakat. Jika dimanfaatkan secara maksimal, sekam padi bisa kita buat arang sekam untuk proses penjernihan air.

2. BAHAN DAN PERALATAN

  • Arang sekam padi
  • Pipa
  • Kayu bakar
  • Kerikil
  • Lumpur
  • Kawat ram
  • Sampah-sampah/tanah
  • Drum diameter 40 cm dan tinggi 72 cm

3. CARA PEMBUATAN

1) Diseluruh permukaan dasar drum dilubangi kecil-kecil dengan diameter lubang 2 mm dan 4 lubang dengan diameter 3,5 mm. Pada dinding drum, buat 6 lubang dengan diameter 3,5 mm dan jarak antar lubang masing-masing lubang 10 cm. Pasang pipa yang panjangnya 15 cm pada bagian kanan dan kiri drum. Pada dasar drum diberi kawat ram (lihat Gambar 1).

Gambar 1. Alat Pembuatan Arang Sekam Padi
Gambar 1. Alat Pembuatan Arang Sekam Padi

2) Tungku Pembakaran:
Tungku pembakaran adalah tungku rumah tangga yang dimodifikasi untuk pengarangan kayu bakar. Lihat Gambar 2.

Gambar 2. Tungku Pembakaran Sekam Padi

3) Alat penjernihan air terdiri dari 2 bagian:

  • Alat pengendapan berupa drum.
  • Alat penyaringan berupa gentong. Pada dasar gentong diberi kerikil dan diatasnya diberi arang sekam padi setebal 10-20 cm, diatas arang sekam padi diberi ijuk.

4) Pembuatan arang sekam padi:
Pembuatan arang sekam padi secara tradisional dibuat dalam suatu lubang berkapasitas 5 kg dengan ukuran panjang 50 cm, tinggi 30 cm dan diameter 50 cm. Sekam padi lalu dibakar di atas tungku singer. Sekam padi yang sudah terbakar, kemudian ditutup dengan tanah dan diatasnya diberi sampah. Pada salah satu sudut lubang diberi pipa udara.

Cara lain yaitu dengan menggunakan drum sebagi tungku pembakaran sekam padi. Temperatur pada waktu pengarangan bekisar antara 4000-6000 Celcius dan lama pengarangan sekitar 2,5 jam. Untuk membuat 5 kg sekam bakar, diperlukan bahan bakar kayu sekitar 5 kg.

Gambar 3. Alat Penjernihan Air

4. PENGGUNAAN

Proses penyaringan air:

  • Tahap pertama pengendapan,
  • Tahap kedua penyaringan menggunakan arang sekam padi kira-kira setebal 10 cm. Proses penyaringan ini memakan waktu selama 6 jam/hari.

5. KEUNTUNGAN

  • Biaya pembuatan relatif murah
  • Sekam padi mudah diperoleh di pedesaan.
  • Hasil penjernihan air memenuhi syarat kesehatan.
  • Dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan keluarga.
  • Pengarangan sekam padi mudah dikerjakan oleh masyarakat pedesaan sendiri maupun berkelompok.

6. KELEMAHAN

Pembakaran harus sempurna, jika pembakaran tidak sempurna (kekurangan oksigen) maka arang sekam padi dan abu akan bercampur.

Demikianlah informasi Cara Menjernihkan Air Mengunakan Sekam Bakar. Informasi ini akan diperbarui secara berkala menyesuaikan kebutuhan dan permintaan dari para pembaca. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Daftar Pustaka

Asril, Lutan. Penjernihan air menggunakan arang sekam padi skala keluarga untuk daerah pedesaan. Dalam kumpulan makalah: Lokakarya penelitian dan pengembangan teknologi tepat guna penyediaan air minum dan pembuangan kotoran di pedesaan, Cimacan: 2-4 Februari 1981. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan, 1981.

Referensi: Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.

Loading...