Cara Atasi Penyakit Blas Pada Tanaman Padi

0

Penyakit blas disebabkan oleh cendawan Pyricularia grisea yang merupakan salah satu kendala utama dalam upaya peningkatan produksi, terutama pada pertanaman padi gogo. Penyakit blas dijumpai juga pada pertanaman padi di daerah pasang surut dan rawa.

Daerah endemik penyakit blas di Indonesia adalah Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Jawa Barat (Sukabumi).

Penyakit blas khususnya blas leher menjadi tantangan yang lebih serius karena banyak ditemukan pada beberapa varietas padi sawah di Jawa Barat (Sukabumi, Kuningan) dan Lampung (Tulang Bawang, Lampung Tengah).

Cendawan P. grisea dapat menyerang daun padi, buku batang, leher malai, malai padi, bulir padi dan kolar daun. Penyakit blas tidak hanya menyerang tanaman padi, tetapi dapat menyerang tanaman lain seperti gandum, sorgum dan spesies rumput-rumputan.

Serangan blas daun yang tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan anakan produktif sehingga menyebabkan malai kecil dengan sedikit gabah. Tak hanya itu saja, bahkan dapat menyebabkan seluruh tanaman padi mati sebelum berbunga.

Gejala Penyakit Blas Tanaman padi

Serangan blas leher dapat menurunkan tingkat produksi padi secara langsung, karena leher malai busuk dan patah sehingga pengisian bulir padi terganggu dan bulir padi menjadi hampa (gabug).

Biologi dan Ekologi

Cendawan P. grisea mempunyai banyak ras, masing-masing ras tersebut dapat berubah dan membentuk ras baru dengan cepat apabila populasi tanaman atau sifat ketahanan tanaman berubah. Pada kondisi lingkungan yang mendukung, satu siklus penyakit blas yaitu dimulai ketika spora cendawan menginfeksi dan menghasilkan suatu bercak pada tanaman padi dan berakhir ketika cendawan bersporulasi dan menyebarkan spora baru melalui udara terjadi dalam sekitar 1 minggu. Selanjutnya dari satu bercak itu dapat menghasilkan ratusan bahkan ribuan spora dalam satu malam, dan dapat terus menghasilkan spora selama lebih dari 20 hari.

Baca : Pengendalian Penyakit Kerdil Hampa dan Kerdil Rumput Akibat Wereng Cokelat

Penyakit blas lebih menyukai kondisi periode embun yang panjang, kelembaban yang tinggi, sedikit atau tidak ada angin pada malam hari dan temperatur malam hari sekitar 22-29oC. Daun yang basah yang berasal dari embun ataupun sumber lain sangat dibutuhkan untuk infeksi.

Spora dihasilkan dan dilepaskan pada kondisi kelembaban relatif yang tinggi, dan tidak ada spora yang dihasilkan pada kondisi kelembaban di bawah 89%. Sporulasi meningkat apabila kelembaban relatif di atas 93%, sedangkan temperatur optimum untuk perkecambahan spora, pembentukan bercak dan sporulasi adalah 32-35oC.

Bercak secara cepat akan berkembang menjadi lebih besar pada suhu 32oC selama 8 hari dan sesudahnya perkembangan bercak akan menurun. Perluasan bercak berlangsung lambat dan konstan pada suhu 16oC dalam waktu 20 hari.

Faktor lain yang mendukung perkembangan penyakit blas adalah pemakaian pupuk nitrogen yang berlebihan, tanah dalam kondisi aerobik dan stres kekeringan. Pemupukan nitrogen yang berlebihan (tinggi) dapat menghasilkan daun yang lunak dan terkulai, sehingga lebih sangat rentan terhadap penyakit blas, sedangkan pemberian Si cenderung membantu kekerasan dan ketegakan daun.

Baca : Pengendalian Penyakit Gosong Palsu (False Smut) Pada Tanaman Padi

Pengaruh nitrogen terhadap sel epidermis adalah meningkatnya permeabilitas air dan menurunnya kadar unsur Si sehingga cendawan lebih mudah melakukan penetrasi. Sumber inokulum primer di lapang adalah jerami. Sumber inokulum benih umumnya memperlihatkan gejala awal pada persemaian. Untuk daerah tropis, sumber inokulum selalu ada sepanjang tahun karena adanya spora di udara dan tanaman inang alternatif selain padi.

Pengendalian

1. Ketahanan Varietas

Cara yang paling efektif, murah dan ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit blas adalah penggunaan varietas tahan. Penggunaan varietas tahan tersebut harus disesuaikan dengan sebaran ras yang dominan di suatu daerah.

Apabila tanaman padi ditanam berturut-turut sepanjang tahun maka harus dilakukan pergiliran varietas atau rotasi gen. Beberapa varietas yang masih menunjukkan reaksi tahan sampai sekarang adalah Limboto, Danau Gaung, Situ Patenggang dan Batutegi.

2. Penggunaan jerami sebagai pupuk kompos

Cendawan P. grisea dapat bertahan pada sisa-sisa tanaman padi atau jerami dan benih dari pertanaman padi sebelumnya, sehingga sumber inokulum selalu tersedia dari musim ke musim. Indonesia yang memiliki iklim tropis yang tidak mempunyai musim dingin sangat menguntungkan bagi patogen blas.

Tanpa over winter dan keadaan kering, miselia dan spora dapat bertahan selama satu tahun. Pembenaman jerami dalam tanah sebagai kompos dapat menyebabkan miselia dan spora mati karena naiknya suhu selama proses dekomposisi.

3. Penggunaan pupuk nitrogen dengan dosis anjuran

Percobaan tingkat pemupukan N yang berbeda pada padi gogo membuktikan adanya peningkatan serangan P. grisea. Hal ini juga berhubungan dengan varietas yang digunakan, jenis tanah dan jenis pupuk. Dosis pupuk N yang dipakai berkolerasi positif terhadap intensitas penyakit blas, artinya jika dosis pupuk N semakin tinggi, maka intensitas penyakit blast akan semakin tinggi pula.

4. Pendekatan Kimiawi

Pengendalian penyakit blas akan efektif apabila dilaksanakan sedini mungkin dengan perlakuan benih, hal ini disebabkan karena penyakit blas dapat ditularkan melalui benih. Efikasi fungisida untuk perlakuan benih hanya akan bertahan selama 6 minggu saja, selanjutnya perlu diadakan penyemprotan tanaman.

Aplikasi penyemprotan untuk menekan serangan penyakit blas leher adalah 2 kali yakni ketika anakan sudah maksimum dan awal berbunga. Beberapa fungisida yang dapat anda gunakan untuk mengendalikan penyakit blas yaitu yang mengandung bahan aktif isoprotionalane, benomyl+mancoseb, kasugamycin dan thiophanate methyl.

Baca : Pengendalian Bercak Daun Cokelat (Brown Spot) Pada Tanaman Padi

Demikian informasi tentang Cara Atasi Penyakit Blas Pada Tanaman Padi, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...