Cara Membuat Bibit Pisang Kultur Jaringan

0

Salah satu masalah utama budidaya tanaman pisang yaitu serangan penyakit layu (Layu bakteri dan layu fusarium). Penggunaan bibit pisang yang berasal dari anakan memiliki peluang besar menularkan penyakit, oleh sebab itu dalam budidaya pisang sangat dianjurkan untuk memakai bibit hasil Kultur Jaringan.

Teknik kultur jaringan sudah lama dikembangkan dan memiliki beberapa keunggulan antara lain: bibit yang dihasilkan memiliki sifat sama seperti induknya, secara massal dalam waktu yang relatif singkat dan seragam, tidak memerluan lahan yang luas, serta bebas dari penyakit, bakteri maupun cendawan.

Keberhasilan dalam memperbanyak bibit pisang menggunakan teknik kultur jaringan dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut: media yang digunakan, cara sterilisasi eksplan, jumlah subkultur, varietas tanaman, dan aklimatisasi.

Setiap varietas tanaman pisang memiliki kandungan fenol dan serat yang berbeda-beda, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan eksplan (anakan). Jika kandungan fenol tinggi maka dapat memperlambat proses pertumbuhan eksplan. Beberapa jenih pisang ambon hijau, ambon kuning dan barangan, merupakan beberapa varietas pisang yang memiliki kandungan fenol relatif rendah.

Tahap-tahap Pelaksanaan:

1. Pemilihan Pohon Induk

Syarat Pohon Induk sebagai sumber eksplan Sebagai berikut:

  • Varietas pisang sudah dilepas,
  • Tanaman sumber eksplan harus dalam kondisi benar-benar sehat. Untuk menentukannya perlu dilakukan indexing menggunakan teknik Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA).
  • Pohon pisang sudah dilabeli oleh BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih)

2. Inisiasi

  • Kupas anakan (eksplan) pisang hingga diameternya kurang lebih 5 cm, lalu dicuci sampai bersih.
  • Rendam eksplan tesebut selama 10 menit dalam larutan fungisida (Benlate), dengan dosis 1 gr/liter.
  • Kemudian direndam lagi dalam larutan 70% Natrium hypoclorit selama 10 menit.
  • Kupas pelepah eksplan (anakan) hingga diameternya 1 cm dalam laminar Air flow.
  • Celupkan eksplan dalam larutan Natrium hypoclorit 8% dan aquades steril.
  • Bilas eksplan dengan ascorbit acid dan kulturkan pada media inisiasi: media dasar MS + 2 ppm IAA + 5 ppm BAP + 30 gram/liter sukrosa.
  • 1 bulan kemudian belah eksplan menjadi dua bagian dan potong pelepahnya. Kemudian subkultur eksplan ke media multiplikasi.

3. Multiplikasi Tunas (Penggandaan)

Untuk Penggandaan tunas dilakukan:

  • Subkultur tunas ke media dasar Murashiqe and Skoog (MS) + 2 ppm IAA + 4 ppm BAP + 30 g/liter gula.
  • Pecah tunas sesuai jumlah tunas yang ada dan lakukan subkultur ke media baru dengan komposisi media yang sama.
  • Bilas eksplan dengan ascorbit acid dan kulturkan subkultur tunas pada tahap multiplikasi maksimal sebanyak 5 kali.

4. Pengakaran

Untuk merangsang pengakaran tunas :

  • Subkultur ke media MS + 2 ppm IAA + 30 g/liter gula.
  • Setelah 1 bulan setelah subkultur, planlet akan terbentuk.
Planlet pisang yang sudah berakar

5. Aklimatisasi

Tahap aklimatisasi merupakan tahap pengadaptasian planlet terhadap lingkungan luar.

Ciri-ciri plantlet pisang siap diaklimatisasi yaitu : Plantlet sudah besar, tinggi plantlet minimal 5 cm, berwarna hijau tua dan kondisi pertumbuhan plantlet normal.

Caranya:

  • Keluarkan planlet dari botol, pisahkan satu persatu dan cuci bersih, potong sebagian akar yang terlalu panjang. Kurangi daun (tinggalkan 3 helai saja).
  • Rendam planlet yang sudah bersih ke dalam larutan fungisida dengan konsentrasi 2 g/liter selama 30 detik, kemudian di kering anginkan.
  • Tanam planlet di media campuran tanah dengan arang sekam, dengan perbandingan 1 : 2, lalu disungkup dengan plastik transparan selama 7-10 hari.
  • Perakaran mulai sempurna minimal 1 bulan setelah tanam, baru dipindahkan. Untuk Perawatan tanaman hanya di perlukan penyiraman (Pagi, siang dan sore)

6. Transplanting

Bibit baru pindah dari Greenhouse ke area Transplanting setelah 1 bulan dengan pemberian bakteri Trichoderma berfungsi untuk menahan serangan Penyakit layu Fusarium pada pisang yang disebabkan oleh cendawan.

  • Pindahkan bibit pisang ke polybag berisi media tanah + pupuk kandang, dengan perbandingan 3 : 1.
  • Setelah 2 bulan dalam polybag, bibit pisang hasil kultur jaringan siap ditanam dengan ciri-ciri tinggi 15 – 25 cm, jumlah daun mnimal 4 helai dan pertumbuhan normal.

Demikian informasi tentang Cara Membuat Bibit Pisang Kultur Jaringan, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Kamus Tani:
Eksplan/Inokulan = bagian dari tanaman yang digunakan sebagai bahan induksi/inisiasi/inokulasi yg mrupkn tahapan awal dari kultur jaringan.

Planlet = Sekelompok sel yang belum terdiferensial/terorganisir (disebut kalus) yang berkembang menjadi tunas, menghasilkan akar dan selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.

Loading...