Cara Menghasilkan Semangka Tetraploid (4N)

0

Semangka tetraploid (4N) dihasilkan dengan melipatgandakan jumlah khromosom semangka diploid (2N) atau terkenal sebagai mutasi duplikasi. Mutasi duplikasi ini dilakukan dengan menggunakan suatu alkaloid yang bernama colchicine.

Colchicine pada awalnya dihasilkan dari ekstrak biji dan umbi lapis tanaman dari famili Liliaceae yaitu Colchicum autumnale L. Saat ini Colchicine dapat diperoleh di toko-toko bahan kimia dalam bentuk tepung dengan harga yang relatif mahal.

Larutan colchicine yang efektif untuk melipatgandakan khromosom dari semangka diploid (2N) menjadi semangka tetraploid (4N) sebanyak 0,2-0,5%, tetapi umumnya dengan konsentrasi 0,2% sudah cukup efektif.

Untuk membuat larutan colchicine 0,2% dengan melarutkan 2 gram colchicine dalam 1 liter air aquades (air suling). Siapkan 20 mg colchicine dan larutkan dalam 2-4 ml alkohol. Sebagai perekat campurkan larutan ini dengan 10 gram lanolin, kemudian tambahkan 10 ml aquades, maka larutan colchicine yang terbuat berkadar 0,2%. Untuk membuat larutan colchicine 0,02% tambahkan larutan colchicine 0,2% tadi dengan 90-100 ml aquades.

Rendamlah benih semangka berbiji diploid (2N) dalam larutan colchicine 0,02% selama 24 jam. Semaikan benih-benih semangka tadi ke dalam plastik polybag semai yang sudah diisi media semai. Pada umur 4-5 hari saat bibit akan muncul daun sejati pertama, teteskan satu tetes larutan colchicine 0,2% pada titik tumbuhnya. Penetesan larutan colchicine 0,2% tadi diulangi sebanyak 6 kali dalam waktu 4 hari dengan tidak terkena sinar matahari langsung.

Sebagai contoh penetesan pertama pada hari ke-1 sekitar pukul 16.00-17.00 WIB. Pada hari ke-2 dan ke-3 penetesan larutan colchicine 0,2% dapat dilakukan dua kali, yaitu pada pagi hari (sekitar pukul 07.00-08.00 WIB) dan sore hari (sekitar pukul 16.00-17.00 WIB). Pada hari ke-4 penetesan larutan larutan colchicine 0,2% dilakukan pada pagi hari (sekitar pukul 07.00-08.00 WIB). Setelah terbentuk 2-4 daun sejati, bibit semaian ini dapat dipindah ke lapangan.

Pengaruh colchicine beberapa hari kemudian terlihat dengan terhambatnya pertumbuhan awal. Setelah ditanam di lapangan, bibit mulai menunjukkan pertumbuhan cepat memasuki umur 14 hari setelah tanam. Daun terlihat menebal dan bentuknya membulat. Bunga dan bakal buah terlihat lebih besar. Ukuran batang menjadi lebih kekar dibandingkan dengan semangka biasa (2N).

Namun tidak semua perlakuan menghasilkan 100% semangka 4 N (tetraploid), biasanya berkisar 10-20% saja, yaitu dari cabang-cabang lateral yang mengalami mutasi duplikasi. Biji-biji semangka tetraploid (4N) yang terbentuk kemudian diperbanyak sebagai induk persilangan pembuatan semangka non-biji (triploid/3N).

Baca : Sejarah Semangka Non Biji (Tanpa Biji)

Demikianlah informasi Cara Menghasilkan Semangka Tetraploid (4N). Informasi ini akan diperbarui secara berkala menyesuaikan kebutuhan dan permintaan dari para pembaca. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...