Dosis Pemupukan Pupuk Organik Padat Pada Tanaman

0

Penentuan dosis pemupukan pupuk organik sangat sulit ditentukan karena berhubungan dengan kondisi tanah yang digunakan. Kebutuhan tanah yang satu berbeda dengan tanah yang lain.

Idealnya, dalam pemberian sesuatu ke dalam tanah harus diketahui yang ada dan yang belum ada di dalam tanah seperti kandungan hara dan bahan organik.

Dalam pemakaian pupuk organik sebenarnya jarang ditemukan kasus over dosis seperti pada pemupukkan kimia. Namun perlu dipahami bahwa pemberian pupuk organik yang berlebihan dapat mengakibatkan perkembangan vegetatif tanaman terlalu pesat sehingga memperlambat masaknya buah. Hal yang sama juga bisa mengakibatkan rebahnya batang padi dan jagung.

Baca : Cara Aplikasi Pupuk Organik Padat Pada Tanaman

Meskipun dosis pemakaian pupuk sangat ditentukan kandungan hara pupuk dan jenis tanah, dengan acuan pada produk yang beredar di lapangan, rata-rata anjuran dosis pemakaian pupuk organik adalah sebagai berikut:

1) Serbuk halus atau kasar seperti pupuk kandang/kompos konvensional.

  • Tanaman semusim/sayuran (konvensional) ………. 10-20 ton/ha/tanam,
  • Tanaman semusim/sayuran (olahan pabrik) ………. 1-5 ton/ha/tanah,
  • Tanaman tahunan/buah-buahan ………. 1-5 kg/tanaman/tahun,
  • Tanaman tahunan/perkebunan, kehutanan ………. 0,5-2 kg/tanaman/tahun.

2) Butiran dan pelet

  • Tanaman semusim/sayuran ………. 1-5 ton/ha/tanam,
  • Tanaman tahunan/buah-buahan ………. 1-3 kg/tanaman/tahun,
  • Tanaman tahunan/perkebunan, kehutanan ………. 1-2 kg/tanaman/tahun.

3) Tablet

  • Ukuran diameter 2-3 cm, berat 10-20 gram 4-6 tablet/pohon/tahun,
  • Ukuran diameter 4-5 cm, berat 30-40 gram 2-4 tablet/pohon/tahun
  • Ukuran diameter 4-5 cm, berat 30-40 gram 2-4 tablet/pohon/tahun

Dosis anjuran pupuk organik selain mengacu pada kandungan unsur hara dan jenis tanah, biasanya juga mengacu pada kalkulasi ekonominya. Dengan dosis tersebut, pupuk kimia masih tetap digunakan, umumnya berkisar 50-100% dosis rekomendasi. Jadi fungsi pupuk organik yang dipakai bukan sebagai pengganti pupuk kimia, tetapi masih melengkapi atau mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Umumnya anjuran perbedaan dosis pemakaian pupuk organik konvensional dengan bentuk konsentrat sangat mencolok, yaitu dari 500-1000 gram per tanaman menjadi sekitar 25-100 gram per tanaman.

Dalam pemupukan sebaiknya diperhatikan cara pemberian pupuk agar dapat dilakukan penghematan pemakaian pupuk. Sebagai contoh, dosis anjuran tanaman kubis 1,5-2,0 ton per hektare. Jika populasi 30.000 tanaman per hektare berarti dosis satu tanaman sekitar 50-65 gram.

Dengan dosis tersebut, pemberian pupuk dengan cara ditanam disekitar akar atau didasar lubang tanaman sebelum benih atau bibit ditanam akan lebih efektif dibandingkan dengan ditebar atau ditanamn dalam larikan.

Untuk mempermudah aplikasi dilapangan, biasanya produsen menyertakan sendok plastik takaran pupuk didalam kemasan pupuk bentuk serbuk, butiran maupun pelet. Kalaupun tidak ada, sebagai perkiraan bida dipakai ukuran satu sendok makan setara dengan 10-15 gram atau lebih praktis ukuran genggaman tangan, yaitu satu genggam tangan orang dewasa setara dengan 25-35 gram.

Meskipun dosis anjuran pupuk organik konsentrat jauh lebih rendah, namun pada umumnya harga per satuan beratnya lebih mahal. Untuk itu, dalam perhitungan biaya harus jeli dalam membandingkan biaya pemupukan dan seluruh komponen harus dikalkulasi seperti biaya pupuk, biaya tenaga, periode yang diperlukan untuk pemupukan, segi kepraktisan dilapangan, dan mungkin ketersediannya dilapangan.

Jenis tanaman yang dibudidayakan juga menentukan kesuburan tanah. Seperti tanaman tembakau, kapas, jagung, kentang cenderung menghabiskan lebih banyak bahan organik sehingga untuk pengembaliannya ke tanah diperlukan dosis yang lebih banyak.

Untuk tanaman tahunan (perkebunan dan buah-buahan) yang telah menghasilkan (TM) dosis anjuran pemberian pupuk organik disesuaikan dengan umur tanamannya.Semakin tua tanamam, dosis yang diberikan semakin tinggi, yaitu bisa mencapai 5-20 kg per tahun. Hal ini masuk akal karena penambahan bahan organik selain memberi nutrisi, juga berfungsi untuk menyegarkan kerja perakaran dengan perbaikan kondisi substrat/media di sekitar perakaran.

Pemupukan dengan tujuan pengembalian kesuburan pada lahan kritis seperti lahan bekas tambang dan reklamasi, dosis anjuran yang diberikan lebih besar karena fungsi utamanya untuk mengembalikan kondisi tanah menjadi lebih baik dalam kurun waktu tertentu.

Dosis yang dianjurkan biasanya melewati suatu analisis tanah untuk mengetahui banyaknya bahan organik yang harus ditambahakan per meter perseginya. Misalnya, pada tanah dengan kadar liat 26,5%, debu 70,7%, dan C-organik 2,5% maka diperlukan tambahan C-organik sekitar 4%. Jumlah tersebut setara dengan dengan 84 ton kompos untuk luasan 1 hektare.

Baca : Sasaran Penggunaan Pupuk Organik Padat

Demikianlah informasi Dosis Pemupukan Pupuk Organik Padat Pada Tanaman, semoga bermanfaat bagi Anda. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...