Jenis dan Kegunaan Pupuk Organik Padat

0

Pupuk organik padat (konvensional) yang biasa dipakai petani adalah pupuk organik dari kompos atau pupuk kandang yang terdekomposisi secara alami berbentuk serbuk kasar atau gumpalan.

Pupuk organik padat tersebut masih tercampur dengan bahan-bahan lain seperti sekam, jerami, serbuk gergaji, dan lain-lain dengan bau yang masih menyengat dan dalam kondisi relatif basah. Dengan demikian, pupuk tersebut terkesan kotor karena sering menjadi sarang binatang.

Bentuk pupuk organik padat saat ini semakin beragam disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan. Saat ini bentuk pupuk organik padat ada yang berupa serbuk, butiran, pelet dan tablet.

Baca : Mengapa Menggunakan Pupuk Organik?

Keragaman bentuk tersebut bukanlah untuk menarik konsumen, namun setiap bentuk memiliki fungsinya masing-masing. Dengan mengetahui kegunaaan masing-masing bentuk, Anda akan bisa lebih tepat dalam menentukan jenis yang sesuai dengan tanaman Anda, sehingga memberikan hasil yang baik dan efisien.

1. Pupuk Organik Padat Bentuk Serbuk

Pupuk organik padat bentuk serbuk ada dua macam, yaitu serbuk kasar dan serbuk halus. Salah satu kelebihan pupuk bentuk serbuk adalah proses pelepasan unsur haranya lebih cepat dibandingkan dengan pupuk organik padat bentuk lain. Pupuk organik bentuk serbuk lebih cocok untuk tanaman umur pendek (tanaman semusim) seperti sayuran (kentang, tomat, dll) dan buah (melon, semangka, dll).

Harga pupuk organik serbuk relatif lebih murah dibandingkan dengan pupuk organik bentuk lain. Ini dikarenakan proses pembuatan pupuk bentuk serbuk menjadi pupuk siap jual lebih mudah.

2. Pupuk Organik Padat Bentuk Butiran

Bentuk dan ukuran pupuk organik butiran yang beredar dipasaran tidak jauh berbeda dengan butiran pupuk kimia seperti urea, SP-36, KCI, atau puuk majemuk seperti rustika yellow. Walaupun demikian, juga terdapat pupuk organik dengan bentuk butiran yang tidak seragam atau yang berupa pecah-pecahan.

Pupuk organik butiran merupakan salah satu bentuk pupuk organik konsentrat dalam kondisi kering dengan kadar air 10-20%. Oleh karena itu, dosis pemakaiannya lebih rendah dari pupuk organik serbuk.

Dalam pengaplikasian, pupuk organik butiran lebih mudah karena dapat dicampur dan diaplikasikan bersamaan dengan pupuk kimia bentuk butiran seperti urea, SP-36, dan KCI sehingga lebih mudah diterima petani, karena tidak menambah pekerjaan dan biaya tenaga kerja.

3. Pupuk Organik Padat Bentuk Pelet

Pupuk organik bentuk pelet hampir sama dengan bentuk butiran, bentuknya mirip pelet ikan atau pakan burung, tetapi ukurannya sedikit lebih besar 2-3 kali lipat. Pupuk organik bentuk pelet merupakan pupuk organik konsentrat dalam kondisi kering dengan kadar air 10-20%. Jika dibandingkan dengan bentuk butiran, ukuran pupuk bentuk pelet lebih besar sekitar 3-4 kali lipat.

Jika dilihat dari ukurannya, pupuk organik bentuk pelet lebih slow release dibandingkan dengan pupuk organik bentuk serbuk atau butiran, karena pelepasan unsur haranya lebih lama.

Untuk tanaman tertentu, bentuk pupuk ini lebih efisien penggunaannya dibanding dengan pupuk bentuk serbuk konvensional karena dosis pemakaiannya lebih mudah.

4. Pupuk Organik Padat Bentuk Tablet

Pupuk organik bentuk tablet masih sulit ditemukan dipasaran dibandingkan dengan pupuk kimia tablet. Kalaupun ditemukan, pupuk organik bentuk tablet tersebut masih merupakan hasil impor. Sementara pupuk kimia tablet sangat mudah ditemukan dengan ukuran yang beragam.

Seperti pupuk organik bentuk butiran dan pelet, pupuk organik bentuk tablet merupakan pupuk organik konsentrat dalam kondisi kering dengan kadar air 10-20%, sehingga dosis anjuran pemakaiannya pun lebih rendah dibanding pupuk organik serbuk atau konvensional.

Pelepasan unsur hara pupuk organik bentuk tablet paling lambat (slow release) dibanding bentuk lainnya. Pelepasan unsur haranya membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan setelah aplikasi, tergantung dari dimensi atau ukuran tablet.

Dengan demikian, pupuk organik bentuk tablet sangat tepat jika digunakan untuk tanaman tahunan. Penggunaan pupuk bentuk tablet sangat menekan biaya tenaga kerja, terutama untuk lahan skala luas seperti perkebunan dan kehutanan.

Demikianlah informasi Jenis dan Kegunaan Pupuk Organik Padat, semoga bermanfaat bagi Anda. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...