Jenis-jenis Jamur Yang Bisa Dikonsumsi

0

Sebagai salah satu sumber hayati, jamur (mushroom) diketahui hidup liar di alam. Selama ini, jamur banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, selain juga ada yang memanfaatkannya untuk obat.

Banyak jenis jamur liar diburu oleh penduduk untuk dimakan. Di antara jamur yang tumbuh secara alami sebanyak 49 spesies dilaporkan dimakan oleh penduduk di daerah Jaya Wijaya. Penduduk setempat memakan jamur dengan cara dimakan mentah, dibakar, maupun dimasak dengan “bakar batu”.

Selain dikonsumsi, ada banyak jenis jamur yang diketahui berkhasiat sebagai obat, terutama dinegara Cina dan Jepang. Dalam ramuan obat tradisional Cina dapat ditemukan jamur Cordyceps sinesis, Ganoderma aplanarum atau G. lucidum. Dua jamur yang terakhir dikenal pula dengan nama ling zhi yang kini sedang ramai dibicarakan karena diketahui dapat memberikan kekebalan pada tubuh.

Penggunaan jamur hanya dengan mengandalkan produksi alami melalui perburuan tidak mungkin dapat memenuhi tingginya permintaan pasar. Oleh karena itu, budidaya jamur merupakan salah satu cara untuk memenuhi permitaan akan jamur konsumsi.

Di alam banyak dikenal jenis jamur yang dapat dikonsumsi, baik berupa jamur yang masih liar maupun jamur yang sudah dbudidayakan. Berikut ini akan diuraikan ciri-ciri beberapa jenis jamur konsumsi yang telah dibudidayakan dan dikenal konsumennya.

1. Agaricus bisporus (Jamur Putih atau Jamur Kancing)

Habitat

Jamur kancing tumbuh berpencar atau bergerombol pada kompos, kotoran hewan, tanah subur di sepanjang jalan, kebun, dan sangat umum dijumpai dibawah tegakan Cupressus di daerah beriklim subtropik. Di alam, tubuh buah jamur tumbuh pada musim gugur dan dingin.

Catatan lain

Jamur kancing kebanyakan dijual dalam bentuk awetan di dalam kaleng, tetapi ada pula yang dijual dalam bentuk segar. Jamur ini cocok untuk sup dan disajikan sebagai menu pembuka.

2. Auricularia auricula (Jamur Kuping)

Habitat

Hidup soliter atau bergerombol pada batang kayu, ranting mati, tunggul kayu, dan lain-lain, melekat pada substrat secara sentral atau lateral. Penyebaran pada kayu keras dan konifer. Tubuh buah jamur sering kali dijumpai pada musim hujan.

Catatan lain

Jamur kuping kebanyakan dijual sebagai jamur awetan kering yang berwarna cokelat kehitaman dan keras. Jamur ini sering disajikan di restoran Cina dalam berbagai menu. Hirneola auricula-juda merupakan jamur kuping yang sering kali dijumpai hidup liar di Indonesia.

3. Lentinula edodes (Jamur shiitake)

Habitat

Di alam, jamur shiitake dijumpai tumbuh pada pohon dari famili Fagaceae yang tumbang. Jamur ini hidup sebagai sprob, yaitu hidup dari bahan organik yang sudah mati.

Catatan lain

Jamur shiitake sejak tahun 1980-an dibudidayakan di Sukabumi. Kini jamur ini diusahakan dengan intensif di beberapa daerah yang beriklim cukup dingin. Dahulu jamur ini disebut Lentinus edodes.

4. Pleurotus ostreatus (Jamur Tiram)

Habitat

Jamur Tiram tumbuh bergerombol, tetapi umunya membentuk menyerupai susunan papan pada batang kayu. D alam, jamur tiram banyak dijumpai tumbuh pada tumpukan limbah biji kopi.

Catatan lain

Jamur tiram sudah dib udidayakan sejak tahun 1982 di Bogor, tetapi naru menjamur menjelang tahun 2000. Di Indonesia, jamur ini dijual dalam keadaan segar, sedangkan di Eropa dijual dalam keadaan kering.

5. Volvariella volvacea (Jamur Merang)

Habitat

Di alam, jamur merang banyak dijumpai hidup bergerombol pada jerami padi, sagu, serbuk gergaji, dan tandan kosong kelapa sawit.

Catatan lain

Jamur merang merupakan jamur yang pertama kali dibudidayakan di Indonesia.

Baca : Syarat Pertumbuhan Jamur Untuk Pembudidayaan

Demikian informasi tentang Jenis-jenis Jamur Yang Bisa Dikonsumsi , semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...