Kandungan Kotoran Hewan Untuk Bahan Pupuk Kompos

0

Saat ini sudah banyak pemanfaatan kotoran hewan sebagai bahan untuk membuat pupuk organik. Beberapa kotoran hewan yang dihasilkan dari peternakan antara lain: kotoran sapi, kambing, ayam, kerbau, kuda, dan sebagainya. Komposisi hara yang terkandung dalam kotoran hewan berbeda-beda, tergantung dari jumlah, jenis makanannya, dan kualitas pakan.

Secara umum, kandungan hara dalam kotoran hewan jauh lebih rendah dibanding pupuk kimia (lihat Tabel 1), sehingga takaran penggunaannya juga akan lebih banyak. Walaupun begitu, hara yang terkandung dalam kotoran hewan ini ketersediaannya (release) lambat, sehingga tidak akan mudah hilang.

Ketersediaan hara sangat dipengaruhi oleh tingkat dekomposisi atau mineralisasi dari bahan-bahan tersebut. Rendahnya ketersediaan hara dari pupuk kandang dikarenakan bentuk N, P serta unsur lainnya yang terdapat dalam bentuk senyawa kompleks organo protein atau senyawa asam humat atau lignin yang sulit terdekomposisi.

Selain mengandung hara bermanfaat, namun pengolahan pupuk kandang harus hati-hati, karena pupuk kandang juga mengandung bakteri saprolitik, pembawa penyakit, dan parasit mikroorganisme yang dapat membahayakan hewan atau manusia.

Contohnya: Kotoran ayam mengandung bakteri Salmonella sp. Oleh karena itu pengelolaan dan pengelolaan pupuk kandang harus hati-hati.

Tabel 3. Kandungan hara beberapa jenis kotoran hewan

Berdasarkan hasil penelitian pembuatan kompos dari kotoran hewan di Jepang, menunjukkan bahwa 10-25% dari unsur N dalam bahan asal kompos akan hilang sebagai gas NH3 selama proses pengomposan.

Baca : Pemanfaatan Isi Rumen Sebagai Bioplus Pakan Ternak Ruminansia

Selain itu dihasilkan pula 5% CH4 dan sekitar 30% N2O yang berpotensi untuk mencemari lingkungan sekitarnya. Sebaliknya akan terjadi penyusutan volume bahan dan mempunyai rasio C/N yang lebih rendah dan suhu 60-65 derajat celcius saat proses pengomposan berakhir.

Loading...