Komposisi Media Semai Pembibitan Semangka Non Biji (Tanpa Biji)

0

Komposisi media semai yang digunakan dalam pembibitan semangka non biji merupakan campuran dari tanah, pupuk kandang, dan pupuk TSP (SP-36) atau NPK ditambah dengan insektisida karbofuran (Furadan, Curater, Indofuran, dsb).

Perbandingannya 2 ember tanah, 1 ember pupuk kandang, ditambah 150 g TSP (SP-36) yang dilembutkan atau 80 g NPK lembut, serta 75 g insektisida karbofuran.

Tanah media semai harus kering dan diusahakan dari kebun bambu. Tanah dari kebun bambu biasanya tidak terlalu liat dan berwarna hitam, karena banyak mengandung bahan organik.

Setelah ditampung, tanah yang telah dibersihkan dari serabut-serabut akar disaring dengan menggunakan penyaring pasir. Tanah lembut hasil saringan ini akan memudahkan akar bibit semangka berkembang.

Pupuk kandang pada media persemaian semangka non-biji diperlukan untuk menambah unsur hara, baik unsur hara makro (N,P,K,Mg,S) juga unsur hara mikro (Cu,CI,B,Mo,Mn,Zn, dsb). Pupuk kandang dapat juga memperbaiki struktur tanah, sehingga bila media persemaian yang digunakan agak liat, dengan pemberian pupuk kandang akan menjadi lebih remah.

Penambahan pupuk TSP (SP-36) atau NPK yang dihaluskan pada media persemaian semangka non-biji ditujukan untuk merangsang pertumbuhan perakaran bibit dan meningkatkan ketahanan bibit terhadap serangan hama dan penyakit. Penambahan insektisida karbofuran untuk mengendalikan serangan hama, terutama serangga dan nematoda yang terbawa di dalam tanah.

Sebagai wadah media semai dapat berupa plastik polybag berukuran 8 x 10 cm atau 6 x 10 cm. Plastik polybag semai itu ada yang berwarna bening, hitam dan putih susu, pertumbuhan bibit dalam plastik polybag bening lebih lambat dari pada bibit dalam plastik polybag hitam atau putih susu.

Plastik polybag hitam akan menyerap panas lebih banyak dan memberikan kesan gelap. Suasana gelap dan hangat dalam polybag hitam menyebabkan akar bibit lebih cepat berkembang, sehingga pertumbuhan bbit jadi lebih cepat.

Kedua ujung bagian bawah polybag harus dipotong kecil meyudut terlebih dahulu atau dibuat lubang tusukan pada bagian tengah polybag. Potongan menyudut atau lubang tusukan tersebut pada prinsipnya untuk tempat pembuangan air yang berlebihan. Kelebihan air yang tidak terbuang menyebabkan perakaran bibit kesulitan bernafas, sehingga bibit tanaman mati.

Semua bahan yang telah disiapkan untuk media semai, yaitu 2 ember tanah, 1 ember pupuk kandang, 150 g pupuk TSP (SP-36) atau 80 g NPK dan 75 g insektisida karbofuran tadi dicampur secara merata. Setelah itu, dimasukkan ke dalam plastik polybag semai. Pengisian media semai ini jangan terlalu penuh, cukup 90% saja dengan sedikit ditekan-tekan.

Satu campuran media tersebut cukup untuk 300-400 plastik polybag. Dalam satu hektare diperlukan 3.750 polybag semai untuk sistem hamparan dan 8.500 polybag semai untuk sistem turus (termasuk cadangan bibit untuk sulaman). Pengisian media semai ke polybag biasanya dikerjakan oleh tenaga wanita.

Baca :

Demikianlah informasi Komposisi Media Semai Pembibitan Semangka Non Biji (Tanpa Biji), semoga bermanfaat bagi Anda. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...