Mengapa Menggunakan Pupuk Organik?

0

Pengembalian bahan organik ke dalam tanah adalah hal yang mutlak dilakukan untuk mempertahanan lahan pertanian agar tetap produktif. Dua alasan yang selama ini sering dikemukan para ahli adalah:

  • Pengolahan tanah yang dangkal selama bertahun-tahun mengakibatkan menurunnya kandungan C dan N organik,
  • Penggunaan pupuk kimia seperti urea, KCL, dan TSP telah melampaui batas efesiensi teknis dan ekonomis, sehingga efesiensi dan pendapatan bersih yang diterima petani dari segi unit pupuk yang digunakan semakin menurun.

Kedua alasan tersebut memberikan dampak buruk bagi pertanian di masa mendatang, jika tidak dimulai tindakan antisipasinya.

Bahan Penyangga Tanah

Kandungan bahan organik dalam tanah semakin lama semakin berkurang. Selain penurunan kandungan bahan organik, terjadi pula kecenderungan penurunan pH pada lahan pertanian. Pemakaian pupuk kimia seperti urea dan ZA secara terus-menerus membuat kondisi tanah kian masam.

Bahan organik sering disebut sebagai bahan penyangga tanah. Tanah dengan kandungan bahan organik rendah akan berkurang kemampuan mengikat pupuk kimia, sehingga efesiensinya menurun akibat sebagian besar pupuk hilang melalui pencucian, fiksasi, atau penguapan.

Mengingat pentingnya fungsi dan peranan bahan organik bagi tanah serta makin intensifnya penggunaan pupuk kimia oleh petani maka sangatlah penting untuk mulai memperhatikan usaha pengembalian bahan organik ke tanah.

Keengganan sering timbul dalam pemakaian pupuk organik, karena proses pematangannya cukup lama, biaya tenaga kerja tinggi, transportasi yang mahal, dan organisme pengganggu tanaman masih mungkin terbawa dalam pupuk organik konvensional.

Penggunaan pupuk organik yang dipadukan dengan penggunaan pupuk kimia dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan pengurangan penggunaan pupuk kimia, baik pada lahan sawah maupun lahan kering. Telah banyak dilaporkan bahwa terdapat interaksi positif pada penggunaan pupuk organik dan pupuk kimia secara terpadu.

Penggunaan pupuk kimia secara bijaksama diharapkan memberikan dampak yang lebih baik di masa depan. Tidak hanya pada kondisi lahan dan hasil panen yang lebih baik, tetapi juga pada kelestarian lingkungan.

Beberapa hasil aplikasi penggunaan pupuk organik yang dipadukan dengan pupuk anorganik disajikan dalam tabel berikut ini.

Pemupukan akan memberikan hasil yang mendekati optimum, jika dalam pelaksanaannya memperhatikan 4 kunci “tepat”, yaitu tepat jelas, tepat dosis, tepat waktu, dan, tepat cara pemberian.

Mengingat hasil pemupukan pada jenis tanaman yang sama tidak selalu memberikan hasil sama baik maka ada hal lain yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan produksi lebih baik, yaitu sifat tanah seperti tingkat kesuburan, reaksi tanah, kadar air, sifat pupuk yang diberikan, pengolahan lahan, penyiangan, dan pemilihan bibit yang baik.

Loading...