Mengapa Sterilisasi Pupuk Organik Penting?

0

Para ahli mikrobiologi sering mempertanyakan kebenaran pupuk organik yang dipasaran dalam kondisi steril. Tentu saja arti steril disini bukan berarti bebas dari semua mikroorganisme seperti yang biasa disayaratkan dalam produk makanan.

Sterilisasi yang dimaksud adalah pembebasan dari mikroorganisme yang akan mengganggu tanaman seperti patogen, telur/larva hama, biji gulma, atau mungkin mikroorganisme penyebab sakit perut pada manusia yang dalam istilah kedokteran sering disebut enteric patogen. Contoh mikroorganisme enteric patogen yang sering terbawa dalam pupuk organik padat khususnya pupuk kandang adalah Escherichia coli.

Kotoran hewan dimungkinkan membawa patogen tumbuhan sehubungan dengan ransum/makanannya. Biji-bijian atau bahan tanaman makanan ternak bisa mengandung patogen-patogen dorman (dikenal penyakit benih atau didalam bahan/sisa tanaman seperti rumput) yang akan keluar bersama kotoran hewan.

Sedangkan biji gulma sering ditemukan pada pupuk kandang dari kotoran mamalia. Ini dikarenakan makanan utamanya adalah rumput-rumputan. Saat dimakan, terkadang biji-biji tersebut tidak tercerna sehingga saat dikeluakan masih dalam kondisi utuh, bahkan berkecambah. Keberadaannya selain akan mengganggu pertumbuhan tanaman pokok juga akan menambah biaya pengeluaran untuk penanganan bibit gulma tersebut.

Penggunaan pupuk organik steril dianggap lebih aman karena tidak menginfeksi mikroorganisme merugikan didalam tanah. Infeksi patogen ke dalam tanah (patogen soil borne yaiu yang dapat bertahan lama/dorman dalam tanah) sangat mengganggu tanaman yang dibudidayakan dalam jangka waktu lama dan perawatan pada tanah yang terinfeksi relatif sulit dan mahal.

Pupuk organik steril diharapkan dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme antagonis yang ada dalam tanah (indigenous) untuk menekan pertumbuhan patogen.

STERILISASI

Proses sterilisasi sederhana yang sering dilakukan adalah dengan cara mengalirkan uap panas (mengukus) bersuhu 70 derajat celcius selama 6-12 jam. Cara ini disebut sebagai sterilisasi metode uap. Ada pula proses sterilisasi lain, yaitu sterilisasi yang dilakukan dalam skala industri menggunakan mesin pemanas dan pendingin dengan suhu dan rentang waktu tertentu yang dapat diatur.

Penentuan besarnya perlakuan suhu dan rentang waktu yang dibutuhkan dalam proses sterilisasi ditentukan oleh kondisi bahan dan mikroorganisme yang akan dimusnahkan. Ini dikarenakan setiap mikroorganisme mempunyai ketahanan yang berbeda pada suhu tertentu. Standar suhu dan lamanya proses sterilisasi yang bisa dipakai disajikan dalam tabel berikut.

Sterilisasi sering dengan pemanasan langsung seperti menggosong atau membakar tidak dianjurkan karena akan merusak kandungan dan sifat fisik bahan organik.

Proses sterilisasi merupakan faktor penting dilakukan, terutama jika pupuk organik tersebut ditujukan untuk pasar luar negeri. Ini dikarenakan konsumen di negara-negara pengguna sangat memperhatikan aspek higienis. Sering kali produk dotolak karena masih membawa patogen manusia meskipun bebas dari patogen tanaman.

Baca : Jenis dan Kegunaan Pupuk Organik Padat

Demikianlah informasi Mengapa Sterilisasi Pupuk Organik Penting?, semoga bermanfaat bagi Anda. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...