Mengenal Pupuk Organik Padat dan Manfaatnya Bagi Kesuburan Tanah

0

Pupuk organik pada adalah pupuk organik yang terbuat dari bahan organik dengan hasil akhir berbentuk padat. Pemakaian pupuk organik padat umumnya dengan cara ditaburkan atau dibenamkan dalam tanah tanpa perlu dilarutkan dalam air.

Pupuk organik padat dapat dimasukkan dalam 3 kategori, yaitu 1) berdasarkan bahan penyusunnya maka pupuk organik padat termasuk pupuk alam, 2) berdasarkan cara pemberiannya termasuk dalam pupuk akar, karena pemberian hara-nya melalui akar, dan 3) berdasarkan kandungannya termasuk pupuk majemuk dan pupuk lengkap, karena kandungan hara-nya lebih dari satu unsur makro (N,P,K) dan unsur mikro (Ca,Fe, dan Mg).

Selain berfungsi sebagai pemberi unsur hara, pupuk organik padat juga sebagai penambah bahan organik di dalam tanah. Banyaknya bahan organik yang diberikan tergantung dari bahan dasar dan proses penguraiannya. Pupuk organik jadi (komersial) biasanya kandungan bahan organiknya dicantumkan dalam kemasan.

Pupuk organik padat lebih dulu dipakai petani dibandingkan dengan pupuk organik cair. Hal ini disebabkan oleh faktor pengetahuan dan ketersediaan bahan pupuk.

Sebagai contoh, bahan pupuk padat seperti humus banyak dijumpai pada lahan-lahan baru, pupuk kandang dari binatang pemeliharaan, dan kompos dari sampah organik yang dihasilkan sehari-hari.

Pupuk organik padat yang turun-temurun telah dipakai petani di Indonesia adalah pupuk organik konvensional. Pupuk tersebut diperoleh dari sebagian besar kotoran hewan ternak jenis mamalia (sapi, kambing, kerbau, babi, kuda), unggas (ayam, bebek), dan sebagian dari kompos.

Pupuk organik konvensional yang berasal dari pupuk kandang yang dipakai selama ini hanya melalui pengumpulan kotoran hewan ternak, kemudian ditumpuk selama 1-3 bulan untuk proses pematangan. Bahkan, terkadang proses pematangan dilakukan di dalam kandang dengan cara dibiarkan selama 1-2 bulan sebelum dipakai.

Baca : Apa sih Peranan Unsur NPK Bagi Tanaman? Bagaimana Jika Tanaman Kekurangan Unsur NPK?

Begitu pula dengan kompos yang berasal dari sampah atau limbah-limbah padat hanya melalui pengomposan selama 1-3 bulan tanpa ada proses tambahan sebelum diberikan kepada tanaman.

Pemberian pupuk organik langsung ke lahan seperti pupuk kandang, pupuk hijau, atau sampah organik yang belum terdekomposisi dan tanpa perlakuan penambahan aktvator (mikroorganisme pengurai) aan mengalami perubahan bahan organik sejak proses dekomposisi hingga kurun waktu 1 tahun.

Bentuk pupuk organik padat konvensional berupa serbuk kasar (tidak homogen) atau gumpalan-gumpalan dengan kandungan air yang masih tinggi sekitar 50-80%, tergantung dari bahan dasar dan proses pematangannya. Dari segi fisik, pupuk organik padat sangat volumunis (berbentuk bulk).

Namun, dengan kemajuan teknologi, bentuk volumunis tersebut dapat dihilangkan dengan cara menurunkan kandungan airnya, sehingga menjadi konsentrat. Bentuk konsentrat lebih kering dari pada pupuk konvensional, sehingga berat maupun tempat yang dibutuhkan jauh lebih kecil.

Pembuatan pupuk organik padat menjadi bentuk konsentrat akan mengefesienkan biaya pengangkutan, mempermudah penyimpanan, dan lebih tahan disimpan untuk kurun waktu yang lama.

Baca : Mengapa Menggunakan Pupuk Organik?

Demikianlah informasi Mengenal Pupuk Organik Padat dan Manfaatnya Bagi Kesuburan Tanah, semoga bermanfaat bagi Anda. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...