Mengenal Varietas Padi Tahan Penggerek Batang

0

Tinggnya curah hujan dan angin kencang yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia akhir-akhir ini, banyak menimbulkan berbagai masalah, seperti banjir yang melanda areal pertanian juga ledakan hama dan penyakit yang melanda tanaman.

Yang paling banyak dirasakan penurunannya adalah disebabkan oleh serangan sundep dan beluk yang disebabkan oleh hama penggerek batang kuning (PBK).

Jika ditelisik lebih dalam, terjadinya ledakan hama penggerek batang lebih banyak disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Semakin resistennya larva penggerek terhadap beberapa jenis insektisida sistemik,
  • Musnahnnya musuh alami penggerek batang,
  • Petani kurang memahami gejala serangan dan siklus hidup penggerek batang. Sehingga terlambat untuk melakukan pengantisipasian.

Berbeda dengan dengan hama wereng batang cokelat (WBC), tungro yang pola serangannya mudah kita amati, penggerek batang menyerang tanaman padi dengan meletakkan telur pada batang padi, sehingga melahirkan larva. Larva inilah yang merusak batang padi dengan memakan titik tumbuh tanaman dari dalam, sehingga sangat sulit untuk diantisipasi.

Penanganan yang dilakukan petani biasanya hanya dengan memanfaatkan insektisida, agens hayati, pesnab maupun dengan trichogramma sebagai musuh alami parasitoid. Namun sebenarnya, serangan penggerek batang bisa di antisipasi dengan menggunakan varietas padi yang tidak disukai penggerek batang.

Baca : Inilah Beberapa Musuh Alami Penggerek Batang Padi

Artikel ini terinspirasi oleh pengalaman seorang teman petani yang menanam varietas tertentu yang anehnya, hanya padinya yang selamat tidak parah terkena serangan penggerek batang. Sedangkan lahan di sisi kanan dan kiri sawahnya hancur terkena beluk.

Selidik punya selidik, ternyata petani tersebut menanam varietas padi Cigeulis. Ternyata fenomena ini pun diamini oleh Bapak Rasyidin dari Bima NTB. Beliau menceritakan kisah tetangganya yang memiliki sawah yang ditanami padi Cigeulis juga selamat dari serangan beluk, sedangkan punya beliau beluknya parah.

Ada apa dengan Cigeulis?

Cigeulis sendiri merupakan varietas padi sawah yang dilepas sejak tahun 2003, satu angkatan dengan varietas cibogo dan fatmawati. Postur tanaman dan bulirnya pun panjang ramping mirip dengan ciherang, sehingga mudah diterima oleh petani kita, yang membedakan hanya ketahanannya terhadap sundep dan beluk.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BPTP Sulawesi Selatan terhadap beberapa varietas padi diantaranya Cigeulis, Cimelati, Ciherang, Mekongga, Luk Ulo, Singkil, Pepe, dan Memberamo ditemukan fakta bahwa varietas Cigeulis paling tahan terhadap serangan penggerek batang. Penelitian ini dilaksanakan pada MT 2008 di kabupaten Pangkep seperti disajikan dalam Tabel dibawah ini:

Disebutkan pula secara teori bahwa varietas cigeulis memiliki aroma yang kurang menarik bagi imago dewasa untuk meletakkan telurnya. Perlu anda ketahui, ngengat memiliki kecenderungan meletakkan telur berdasarkan aroma yang diterima oleh sensornya.

Hal ini senada disampaikan oleh Oppennorth dan Welling (1989) bahwa suatu varietas akan tahan atau resisten terhadap suatu hama jika dia mampu menghasilkan suatu enzim yang dapat melawan enzim yang dihasilkan serangga.

Penelitian tersebut juga ditemukan fakta bahwa varietas Cigeulis memiliki tingkat serangan tikus terendah 7,19% pada masa vegetatif dibanding Pepe yang menempati urutan teratas 14,23%.

Baca : 5 Teknologi Pengendalian Penggerek Batang Padi (Stem Borer)

Demikian informasi mengenai Mengenal Varietas Padi Tahan Penggerek Batang, diharapkan tulisan ini dapat membantu petani dalam memilih varietas untuk mengantisipasi serangan penggerek batang di musim tanam mendatang. Silahkan kirim kritik dan saran via email di tim.unsurtani@gmail.com.

Dipublikasikan oleh : Fatkhurroji Bp3K Selopuro

Loading...