Pengendalian Bercak Daun Cokelat (Brown Spot) Pada Tanaman Padi

0
Penyakit Bercak Daun Cokelat (Brown Spot) Pada Tanaman Padi

Penyakit bercak daun coklat sangat umum pada tanaman padi di seluruh dunia. Penyakit ini menyebabkan kehilangan hasil baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Dilaporkan penyakit ini dapat mnyebabkan kehilangan hasil sampai 90%. Beberapa contoh pengaruh penyakit bercak coklat pada padi: kematian benih 1058 % di Filipina ; penurunan jumlah anakan, intensitas penyakit yang parah dan penurunan hasil 20-40% di India pada tahun 1973; intensitas penyakit yang parah dan penurunan hasil 30-43% di Nigeria pada tahun 1975; penurunan daya kecambah benih 40% dan penurunan tinggi bibit 20% di Sumatra pada tahun 1991.

Di Indonesia, penyakit ini banyak ditemukan pada pertanaman padi terutama di tanah-tanah marginal yang kurang subur, atau kahat unsur hara tertentu. Beberapa daerah padi gogorancah di Nusa Tenggara Barat, Bali, Gunung Kidul, Jawa Barat bagian selatan dan Lampung merupakan daerah endemik penyakit ini.

Hubungan antara terjadinya penyakit dengan ketersediaan unsur hara tanah sangat erat. Tanaman yang kurang sehat sangat mudah terserang penyakit ini. Pada kondisi tanah yang kahat unsur kalium penyakit bercak coklat dapat menimbulkan kerugian hasil 50 sampai 90 persen. Faktor lain yang berpengaruh adalah sistem drainase yang tidak baik, sehingga mengganggu terserapnya unsur-unsur hara.

Gejala

Gajala khas penyakit ini adalah adanya bercak coklat pada daun berbentuk oval yang merata di permukaan daun dengan titik tengah berwarna abu-abu atau putih. Titik abu-abu di tengah bercak merupakan gejala khas penyakit bercak daun coklat di lapang.

Gejala Penyakit Bercak Daun Tanaman Padi

Bercak yang masih muda berwarna coklat gelap atau keunguan berbentuk bulat. Pada varietas yang peka panjang bercak dapat mencapai panjang 1 cm. Pada serangan berat, jamur daopat menginfeksi gabah dengan gejala bercak berwarna hitam atau coklat gelap pada gabah.

Biologi dan Ekologi

Faktor utama yang berpengaruh terhadap infeksi adalah factor inang yang cocok untuk inisiasi terjadinya bercak coklat. Kondisi mendung, hujan, adanya embun, dan suhu 20-29C untuk beberapa hari dapat menyebabkan terjadinya penyakit yang parah.

Tanaman paling rentan pada saat pembungaan. Brown spot dapat terjadi dalam kisaran suhu yang luas. Penyakit ini akan lebih berkembang pada kondisi tanaman yang strees air. Infeksi terjadi pada kelembaban relatif yang tinggi (>89%) dan daun yang basah.

Patogen H. oryzae dapat bertahan dalam sisa tanaman terinfeksi lebih dari 3 tahun, tetapi sumber utama patogen adalah dari benih. Brown spot akan diperparah oleh kondisi tanah yang jelek, terutama rendahnya nitrogen, rendahnya potassium. Penyakit juga diperparah oleh rendahnya silika, mangan dan magnesium dalam tanah.

Suhu optimum untuk pertumbuhan dan sporulasi masing-masing adalah 30C dan 25C. Patogen ini secara umum dapat diisolasi dari permukaan daun dan batang tanaman padi. Perkecambahan konidia maksimum pada kondisi gelap dan minimum pada kondisi terang.

Pengendalian

Banyak literature yang menyebutkan pengendalian brown spot menggunakan fungisida. Beberapa metode juga telah dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini termasuk dengan managemen nutrisi tanah, varietas tahan, dan penggunaan bahan kimia pada banih dan tanaman.

Beberapa bahan kimia termasuk iprodione dan carbendazim, mancozeb dan propiconazole dapat menurunkan serangan patogen ini. Rabcide 50 WP merupakan fungisida yang dianjurkan untuk mengendalikan penyakit bercak daun coklat H. oryzae pada pertanaman padi gogo.

Penggunaan Pseudomonas fluorescens untuk seed treatment dan perendaman akar bibit juga telah dilakukan untuk pengendalian.

Baca Artikel Terkait: 

Demikian informasi tentang Pengendalian Bercak Daun Cokelat (Brown Spot) Pada Tanaman Padi, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...