Pengendalian Hama Pada Tanaman Kangkung Organik

0

Dengan adanya kesadaran masyarakat dunia kini cenderung hidup kembali ke alam. Masyarakat lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang alami dengan mengurangi penggunaan zat-zat kimia. Kecenderungan ini meningkatkan praktek pertanian organik. Dalam pertanian organik, penggunaan zat-zat sintetis dilarang.

Baca : Nutrisi Tanaman Hidroponik Yang Wajib Diberikan Ke Tanaman

Karena dilarangnya penyemprotan insektisida sintetis, tanaman kangkung pada pertanian organik sering diserang oleh hama tanaman. Hama-hama yang biasa menyerang tanaman kangkung ialah kumbang Chrysomelidae, kepik Coreidae, belalang, ulat daun, ulat grayak (Spodoptera litura), kutu daun (Myzus persicae dan Aphis Gossypii), dan wereng.

Hama pada tanaman kangkung di desa Bantarkambing ialah belalang (ordo Orthoptera), kutu tanaman (ordo Hemiptera-Homoptera), kumbang (ordo Coleoptera), dan ulat pelipat daun (ordo Lepidoptera). Gejala yang terlihat yaitu daun berlubang-lubang. Gejala ini kemungkinan disebabkan oleh belalang. Didaerah Ciapus, Bogor, serangan belalang pada daun kangkung cukup serius. Lebih dari 50% daun dimakan oleh belalang.

  • Serangan kutu tanaman menyebabkan pucuk kangkung menjadi kering. Hal ini karena cairan tanaman pada pucuk dihisap oleh kutu.
  • Gejala serangan kumbang yang berukuran kecil, daun menjadi tergores-gores.
  • Gejala serangan ulat pelipat daun, ujung daun dilipat oleh ulat, ulat ini berada didalam lipatan tersebut. Ulat memakan daun dengan meningkatkan lapisan epidermis.

Secara umum serangan serangga-serangga penganggu pada tanaman kangkung di Desa Bantarkambing, Kecamatan Semplak, Kabupaten Bogor tidak menjadi masalah yang serius. Namun demikian serangan hama dengan gejala daun berlubang-lubang dianggap cukup serius, karena mempengaruhi kualitas kangkung tersebut.

Oleh karena itu untuk mengendalikan serangan hama tersebut atau pencegahan serangan hama tersebut, lahan yang ditanami kangkung tersebut dikurung dengan kasa yang memiliki lubang kecil-kecil, sehingga serangga seperti belalang tidak dapat masuk atau hinggap pada tanaman kangkung. Apabila penggunaan kasa tersebut dirasa mahal, maka untuk mengendalikan hama secara umum dapat dilakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida nabati.

Insektisida Nabati

Untuk mengendalikan hama secara umum, insektisida nabati dapat dibuat dengan bahan-bahan seperti:

  • Daun mimba 8 kg,
  • Lengkuas 6 kg,
  • Serai 6 kg,
  • Sabun cair beberapa tetes,
  • Air 20 liter

Daun mimba, lengkuas, dan serai ditumbuk halus. Tambahkan 20 liter air, aduk hingga merata, lalu diamkan selama 24 jam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus. Larutan hasil penyaringan ditambah sabun cair beberapa tetes saja dan diencerkan dengan 60 liter air, bisa digunakan untuk 1 hektare. Semprotkan pada tanaman.

Dalam pertanian organik, penggunaan sabun cair diganti dengan buah lerak.

Pengendalian Ulat Grayak dan Wereng

Menurut pustaka bisa dikendalikan dengan membuat insektisida nabati dari bahan-bahan seperti:

  • Daun sirsak segar 250 gram,
  • Air 0,5 liter,

Daun sirsak yang masih segar ditumbuk halus, ditambah dengan air, kemudian disaring. Tambahkan air 14 liter pada hasil saringan dan ramuan siap untuk disemprotkan pada tanaman yang terserang hama.

Pengendalian Kutu Tanaman

Ramuan untuk mengendalikan kutu tanaman ialah:

  • Daun pamor-pamor atau kitolod 2,5 kg,
  • Air 7,5 liter.

Daun pamor-pamor atau kitolod ditumbuk (diblender) sampai halus, kemudian tambahkan air (konsentrasi 25%) dan difermentasikan selama 1 hari. Selanjutnya ekstrak disaring dan ditambah sabun cair. Semprotkan pada tanaman.

Pengendalian Belalang dan Ulat

Ramuan untuk mengendalikan hama belalang dan ulat, bahan yang digunakan ialah:

  • Daun sirsak segar 20 lembar,
  • Daun tembakau satu genggam,
  • Sabun colek 20 gram dan,
  • Air 20 liter.

Daun sirsak dan tembakau ditumbuk halus, tambahkan sabun cair / sabun colek aduk dengan 20 liter air, endapkan selama 24 jam. Disaring dengan kain halus dan diencerkan dengan 50-60 liter air, aplikasi dengan cara disemprotkan pada tanaman.

Demikianlah informasi Pengendalian Hama Pada Tanaman Kangkung Organik. Informasi ini akan diperbarui secara berkala menyesuaikan kebutuhan dan permintaan dari para pembaca. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...