Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri (Kresek) Pada Tanaman Padi

0

Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) atau yang biasa disebut “Kresek” disebabkan oleh Xanthomonas oryzae (Xoo). Merupakan penyakit penting pada tanaman padi sawah di negara-negara penghasil padi di dunia, termasuk Indonesia.

Penyakit ini pada tahun 2003 di Indonesia dilaporkan 25403 Ha. Luas tambah serangan pada tahun 2004 sekitar 37229 ha Kehilangan hasil pada tingkat infeksi berat. Berkisar antara 20-30% dan mungkin dapat mencapai 50%.

Di Indonesia kerugian hasil oleh penyakit ini diperkirakan 15-25% tiap tahun (Yamamoto et. al., 1977). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat keparahan 20% dalam sebulan sebelum panen, penyakit hawar daun bakteri sudah mulai menurunkan hasil.

Diatas keparahan itu hasil padi turun 4% tiap kali penyakit bertambah parah sebesar 10%. Varietas padi yang diinokulasi HDB menunjukkan peningkatan jumlah gabah hampa dan penurunan kadar protein.

GEJALA PENYAKIT

Penyakit hawar daun bakteri bersifat sistemik dan merusak tanaman pada berbagai fase pertumbuhan. Gejala penyakit ini dapat dibedakan dalam 3 macam yaitu gejala layu kresek pada tanaman muda atau tanaman dewasa yang peka gejala hawar, dan gejala daun kuning pucat pada tanaman.

Gejala lain yang sering terjadi didaerah tropis adalah daun berwarna kuning pucat pada tanaman dewasa dan daun tua berwarna hijau normal. Kadang-kadang pada helaian daun terdapat garis berwarna hijau pucat.

ORGANISME PENYEBAB

Bakteri bentuk batang berukuran 1,2 X 0,8-1,0 Um, flagel 0,6-0,8 um. Gram negatif, tanpa spora. Bakteri ditutupi oleh capsul yang mucous. Pigmnen berwarna kuning tidak larut dalam air.

Karakter physiologgi aerobik, tidak mencairkan gelatin, tidak menghasilkan amonia. Menghasilkan H2S sedikit. Tidak menghasilkan indol, jika difermentasi tidak mengkoagulasi susu, litmus menjadi merah, dan menghasilkan asam dari gula.

NUTRISI DAN PHYSIOLOGI

Bakteri Xanthomonas oryzae pv. Oryzae tumbuh baik pada media Wakimoto terdiri dari kentang 300 gr, Ca (NO3)2 4 H2O 0,5 gr, Na2HPO4 12 H2O 2 gr, pepton 5 gr, ssucrose 20 gr dan agar 15 gr. pH optimum 6-6,5, temperatur optimum 26-30 C.

VIRULENSI

Pengujian dengan menggunakan varietas differensial Indonesia

VARIETAS TAHAN

Pengendaliaan utama HDB adalah dengan menggunakan varietass tahan. Dilaporkan telah ada varietas yang menunjukkan tahan terhadap HDB.

PENGENDALIAN HDB

Pengendalian HDB harus menggunakan beberapa konsep pengendalian yang terdiri dari beberapa komponen yang terintegrasi.

  • Penggunaan varietas tahan seperti conde dan Angke. Varietas ini merupakan IR64 yang sudah diberi gen ketahanan xa5 dan Xa7.
  • Tanam dengan menggunakan konsep PTT ( Pengelolaan Tanaman Terpadu).

Konsep PTT yakni,

  • Menggunakan varietas unggul baru,
  • Pemilahan benih berkualitas,
  • Pengairan berselang
  • Penyiangan dengan gasrok
  • Penggunaan bahan organik jerami yang sudah dikomposkan, atau kotsoran hean (kohe) yang sudah dikomposkan.
  • Pemupukan urea berdasakan BWD. Penggunaan urea berdasarkan BWD, Penggunaan urea berdasaarkan PHSL Penggunaan urea berdasaaarkan KEPMEN.
  • Monitoring hama penyakit dengan konsep PHT,
  • Panen dengan perontok

Demikianlah informasi Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri (Kresek) Pada Tanaman Padi, semoga bermanfaat bagi Anda. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Referensi:
PPPTP Balitbangtan, Petunjuk Teknis Hama Penyakit Tanaman padi, 2007, Ebook.

Loading...