Pengendalian Penyakit Kerdil Hampa dan Kerdil Rumput Akibat Wereng Cokelat

0

Penyakit kerdil hampa merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1977. Penyakit kerdil hampa terdapat di Jawa, Sumatra, Bali, Sulawesi, dan Lombok.

Pada tahun 1999, dilaporkan penyakit ini menyerang pada tanaman padi di Jawa Barat seluas 49.917 ha. Infeksi menyebabkan hasil tanaman menurun atau bahkan tidak menghasilkan biji.

Di Indonesia, kehilangan hasil mencapai 53-82% jika 34-76% pertanaman terinfeksi. Gejala penyakit kerdil hampa antara lain tanaman memendek, daun bendera melintir, dan malai tidak keluar atau keluar sebagian. Dari malai yang sebagian keluar, gabah biasanya hampa.

Baca : Cara Ampuh Atasi Hama Burung Pada Tanaman Padi

Tanaman membentuk anakan bercabang dan terjadi bengkakan sepanjang tulang daun. Warna daun yang terinfeksi tidak berbeda dengan daun tanaman sehat, dan seringkali daun tetap berwarna hijau meskipun sudah lewat masa berbunga. Tinggi tanaman berkurang 40%-50% bervareasi tergantung varietas.Tanaman terserang menghasilkan gabah yang hampa.

Biologi dan Ekologi

Virus kerdil hampa hanya dapat ditularkan oleh wereng coklat Nilaparvata lugens. Virus ditularkan wereng coklat secara persisten. Periode laten di dalam tubuh serangga berkisar antara 5-11 hari setelah menghisap anaman sakit dengan ratarata antara 9-10 hari.

Periode makan untuk memperoleh virus antara 3-5 jam, dan periode makan inokulasi minimum 1 jam. Setelah menghisap virus, serangga tersebut dapat menularkan pada tanaman sehat dalam jangka waktu selama hidupnya. Tetapi virus tidak diturunkan pada keturunannya melalui telur. Virus kerdil hampa tidak ditularkan melalui air, tanah, biji, maupun secara gesekan mekanik.

Gejala

Kerdil hampa menghasilkan beberapa gejala malformasi pada daun seperti daun bergerigi (ragged) dan melintir (twisting). Daun tanaman sakit berwarna hijau tua. Malai dari tanaman yang sakit hanya keluar sebagian dan gabah yang dihasilkan hampa.

Tanaman yang terinfeksi biasanya bertahan sampai dewasa, tetapi hanya menghasilkan sedikit malai yang kecil berwarna coklat dan bulirnya hampa. Jika infeksi terjadi ketika tanaman sudah dewasa biasanya gejalanya tidak akan berkembang sebelum panen tetapi muncul pada singgangnya setelah panen.

Pengendalian

Untuk pengendalian penyakit kerdil hampa maupun kerdil rumput dapat dilakukan dengan pengintegrasian beberapa cara pengendalian dalam satu sistem terutama ditujukan untuk mengendalikan vektor wereng cokelat, yaitu dengan cara penanaman varietas tahan, penghilangan suber virus, cara bercocok tanam, pengendalian biologi, penyemprotan pestisida berdasarkan hasil pengamatan.

1. Penanaman Varietas Tahan

Di wilayah endemis wereng cokelat agar tidak terjadi serangan maka pada musim hujan harus menggunakan varietas yang tahan terhadap hama ini sesuai dengan biotipe yang berkembang di satu lokasi.

Varietas tahan wereng coklat yang bisa Anda gunakan antara lain Varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW)-1 dan 2.

VUTW-1 merupakan varietas yang tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1, yaitu PB26, PB28, PB30, PB34, Citarum, Asahan, dan Brantas.

VUTW-2 yang tahan terhadap wereng cokelat biotipe 2 yaitu PB32, PB36, PB38, PB42, Ayung, Cimandiri, dan Cisadane. Selain itu Kelara dan PB56 adalah varietas yang tahan wereng cokelat biotipe Sumatera Utara.

2. Menghilangkan Sumber Infeksi

Untuk mengurangi penyebaran penyakit kerdil rumput maupun kerdil hampa pada tanaman padi, bisa anda gunakan cara-cara sebagai berikut yaitu dengan cara mencabut dan membenamkan tanaman yang sudah terinfeksi, sisa-sisa tanaman, dan ratun.

Selain itu, segera lakukan cara sanitasi secara selektif terhadap tanaman yang diduga dapat berfungsi sebagai inang virus atau wereng cokelat.

3. Cara bercocok Tanam

Pengendalian penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput yang perlu dilakukan dalam bercocok tanam padi adalah dengan melakukan pergiliran tanaman (padi dengan palawija), pengaturan air irigasi, dan pemupukan berimbang.

Pergiliran tanaman dengan tanaman palawija dapat memutus daur hidup wereng cokelat maupun wereng hijau, karena kedua hama tersebut hanya berkembang dengan baik pada tanaman padi. Tanaman palawija merupakan tempat berlindung musuh alami hama wereng yaitu laba-laba.

Baca : Mengatasi Penyakit Bakteri Daun Bergores Pada Tanaman Padi

Pengaturan air irigasi disini cukup penting, karena kondisi pengairan dapat mempengaruhi kelembaban di bawah kanopi. Nimfa wereng cokelat tidak dapat berkembang dengan baik pada kelembaban di bawah kanopi kurang dari 60% (Isichaikul et al.,1994).

Pengeringan sawah dapat meningkatkan kematian nimfa wereng cokelat. Pemberian pupuk urea yang berlebihan malah dapat menyebabkan tanaman sangat baik untuk perkembangan wereng cokelat.

4. Pengendalian dengan cara Biologi

Pengendalian secara biologi bisa dilakukan dengan memanfaatkan musuh-musuh alami wereng cokelat seperti jenis laba-laba (Lycosa) dan kepik (Cyrtorhinus Microvelia). Laba-laba sulit dikembangbiakkan secara massal karena sifatnya yang kanibal.

Sedangkan beberapa predator dari jenis kepik dapat diperbanyak dengan cara yang lebih mudah dibandingkan dengan jenis laba-laba, sehingga dapat dilepas dengan teknik inundasi.

5. Penggunaan Pestisida

Insektisida yang ampuh untuk mengendalikan hama wereng cokelat dan wereng punggung putih yaitu fipronil dan imidakloprid. Jenis insektisida buprofezin dapat digunakan untuk pengendalian wereng cokelat populasi generasi 1 dan 2, sedangkan imidakloprid dan fipronil untuk wereng cokelat generasi 1, 2, 3 dan 4.

Sedangkan bahan kimia nabati yang dapat anda gunakan untuk membunuh wereng cokelat yaitu ekstrak tanaman nimba. Penggunaan pestisida nabati tidak bisa disamakan dengan insektisida anorganik. Penggunaan pestisida nabati dianjurkan mulai dari saat populasi wereng cokelat masih di bawah ambang kendala.

Baca : Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri (Kresek) Pada Tanaman Padi

Demikian informasi tentang Pengendalian Penyakit Kerdil Hampa dan Kerdil Rumput Akibat Wereng Cokelat, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...