Pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Pepaya

0

Penyakit patek (antraknosa) yang menyerang buah pepaya disebabkan oleh patogen (Colletotrichum gloeosporioides). Serangan antraknosa biasanya muncul pada buah yang belum matang, biasanya yang masih bewarna hijau.

Gejalanya muncul bercak-bercak cokelat, ada pula yang kehitaman pada buah yang diserang. Gejala awal buah pepaya terserang antraknosa yaitu ditandai dengan adanya kebasah-basahan dan terdapat cekungan pada buah tersebut.

Bercak-bercak kemudian berubah menjadi kehitaman, kemudian menjadi merah muda ketika jamur menghasilkan spora daging di bawah titik menjadi berair dan lembut, yang menyebar ke seluruh bagian buah pepaya.

Pada daun juga dapat dilihat adanya bintik-bintik yang akhirnya berubah menjadi kecokelatan. Sedangkan pada buah, gejala muncul hanya pada saat buah matang dan mungkin tidak terlihat di waktu panen (Semangun 2000). Gejala yang terlihat yaitu adanya area cekung di permukaan buah pepaya, yang kemudian menjadi besar membentuk lesion. Hal ini mengakibatkan daging buah pepaya menjadi lebih lembut dan cepat membusuk.

Penyebab penyakit

Penyakit antraknosa disebabkan oleh C. gloeosporioides, patogen ini mempunyai aservulus berbentuk bulat, jorong, tidak beraturan, berseta atau tidak. Seta memiliki panjang yang variabel, bersekat 1-4, bewarna cokelat, pada pangkal agak membengkak dengan ujungnya meruncing yang biasa membentuk konidium pada ujungnya.

Daur Penyakit

C. gloeosporioides merupakan patogen yang umum terdapat di berbagai komoditas buah-buahan. Patogen ini merupakan parasit lemah yang dapat menginfeksi dan berkembang pada jaringan yang telah menjadi lemah, khususnya karena proses penuaan.

Patogen ini dapat menginfeksi melalui bekas luka pada buah atau lentisel. Konidium jamur disebarkan oleh hembusan angin dan air hujan. Infeksi buah banyak terjadi dari konidium yang berasal dari bercak pada daun dan tangkai daun.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit Antraknosa

Faktor ini ditentukan oleh kondisi lingkungan dan penanganan buah pepaya. Penyakit antraknosa banyak ditemukan pada kebun-kebun buah yang lembab, pada tanah pH 5,5 atau lebih rendah. Kerusakan lebih banyak terjadi pada buah yang luka.

Pengendalian

Pengendalian berbasis PHT dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Usahakan jangan sampai membuat luka pada buah,
  • Bersihkan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang berpenyakit,
  • Atur jarak tanam ketika menanam benih pepaya,
  • Jangan menanam pepaya secara tumpangsari dengan tanaman lain yang dapat menjadi inang C. gloeosporioides,
  • Pemetikan buah pada saat buah masih bewarna hijau dll (Lim 1984).

Demikian informasi tentang Pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Pepaya, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...