Perlakuan Benih Semangka Non Biji

0

Untuk memudahkan perkecambahan benih semangka dan mematikan bibit penyakit yang terbawa benih, dapat dilakukan perlakuan benih sebelum penanaman ke dalam polibag. Perlakuan benih (seed treatment) ini sangat berbeda antara semangka non-biji dengan semangka berbiji.

Benih semangka non-biji mempunyai daya kecambah benih yang lebih rendah (< 75%) dibandingkan dengan benih semangka berbiji (85-90%). Semangka non-biji mempunyai ukuran benih yang lebih besar dan lebih tebal dibandingkan benih semangka berbiji.

Mengingat harga benih semangka non-biji yang cukup mahal, perlu diupayakan cara-cara untuk meningkatkan daya kecambah benih. Cara-cara perlakuan benih yang dapat dilakukan seperti penipisan kulit benih, peretakkan/peregangan mulut benih, pencucian dan pencelupan benih dalam larutan fungisida atau bakterisida, serta pemeraman benih.

1. Penipisan Kulit Benih

Kulit benih semangka non-biji sangat tebal, sehingga menyulitkan air (H20) dan gas oksigen (O2) yang diperlukan dalam perkecambahan masuk ke dalam benih. Untuk memudahkannya, kulit benih semangka non-biji harus ditipiskan terlebih dahulu.

Penipisan pada kedua sisi kulit benih ini dilakukan dengan menggunakan amplas (jangan terlalu kasar). Caranya dengan menggosok-gosokkan sisi benih yang melingkar (pangkal benih) pada amplas 2-3 kali, kemudian diulangi untuk sisi satunya.

Tujuan lain dari penipisan kulit benih ini untuk mempermudah membukanya daun lembaga pada saat muncul di permukaan tanah. Apabila tidak ditipiskan terlebih dahulu, biasanya kulit benih masih menempel sehingga menyulitkan perkembangan daun lembaga.

2. Peretakkan atau Peregangan Mulut Benih

Mulut (ujung) benih semangka non-biji harus sedikit diretakkan (dibuka) agar air dan oksigen dapat masuk untuk memudahkan proses perkecambahan. Alat yang diperlukan untuk peretakkan/peregangan benih adalah gunting kuku.

Peretakan ini dapat dilakukan sebelum ataupun setelah pengamplasan sisi-sisi benih. Jadi, tidak harus pengamplasan dulu baru peretakan mulut benih.

Cara peretakkan mulut benih semangka non-biji sebagai berikut.

  • Peganglah pangkal benih (bagian yang membulat) dengan menggunakan tangan kiri.
  • Masukkan mulut benih dengan posisi horisontal (tidak rebah) pada bagian rongga gunting kuku. Mulut benih menghadap ke kanan.
  • Tahanlah tangkai gunting kuku bagian atas dengan jari telunjuk tangan kanan, sementara ibu jari siap menekan gunting kuku. Penahanan ini dimaksudkan agar peretakan mulut benih tidak terlalu keras yang dapat merusakkan benih.
  • Tekan tangkai gunting kuku secara perlahan, sampai terdegar bunyi “klik” pertanda mulut benih telah retak. Penekanan tangkai gunting kuku yang terlalu kuat akan menyebabkan mulut benih pecah dan keping biji retak yang mengakibatkan benih tidak dapat berkecambah.

Berdasarkan pengalaman, peretakkan mulut benih semangka non-biji tidak harus menggunakan gunting kuku, tang kecil seperti gunting juga dapat digunakan, asalkan waktu peretakkan mulut benih tidak terlalu keras, sehingga endosperm tidak rusak.

Bahkan peretakkan benih dengan menggunakan mulut seperti layaknya memakan kwaci juga dapat dilakukan. Namun, cara ini harus dilakukan oleh orang-orang yang sudah biasa mempraktekkannya, karena resiko benih rusak cukup besar.

Ada hal lain yang perlu diperhatikan, karena peretakkan benih dilakukan satu per satu, maka sebagian besar benih yang akan diretakkan sebaiknya tetap disimpan dalam kemasan. Bila semua benih yang akan diretakkan ditaruh di udara bebas, benih akan cepat menyerap uap air, sehingga suar untuk diretakkan.

3. Pencucian dan Pencelupan Benih

Benih-benih semangka non-biji sebaiknya harus dicuci terlebih dahulu sebelum diperam. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan lendir-lendir yang masih menempel.

Menurut beberapa peneliti di Taiwan dan Jepang, diduga lendir-lendir pada benih semangka non-biji dapat menghambat proses perkecambahan, karena lendir menghalangi masuknya air dan oksigen kedalam benih.

Baca : Sterilisasi Media Semai Budidaya Semangka Non Biji

Untuk melindungi bibit dari serangan penyakit rebah kecambah, setelah pencucian benih, dilakukan perendaman benih ke dalam larutan fungisida. Benih-benih dimasukkan ke dalam plastik yang telah dilubangi untuk pengatusan.

Kemudian, benih dalam plastik tersebut dicelup selama 5-10 menit ke dalam larutan fingisida. Fungisida yang biasa digunakan yaitu Previcur N (propamocarb hydrochloride) dengan konsentrasi 2 ml/l. Pencelupan hanya dilakukan selama 5-10 menit saja, karena mulut benih sudah diretakkan, sehingga kalau terlalu lama, benih bisa mati.

4. Pemeraman Benih

Setelah benih ditiriskan dari pencelupan larutan fungisida, benih dikeluarkan dari plastik dan selanjutnya dibungkus dalam lipatan handuk basah atau kertas koran basah. Lipatan handuk/koran basah berisi benih ini dimasukkan ke dalam kaleng pemeraman yang dapat dibuat dari kaleng bekas biskuit.

Bagian dasar kaleng diberi pasir bersih setebal 5 cm yang dilapisi kertas koran. Lapisan pasir dan kertas koran ini harus senantiasa lembap. Untuk membuat kondisi hangat (25-30 derajat Celcius) dalam ruang pemeraman diberikan lampu 15 Watt.

Pemeraman dilakukan kurang lebih selama 1-2 malam, tergantung kondisi benih. Setiap 4-6 jam harus senantiasa dikontrol kelembapan lipatan handuk/kertas koran maupun lapisan pasir yang ditutupi kertas koran. Apabila kondisinya kering, harus diperciki air agar tetap lembap.

Benih selesai diperam telah tumbuh calon akar (radikel) sepanjang 2-3 mm. Apabila terlalu panjang, ada kemungkinan calon akar patah, sehingga kecambah gagal menjadi calon bibit.

Tidak semua benih akan seragam dalam waktu pemeramannya, oleh karena itu benih yang telah muncul calon akarnya (1-3 mm) harus segera disemai di plastik polibag, sedangkan benih yang belum muncul calon akarnya harus diperam lagi.

Baca : Cara Menghasilkan Benih Semangka Non Biji (Triploid/3N)

Demikianlah informasi Perlakuan Benih Semangka Non Biji, semoga bermanfaat bagi Anda. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...