Sasaran Penggunaan Pupuk Organik Padat

0

Hilangnya bahan organik yang banyak dilaporkan disebabkan oleh penglahan lahan dan panen. Persentase terbesar kehilangan bahan organik saat panen terjadi pada lapisan atau tanah (top soil).

Untuk mengembalikan bahan organik ke dalam tanah perlu dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik padat. Pemupukan sebaiknya dilakukan setiap awal penanaman.

Pada dasarnya aplikasi semua bentuk pupuk organik padat baik untuk tanah dan tanaman. Namun dengan beredarnya berbagai bentuk yang ada dipasaran berarti konsumen diberikan pilihan untuk mencari bentuk yang sesuai bagi tanaman yang dibudidayakan, baik dari segi manfaat, tenaga, maupun kalkulasi secara ekonomi sehingga didapatkan hasil optimal.

Ketidakpraktisan pupuk organik konvensional yang paling dirasakan adalah besarnya biaya tenaga kerja yang meliputi biaya angkut dan tebar, karena dosis pupuk konvesional yang digunakan per hektare saat ini sekitar 10-20 ton. Selain itu, bau yang masih menyengat sangat mengganggu lingkungan, baik selama pemakaian maupun penyimpanan.

Baca : Mengapa Sterilisasi Pupuk Organik Penting?

Pupuk organik padat konsentrat seperti bentuk butiran, pelet, dan tablet akan mempunyai rentang wakyu yang berbeda dalam pelepasan unsur hara. Rentang waktu pelepasan unsur hara ditentukan oleh populasi jasad remix, pH, kelembapan, ukuran, serta kepadatan (kekerasan) pupuk.

SASARAN PUPUK ORGANIK PADAT

Berdasarkan ukuran dan bentuk pupuk, dapat ditentukan sasaran pemakaian yang disesuaikan dengan kelompok atau jenis tanaman. Pupuk organik bentuk serbuk akan lebih efektif pemakaiannya dari pada bentuk lain untuk jenis tanaman dengan umur panen pendek (40-80 hari tanam) seperti sayuran (daun bawang dan selada).

Pupuk organik bentuk butiran lebih cocok untuk jenis tanaman dengan umur panen sekitar 100-180 hari seperti cabai, tomat, dan jagung. Sementara pupuk organik bentuk tablet lebih efisien pemakaiannya untuk tanaman tahunan seperti tanaman perkebunan dan kehutanan.

Penggunaan pupuk organik bentuk tablet disesuaikan dengan jenis tanaman dimaksudkan untuk menhindari terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti pupuk masih belum terurai, padahal panen sudah dilakukan. Berarti unsur hara yang diberikan tidak efetif dalam mendukung pertumbuhan tanaman.

Demikianlah informasi Sasaran Penggunaan Pupuk Organik Padat, semoga bermanfaat bagi Anda. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...