Sejarah Semangka Non Biji (Tanpa Biji)

0

Semangka non-biji (seedless) pada dasarnya merupakan hasil rekayasa genetika yang dilakukan manusia dibidang pertanian hortikultura. Secara genetis, semangka non-biji mempunyai susunan khromosom triploid (3N), sedangkan semangka berbiji mempunyai susunan khromosom diploid (2N).

Penelitian semangka non-biji dimulai oleh Jepang pada tahun 1938 dengan ahli pemulia tanamannya yang terkenal yaitu Profesor Hitoshi Kihara dan Dr. Norio Kondo. Pada tahun 1950-an petani Jepang sudah mulai membudidayakan semangka non-biji, sedangkan Amerika baru mulai menelitinya.

Namun akhir-akhir ini Taiwan muncul sebagai kekuatan baru di sektor industri benih hibrida unggul, sehingga tidaklah mengherankan apabila benih-benih semangka berbiji maupun non-biji yang beredar dipasaran saat ini berasal dari Taiwan.

Tidak jarang timbul pertanyaan bagaimana cara menghasilkan benih semangka non-biji tersebut, padahal semangka non-biji tidak menghasilkan biji sebagai benih? Semangka non-biji (3N) merupakan semangka hibrida F1 (F hybrid) hasil persilangan antara semangka jantan diploid (2N) dengan semangka betina tetraploid (4N).

Semangka diploid (2N) adalah semangka berbiji yang biasa kita makan, sedangkan semangka tetraploid (4N) dihasilkan melalui proses perlakuan kimiawi dengan zat colchicine. Pada artikel berikutnya saya akan bahas secara singkat mengenai semangka tetraploid (4N) sebagai induk dari semangka non-biji dan teknik persilangan menghasilan benih semangka non-biji.

Demikianlah informasi Sejarah Semangka Non Biji (Tanpa Biji). Informasi ini akan diperbarui secara berkala menyesuaikan kebutuhan dan permintaan dari para pembaca. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...