Sterilisasi Media Semai Budidaya Semangka Non Biji

0

Pada budidaya semangka non biji dimusim hujan, media semai sebaiknya disterilkan terlebih dahulu, karena biasanya bibit banyak terserang penyakit rebah batang (damping off). Sterilisasi media semai menggunakan fumigan tanah, misalnya Basamid G (dazomet).

Dalam hal ini Basamid memiliki multifingsi, yaitu sebagai insektisida, fungisida, nematisida, bakterisida, dan herbisida pratumbuh. Hal ini dikarenakan gas methyl isothiocynate yang dihasilkan Basamid G akan mematikan serangga, cendawan, nematoda, bakteri, dan benih gulma yang terbawa tanah.

Apabila menggunakan Basamid G, penggunaan insektisida karbofuran sudak tidak diperlukan lagi. Satu hal penting yang perlu diperhatika dalam penggunaan Basamid G adalah cara pengaplikasiannya.

Langkah-langkah sterilisasi media semai dengan fumigan Basamid G sebagai berikut.

1) Campurkan 150-200 g Basamid G dalam 1 meter kubik media semai. Aduk sampai rata. Pencampuran dan pengadukan harus menggunakan sarung tangan, karena Basamid G bersifat iritasi terhadap kulit.

2) Campurkan adukan tanah dan Basamid G tadi dengan pupuk kandang dan pupuk TSP (SP-36)/NPK yang telah disiapkan. Adulah semua bahan secara merata. Tempatkan campuran media semai yang telah dicampur Basamid G tadi pada suatu tempat yang rata, misalnya dilantai yang sebelumnya telah dibersihkan.

3) Sirami campuran tadi agar gas yang dikeluarkan segera bekerja. Aduk-aduklah sekali lagi. Padatkan campuran tadi dengan stamper atau injak-injaklah agar memadat. Sirami lagi hinggan mencapai kondisi kapasitas lapang. Kondisi kapasitas lapang berarti tidak terlalu becek maupun terlalu kering.

4) Tutuplah dengan plastik (dapat pula mulsa PHP) campuran media semai tadi agar gas yang dikeluarkan basamid G bekerja menyelimuti tanah media semai.

5) Plastik penutup dibuka setelah 7-10 hari, kemudan aduk-aduklah campuran media semai tadi dengan tujuan agar sisa-sisa gas segera hilang. Ulangi dengan sesekali disiram air. kemudian angin-anginkan sambil sesekali diaduk selama 7-14 hari.

6) Lakukan uji perkecambahan untuk mengetahui apakah sisa-sisa gas dari basamid G tadi benar-benar hilang. Siapkan 10 lembar plastik polibag, dengan 5 Polibag diisi dengan campuran media semai yang telah disterilisasi dengan Basamid sebagai perlakuan dan 5 polibag sisanya diisi dengan media semai, yang belum disterilisasi sebagai kontrol.

Tanamkan pada kesepuluh polibag tadi benih kacang hijau dengan kedalaman 1 cm. Amati setelah 4 hari, apabila benih kacang hijau pada kesepuluh polibag tadi menunjukkan pertumbuhan yang sama, maka dapat disimpulkan bahwa sisa-sisa gas pada media semai yang disterilisasi telah benar-benar hilang.

Apabila benih kacang hijau pada 5 polibag semai perlakuan tidak tumbuh, maka media semai yang disterilisasi tadi masih terdapat sisa-sisa gas Basamid G.

Untuk hal ini, diperlukan waktu tunggu 4-7 hari lagi, kemudian dilakukan uji kecambah lagi sampai pertumbuhan bibit kacang hijau antara perlakuan dengan kontrol sama. Apabila sisa-sisa gas telah hilang maka media semai tadi telah dapat digunakan sebagai media semai.

7) Isikan media semai yang telah steril tersebut kedalam polibag dan benih semangka non biji siap untuk disemaikan.

Demikianlah informasi Sterilisasi Media Semai Budidaya Semangka Non Biji, semoga bermanfaat bagi Anda. Segala macam kritik, saran, dan pertanyaan bisa disampaikan via email di tim.unsurtani@gmail.com atau melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di unsurtani.com.

Loading...