Syarat Pertumbuhan Jamur Untuk Pembudidayaan

0

Faktor fisik mempunyai hubungan dengan keperluan nutrisi bagi pertumbuhan jamur. Faktor yang akan diuraikan dibawah ini ialah suhu, pH, aerasi, cahaya, dan kelembapan.

1. Suhu

Suhu menjadi faktor penting bagi pertumbuhan jamur. Suhu ekstrem, yaitu suhu minimum dan maksimum merupakan faktor yanh menentukan pertumbuhan jamur, sebab dibawah batas suhu minimum dan di atas suhu maksimum jamur tidak akan hidup. Suhu ekstrem sangat penting dalam menentukan lintasan dan distribusi suatu spesies jamur di jagat raya ini.

Berdasarkan pada kisaran suhu, jamur dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu jamur psikrofil, jamur mesofil, dan jamur termofil. Kelompok psikrofil merupakan jamur yang mempunyai suhu minimum dibawah 0 derajat celcius, suhu optimum antara 1-17 derajat celcius, dan pada suhu diatas 20 derajat celcius jamur ini sudah tidak dapat hidup.

Kelompok kedua yaitu jamur mesofil memiliki suhu minimum diatas 0 derajat celcius, suhu maksimum dibawah 50 derajat celcius, dan suhu optimal antara 15-40 derajat celcius. Kelompok ketiga yaitu termofil, yang mempunyai suhu minimum diatas 20 derajat celcius, suhu maksimum 50 derajat celcius atau lebih, dan suhu optimum sekitar 35 derajat celcius atau lebih.

Kisaran suhu untuk mertumbuhan miselium pada umumnya lebih luas dibandingkan untuk pembentukan tubuh buah jamur. Suhu optimum yang diperlukan untuk pembentukan tubuh buah umumnya lebih rendah dari pada untuk pertumbuhan miselium.

2. pH

Pengaruh pH terhadap pertumbuhan jamur tidak dapat dinyatakan secara umum karena bergantung pada beberapa faktor, seperti ketersediaan ion logam tertentu, permeabilitas membran sel yang berhubungan dengan pertukaran ion, produksi CO2 atau NH3, dan asam organik.

Di laboratorium umumnya jamur akan tumbuh pada kisaran pH yang cukup luas yaitu antara 4,5-8,0 dengan pH optimum antara 5,5-7,5 atau bergantung pada jenis jamurnya. Kisaran pH untuk pertumbuhan miselium yang optimum umumnya berbeda dengan yang diperlukan untuk pembentukan tubuh buah jamur. Kisaran pH untuk pertumbuhan jamur konsumsi disajikan pada tabel dibawah ini.

3. Aerasi

Dua komponen penting dalam udara yang berpengaruh pada pertumbuhan jamur, yaitu oksigen dan karbon dioksida. Oksigen merupakan unsur penting dalam respirasi sel. Sumber energi didalam sel dioksidasi menjadi karbon dioksida dan air sehingga energi menjadi tersedia. Karbon dioksida dapat berakumulasi sebagai hasil dari respirasi oleh jamur sendiri atau respirasi oleh organisme lainnya.

Akumulasi karbon dioksida yang terlalu banyak dapat mengakibatkan salah satu bentuk pada tubuh buah jamur. Pada Agaricus bisporus pengaruh karbon dioksida dapat menyebabkan tangkai menjadi sangat panjang dan pembentukkan payung tidak normal.

Adanya karbon dioksida sebanyak 5% dapat mengakibatkan Schizophyllum commune tidak membentuk tubuh buah. Oleh karena itu, ventilasi sangat diperlukan dalam fase pembentukkan tubuh buah.

4. Cahaya

Kebanyakan jamur, kecuali Agaricus, memerlukan cahaya untuk awal pembentukan tubuh buah dan perkembangannya yang normal. Untuk pembentukan tubuh buahnya, jamur Flammulina velutipes memerlukan cahaya yang efektif dengan panjang gelombang 435-470 nano meter.

Namun, untuk kebanyakan jamur kebutuhan cahaya ini secara tepat belum diketahui. Satu hal penting yang diketahui yaitu hanya sejumlah kecil diperlukan dalam jumlah relatif besar. Dalam praktik dapat digunakan lampu fluoresen dengan cahaya yang remang-remang sudah cukup untuk pembentukan dan perkembangan tubuh buah jamur.

5. Kelembapan

Secara umum jamur memerlukan kelembapan relatif yang cukup tinggi. Kelembapan relatif sebesar 95-100% menunjang pertumbuha maksimum pada kebanyakan jamur.

Baca : Jenis-jenis Jamur Yang Bisa Dikonsumsi

Demikian informasi tentang Syarat Pertumbuhan Jamur, Untuk Budidaya Jamur, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...