Usaha Budidaya Ikan Diwajibkan Memiliki Sertifikat GAP

0
Usaha Budidaya Ikan Diwajibkan Memiliki Sertifikat GAP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun ini akan mewajibkan para pembudidaya memiliki sertifikat Good Agricultural Practice (GAP). Sertifikasi tersebut diberlakukan untuk mempercepat dan mempermudah proses ekspor produk perikanan.

Direktur Jendral Perikanan Budidaya KKP Slamet Subiakto mengatakan, dengan adanya sertifikasi tersebut, semua produk perikanan asal Indonesia akan mudah masuk tanpa harus melalui tahap uji lab di negara tujuan ekspor.

“Sertifikat ini sudah diakui oleh dunia dan menjamin produk tersebut aman dikonsumsi,” ujar Slamet.

Dalam sertifikat ini berisi penjelasan secara mendetail dari tiap-tiap tahap meliputi pra produksi, produksi, hingga pasca produksi.

Dengan adanya sertifikasi GAP tersebut diharapkan mampu menggenjot jumlah ekspor produk perikanan budidaya sekitar 20-30% ke depannya.

Tak hanya itu saja, dengan setiap pembudidaya memiliki sertifikasi GAP tentu dapat meningkatkan harga yang lebih menguntungkan. Agar program sertifikasi GAP ini berjalan dengan baik, pemerintah juga sudah melakukan sosialisasi kepada asosiasi perikanan sejak tahun 2016.

Hingga saat ini baru ada sekitar 10.000 dari total 5 juta pembudidaya ikan yang sudah memiliki sertifikasi GAP tersebut.

Sebelumnya pemerintah juga sudah mempunyai badan sertifikasi dengan nama Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro). LSPro dikelola oleh KKP dan sertifikasi ini bersifat gratis.

Rencananya, IndoGAP ini akan bersifat independen dengan dikelola oleh pihak swasta dan akademisi, namun untuk pembuatan sertifikasi ini bakal dikenakan biaya.

Slamet juga meminta proses sertifikasi ini tidak berbelit-belit. Untuk mempermudah memperoleh sertifikasi ini, rencananya akan dibuka cabang disetiap provinsi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo mengataan dengan adanya sertifikat ini, bisa meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas produk perikanan dari Indonesia.

“Saya harap ini (sertifikat INDOGAP) juga gratis,” katanya, Jumat (30/12/2016).

Bila tidak berubah, sertifikasi INDOGAP bakal mulai dibuka pada Juni 2017 nanti. (TYT/AK)

Loading...