Cara Menyortir Ikan Lele dalam Pembibitan

0

Dalam budidaya lele, proses pernyortiran mutlak dilakukan saat tahap pembenihan. Penyortiran ini dimaksudkan untuk memperoleh keseragaman ukuran ikan lele. Karena ikan lele memiliki sifat kanibal (memakan sesama), dan lele yang besar cenderung akan memangsa lele yang lebih kecil. Pada tahan pembibitan, kanibalisme ini sering sekali terjadi.

Terjadinya ketidakseragaman ukuran ikan lele biasanya disebabkan karena pemberian pakan ikan lele yang tidak merata, sebab lainnya yaitu karena sewaktu menetas tidak bersamaan, ini sudah hal lumrah terjadi khusunya dalam pembudidayaan ikan lele.

Jika tidak dilakukan penyortiran bisa menyebabkan populasi ikan lele di dalam kolam cepat berkurang, sehingga hal ini bisa mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Oleh karena itu, dalam budidaya ikan proses penyortiran merupakan proses yang wajib dilakukan, baik pembesaran ataupun pembenihan ikan.

Penyortiran tidak boleh sembarangan, harus memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk penyortiran. Penyortiran dilakukan ketika ukuran ikan sudah terlihat tidak merata.

Yang Harus disiapkan

  • Kolam penyortiran
  • Waring/hapa
  • Serokan
  • Baskom
  • Bak sortir sesuai
  • Kolam untuk hasil sortir
  • Air tandon

1 hari sebelum dilakukan penyortiran, sebaiknya ikan dipuasakan terlebih dahulu, ini dilakukan untuk menghindari ikan memuntahkan pakan maupun ikan menjadi lemah, dan pastikan ikan yang hendak di sortir dalam kondisi sehat bebas penyakit.

Siapkan kolam berisi air baru 50% dan air lama 50%, kolam ini digunakan untuk menebar ikan hasil sortiran. Anda bisa menggunakan air tandon atau yang sudah di campur dengan air lama, tujuanya agar ikan tidak stres ketika dipindahkan ke kolam baru.

Untuk lebih amannya yaitu air kolam lele yang hendak di sortir, airnya di ambil sekitar 30% (bagian atas) lalu dimasukan ke dalam kolam hasil sortir dengan menambahan air baru sesuaikan ketinggian air kolam. Saran saya, ketinggian air sebaiknya 40 cm ke atas karena suhu lebih stabil.

Untuk mempermudah penyortiran, masukkan waring atau hapa kedalam kolam, lalu pada ujung-ujung nya diikat agar permukaan hapa tidak tenggelam.

Siapkan bak sortir untuk memisahkan ukuran sesuai dengan keinginan, biasanya dalam tahap penyortiran ikan itu dipisahkan menjadi 3 ukuran yakni ikan berukuran besar, sedang dan kecil.

Proses Penyortiran Ikan

Sebaiknya penyortiran dilakukan pada pagi atau sore hari, karena cuaca tidak begitu terik, saya sendiri lebih suka penyortiran dilakukan pada sore hari alasannya waktu lebih panjang di bandingkan pagi hari.

Tahap selanjutnya yaitu mengurangan air kolam yang hendak di sortir, pengurangan air hendaknya diatur keluaran airnya agar ikan tidak terhisap ke saringan keluar. Sisakan air sekitar 15%.

Nah, selanjutnya lakukan penyerokan ikan, bagi yang menggunakan pipa outlet tinggal tampung dengan serokan di pipa outlet tersebut dan dipindahkan ke baskom.

Ikan lele yang telah terkumpul di baskom, kemudian di masukan kedalam happa, lakukan hal seperti diatas sampai benar-benar ikan sudah disortir semua.

Untuk menghemat kolam, hapa bisa anda batasi menggunakan pembatas menggunakan kayu bambu atau lainnya seperti gambar di bawah ini.

Sortir ikan usahakan harus hati-hati, jangan sampai ikan terluka, karena bisa menyebabkan ikan menjadi stres dan lain lain.

Berikut beberapa masalah yang sering timbul dalam penyortiran ikan lele yang tidak benar

  • Penyakit moncong putih
  • Penyakit Aeromonas (borok atau bintik merah pada kulit ikan)

Oleh karena itu dalam proses penyortiran ikan lele, kita harus mengetahui cara dan teknik sortir lele yang baik dan benar, agar meminimalisirkan kematian ikan.

Simak juga Kapan dan Bagaimana Mengganti Air Kolam Lele Yang Tepat?

Demikian informasi tentang Cara Menyortir Ikan Lele dalam Pembibitan. Semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...