Cara Tepat Untuk Mengetahui Tingkat Kesuburan Tanah

0

Tanah merupaan salah satu media tumbuh tanaman, baik tanaman semusim maupun tanaman tahunan. Tanah terdiri atas udara (20-30%), air (20-30%), bahan mineral (45%), dan bahan organik (5%).

Tanah sifatnya sangat dinamis yaitu terus-menerus mengalami perubahan, yang dipengaruhi oleh iklim (curah hujan dan suhu), bentuk wilayah (bentuk permukaan tanah), bahan induk, waktu, dan organisme.

Berdasarkan iklim, dikenal iklim basah (CH > 2000 mm/l) dan iklim kering (CH < 2000 mm/th). Berdasarkan ketinggian tempat, terdiri atas lahan kering dataran rendah (0-700 mdpl) dan dataran tinggi (> 700 mdpl).

Jika dikombinasikan antara iklim dan ketinggian tempat, maka lahan di Indonesia dikelompokkan menjadi empat yaitu 1) lahan kering dataran rendah iklim basah, 2) lahan kering dataran rendah iklim kering, 3) lahan kering dataran tinggi iklim basah, dan 4) lahan kering dataran tinggi iklim kering.

Faktor eksternal yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah adalah iklim. Komponen iklim tersebut dalam wujud intensitas sinar matahari, curah hujan, tingkat kelembapan, dan kecepatan angin. Selain iklim, ada juga faktor bahan induk, campur tangan manusia, topografi, dan vegetasi.

Jadi kesuburan tanah harus dipertahankan agar tetap terjaga baik, sehingga usaha tani yang dilakukan di atasnya dapat memberikan hasil yang tinggi. Berikut cara yang tepat untuk mengetahui tingkat Kesuburan tanah.

1. Melakukan analisis contoh tanah

Contoh tanah diambil di lapangan kemudian dianalisis dilaboratorium terhadap beberapa variabel antara lain: pH, kapasitas tukar kation, nitrogen, kalum, fosfor, kalsium, magnesium, (hara makro), dan hara mikro seperti Fe, Cu, Zn, B, Mo, dll, bahan organik, tekstur tanah, dan sebagainya.

2. Melakukan pengamatan terhadap keragaan tanaman

Kekurangan unsur hara di dalam tanah dapat memperlihatkan gejala-gejala pertumbuhan tertentu pada tanaman. Misalnya kekurangan unsur hara besi (Fe) aan menyebabkan chlorosis, kekurangan hara nitrogen (N) menyebabkan tanaman kerdil dan sebagainya.

3. Melakukan Analisis Jaringan Tanaman

Bagian-bagian tertentu tanaman, misalnya daun tanaman diambil berdasarkan aturan yang ada kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengetahui jumlah unsur hara di dalam tanaman.

4. Melakukan Percobaat Pot

Tanah diambil dari suatu tempat kemudian dimasukkan ke dalam pot, diberi perlakuan yang ada kontrolnya (tanpa pupuk misalnya), lalu ditanami jenis tanaman tertentu, dan kemudian diamati pertumbuhan dan perkembangannya.

5. Melakukan Percobaan Lapangan

Melakukan percobaan lapangan pertumbuhan dan produksi tanaman (biological test) di lapangan dengan menggunakan berbagai jenis dan jumlah pupuk tertentu, sehingga dapat diketahui kekurangan unsur hara yang perlu ditambahkan ke dalam tanah bentuk pupuk untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman dalam mencapai tingkat produksi tertentu.

6. Melakuan Survei Kesuburan di Lapangan

Misalnya survei status hara tertentu. Contoh menentukan status hara P dan K lahan sawah, dengan menggunakan kriteria tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan kadar hara P dan K dalam tanah sawah. Survei ini selain untuk mengetahui status hara P dan K, juga bisa digunakan untuk menentukan rekomendasi pemupukan, dan kebutuhan pupuk disuatu wilayah.

Seluruh lahan sawah di Indonesia sudah dipetakan status hara P dan K-nya pada skala 1:250.000, sebagian bahkan sudah dipetakan pada skala 1: 50.000. Berdasarkan pemetakan tersebut saat ini sudah tersedia rekomendasi pemupukan N, P, dan K sampai tingkat kecamatan. Bahkan informasi tersebut dapat diakses secara langsung dengan menggunakan handphone dan internet, yaitu KATAM Terpadu.

7. Status Kesuburan Tanah Lahan Sawah dan Lahan Kering Menggunakan Kriteria yang Berbeda

Lahan kering menggunakan parameter yang lebih banyak untukk menentukan suatu lahan itu apakah mempunyai tingkat kesuburan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Kriteria yang digunakan adalah pH, kadar bahan organik, kadar kation tukar, KTK, kadar P, kadar K, dan kadar AI.

Baca : Mengenal Pupuk Organik Padat dan Manfaatnya Bagi Kesuburan Tanah

Demikian informasi tentang Cara Tepat Untuk Mengetahui Tingkat Kesuburan Tanah, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Referensi:
I Wayan Suastika, dkk, 2014, “Pengelolaan Tanah dan Pupuk Untuk Pertanian”, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Loading...