Ciri-Ciri Tanaman Kekurangan Unsur Hara Makro dan Mikro

0


wp booster error:
td_api_base::mark_used_on_page : a component with the ID: td_smart_list_6 is not set.

wp booster error:
Missing parameter: 'file'

wp booster error:
Missing smart list: td_smart_list_6. Did you disabled a tagDiv plugin?

Kekurangan Unsur Hara Nitrogen (N)

  • Warna daun hijau agak kekuningan. Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
  • Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil.
  • Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum waktunya.
  • Dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun, sedangkan selnya sendiriberukuran kecil-kecil.
  • Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari bagian bawah terus ke bagian atas.

Kekurangan Unsur Hara Fosfor (P)

  • Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, abatng, dan daun.
  • Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Pada tepi daun, cabang, dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat berubah menjadi kuning.
  • Hasil tanaman yang berupa bunga, buah, dan biji merosot.
  • Buahnya kerdil-kerdil, nampak jelek, dan lekas matang.

Kekurangan Unsur Hara Kalium (K)

  • Kekurangan kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, akrena gejala ini jarang ditampakan ketika tanaman masih muda.
  • Daun-daun berbuah jadi mengerut alias keriting dan kadang-kadang mengkilap, terutama pada daun tua, tetapi tidak merata. Selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampak menguning, warna seperti ini tampa pula di antara tulang-tulang daun pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor (merak coklat), sering pula bagian yang berbercak ini jatuh, sehingga daun tampak bergerigi dan kemudian mati.
  • Batangnya lemah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil.
  • Buah tumbuh tidak sempurna kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah, dan tidak tahan simpan.
  • Pada tanaman kelapa dan jeruk, buah jadi mudah gugur.
  • Bagi tanaman berumbi, hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah.

Kekurangan Unsur Hara Kalsium (Ca)

  • Daun-daun muda selain berkeriput, juga mengalami perubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara tulang-tulang daun, jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati.
  • Kuncup-kuncup muda yang telah tumbuh akan mati.
  • Pertumbuhan sistem perakarannya terhambat, kurang sempurna malah sering salah bentuk.
  • Pertumbuhan tanaman demikian lemah dan menderita.

Kekurangan Unsur Hara Magnesium (Mg)

  • Daun-daun tua mengalami klorosis (berubah menjadi kuning) dan tampak di antara tulang-tulang daun, sedangkan tulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau. Bagian di antara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadi kuning dengan bercak-bercak merah kecoklatan.
  • Daun-daun mudah terbakar oleh terinya sinar matahari, karena tidak mempunyai lapisan lilin, karena itu banyaj yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut.
  • Pada tanaman biji-bijian, daya tumbuh biji kurang/lemah, kalaupun tumbuh akan nampak lemah sekali.

Kekurangan Unsur Hara Belerang (S)

  • Daun-daun muda mengalami klorosis (berubah menjadi kuning), perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilap keputih-putihan, dan kadang-kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya.
  • Perubahan warna daaun dapat pula menjadi kuning sekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning dan hijau, seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada daun tanaman teh dibeberapa tempat di Kenya yang terkenal dengan sebutan Tea Yellow atau Yellow Disease.
  • Tanamn tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek, dan kurus, batang tanaman berserat, berkayu dan berdiameter kecil.
  • Pada tanaman tebu yang menyebabkan rendemen gula rendah.
  • Jumlah anakan terbatas.

Kekurangan Unsur Hara Besi (Fe)

  • Gejala-gejala yang tampak utamanya pada daun muda, mula-mula secara setempat-setempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuning-kuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati.
  • Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kuning, dan ada pula yang menjadi putih.
  • Gejala selanjutnya yang lebih hebat terjadi pada musim kemarau, daun-daun muda banyak yang menjadi kering, dan berguguran.
  • Pertumbuha tanaman seolah terhenti, akibatnya daun berguguran dan akhirnya mati mulai dari pucuk.

Kekurangan Unsur Hara Mangan (Mn)

  • Pada daun-daun muda di antara tulang-tulang dan secara setempat-setempat terjadi klorosis dari warna hijau menjadi warna kuning yng selanjutnya menjadi putih.
  • Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi-sisi dari tulang.
  • Jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga praktis bagian-bagian tersebut mati, mengering, ada kalanya yang terus mengeriput, dan ada pula yang jatuh sehingga daun tampa menggerigi.
  • Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, terutama pada tanaman sayuran tomat, seledri, kentang, dan lain-lain, begitu juga pada tanaman jeruk, tembakau, dan kedelai.
  • Pada tanaman gandum, bagian tengah helai daun berwarna coklat, kemudian patah.
  • Pembentukan biji-bijian kurang baik (jelek).

Baca : Peranan Unsur NPK dan Mg Bagi Tanaman

Demikian informasi tentang Ciri-Ciri Tanaman Kekurangan Unsur Hara Makro dan Mikro, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...