Inilah Jenis Itik Petelur Yang Banyak diternakan di Indonesia

0

Unsurtani.com – Ada banyak jenis itik petelur yang banyak diternakan di Indonesia, apa saja? mari kita bahas satu per satu. Itik merupakan salah satu komoditas ternak unggas yang menghasilkan telur dan daging.

Ternak itik memiliki peran yang cukup penting dalam mendukung ketersediaan protein hewani yang murah dan mudah diperoleh. Usaha peternakan itik sebagai alternatif sumber pendapatan mulai banyak diminati baik oleh masyarakat di pedesaan.

Usaha peternakan itik petelur memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan usaha peternakan ayam. Nilai jual telur itik lebih tinggi dibanding dengan telur ayam ras, karena telur itik dijual dengan harga butiran.

Selain itu, ternak itik lebih mampu mencerna ransum dengan serat kasar yang lebih tinggi, sehingga harga pakan dapat lebih murah. Dibandingkan dengan ayam kampung, itik memiliki produktivitas telur yang lebih tinggi dan lebih menguntungkan apabila dipelihara secara intensif terkurung sepenuhnya.

Keberhasilan usaha ternak itik ditentukan oleh berbagai faktor diantaranya yaitu:

  • Kualitas bibit,
  • Prosedur pemeliharaan,
  • Kualitas dan cara pemberian pakan,
  • Sistem usaha dan analisa keuangan, dan
  • Pengalaman dalam memelihara.

Untuk memperoleh tingkat keuntungan yang optimal dari usaha ternak itik, maka semua faktorfaktor tersebut harus diperhatikan dan dijalankan dengan benar dan tepat.

Terdapat beberapa jenis itik petelur yang berkembang di Indonesia, antara lain: Itik Alabio, Itik Magelang, Itik Mojosari, Itik MA (Mojosari Alabio), Itik Cihateup, Itik Tegal, Itik Bali, dan lain-lain. Masing-masing jenis itik tersebut diberi nama sesuai dengan daerah utama pengembangannya dan mempunyai keunggulan tersendiri.

A. Jenis Itik Petelur

1. Itik Alabio

Itik Alabio merupakan itik lokal unggul dwi fungsi yaitu mempunyai kapasitas produksi telur yang tinggi dan potensial sebagai penghasil daging. Itik ini telah lama diusahakan di Kalimantan Selatan, terutama di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), dan Hulu Sungai Utara (HSU).

Berikut ciri-ciri Itik Alabio:

  • Warna bulu coklat dengan bintik-bintik putih di seluruh badan,
  • Terdapat garis putih di sekitar mata,
  • Warna bulu pada itik jantan cenderung gelap dan terdapat beberapa helai bulu suri berwarna hijau kebiruan mengkilap pada sayap,
  • Warna paruh dan kaki kuning terang,
  • Bobot badan betina umur 6 bulan 1,60 kg dan jantan 1,75 kg,
  • Produksi telur rata-rata 220-250 butir/ekor/tahun,
  • Itik Alabio jantan yang dipelihara sebagai penghasil daging memiliki bobot badan yang lebih tinggi dibandingkan Itik Bali dan Tegal

2. Itik Magelang

Itik Magelang atau sering juga disebut Itik Kalung atau Plontang berasal dari daerah Sempu, Ngadirejo, Kec. Secang, Magelang, Jawa Tengah. Penyebarannya meliputi Magelang, Ambarawa, dan Temanggung.

Berikut ciri-ciri Itik Magelang:

  • Pada itik jantan terdapat bulu putih yang melingkar sempurna di sekitar leher setebal 1-2 cm berbentuk seperti kalung.
  • Warna bulu dada, punggung dan paha didominasi warna coklat tua dan muda.
  • Ujung sayap putih (plontang)
  • Kaki hitam kecoklatan
  • Warna paruh hitam
  • Produksi telur 131 butir/ekor/tahun

3. Itik Mojosari

Itik Mojosari adalah salah satu itik petelur unggul lokal yang berasal dari Kecamatan Mojokerto, Jawa Timur. Itik Mojosari tersebar di wilayah Indonesia dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha komersial, baik pada lingkungan tradisional maupun intensif. Itik Mojosari terdiri dari dua jenis yaitu Mojosari Coklat dan Mojasari Putih. Itik ini berproduksi lebih tinggi dibandingkan Itik Tegal, telurnya cukup besar, rasanya enak, dan digemari konsumen.

Berikut ciri-ciri Itik Mojosari:

  • Warna bulu kemerahan dengan variasi coklat kehitaman.
  • Pada itik jantan 1-2 bulu ekor melengkung ke atas.
  • Warna paruh dan kaki hitam.
  • Berat badan dewasa rata-rata 1,7 kg.
  • Produksi telur rata-rata 230250 butir/tahun

4. Itik Mojosari Alabio (MA)

Itik ini merupakan hasil persilangan dua jenis itik petelur unggulan yaitu antara Itik Mojosari dan Itik Alabio. Keunggulan dari Itik MA antara lain pertumbuhan badan lebih cepat, umur pertama bertelur lebih pendek, produktivitas telur tinggi, dan konsistensi produksi lebih cepat.

Produktivitas telur Itik MA pada umur 8 bulan mencapai 80% dengan bobot telur 69,7 gram, dan rataan produksi 253 butir/tahun. Selain itu, itik ini memiliki kemampuan adaptasi terhadap lingkungan baru yang cukup bagus.

5. Itik Cihateup

Itik Cihateup merupakan komoditas ternak unggas lokal di Provinsi Jawa Barat. Itik ini berkembang di daerah Tasikmalaya dan sangat potensial sebagai penghasil telur. Peran Itik Cihateup dalam menunjang perekonomian petani cukup besar.

Produktivitas itik ini sangat tinggi yaitu rataan produksi telur dapat mencapai 290 butir per ekor per tahun, tingkat kematian dewasa sekitar 2-5%, dan memiliki adaptasi yang cukup tinggi terhadap kondisi lingkungan agraris.

6. Itik Tegal

Itik Tegal merupakan itik yang berasal dari daerah Brebes atau Tegal, Jawa Tengah. Penyebarannya meliputi daerah Pantura, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Berikut ciri-ciri Itik Tegal:

  • Warna bulu kecoklatan pada seluruh bagian tubuh dengan totol kecoklatan yang agak jelas pada dada, punggung, dan sayap bagian luar.
  • Paruh dan kaki berwarna hitam.
  • Kepala kecil dan warna mata merah.
  • Memiliki paruh yang panjang dan melebar pada ujungnya.
  • Leher langsing, panjang, dan bulat.
  • Sayap menempel erat pada badan dan ujung bulu-bulunya saling menutupi di atas ekor.
  • Bentuk badan hampir tegak lurus, langsing seperti botol, dan langkah tegap.
  • Produksi telur 43% per hari

7. Itik Bali

Itik ini berkembang di daerah Bali dan Lombok dan merupakan itik lokal petelur unggul.

Itik Bali memiliki warna bulu yang cenderung lebih terang. Paruh dan kakinya berwarna abu-abu kehitaman, umumnya memiliki jambul, dan bentuk leher kecil memanjang.

Demikian informasi tentang Inilah Jenis Itik Petelur Yang Banyak diternakan di Indonesia. Semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...