Peranan dan Perkembangan Teknik Kultur Ovari

0

Unsurtani.com – Melalui teknik kultur jaringan dapat dihasilkan penyediaan bibit yang bebas penyakit dan dalam jumlah banyak, sebagai contoh di Taiwan pada tahun 1983 terjadi penurunan produksi pisang karena serangan penyakit panama (Fusarium wilt).

Hal yang sama juga terjadi di Amerika Selatan yang menyebabkan kerusakan tanaman pisang lebih dari 40.000 ha selama periode 50 tahun (Hwang dan Ke, 1987).

Kemudian pada tahun 1984, Negara Taiwan mengembangkan tanaman pisang yang bebas penyakit Panama melalui teknik kultur jaringan. Program ini sangat penting bukan hanya menyediakan bibit yang bebas bibit penyakit saja, tetapi juga sebagai jalan keluar untuk mengatasi kontinuitas/kesinambungan produksi sehingga tidak terjadi suatu saat produksi rendah atau sebaliknya saat yang lain produksi melimpah.

Demikian halnya dalam hal penyediaan bibit perkebunan pisang, Vuyesteke dan Delanghe (1985) melaporkan bahwa untuk mendapatkan bibit dari anakan yang tiap anakan pisang hanya memberikan (5-10) anakan per tahun, belum bisa menutupi kebutuhan bibit untuk perkebunan pisang yang besar, belum lagi dituntut keseragaman dan kualitas bibit.

Dengan melalui teknik kultur jarigan, bila setiap 2 bulan didapatkan enam tunas per eksplan maka akan didapatkan lebih dari empat puluh lima ribu bibit tanaman per tahun.

Simak juga Cara Pembuatan Larutan Stok, Media MS, Stok Hara Mikro Kultur Jaringan

Adanya kemajuan teknik kultur jaringan telah merangsang peneliti untuk mengembangkan metode kultur ovary atau kultur ovul untuk mendapatkan varietas baru darisuatu spesies.

Organ untuk perkembangbiakan pada tanaman baik itu pollen maupun ovul mempunyai 1 N kromosom yang apabila ditumbuhkan melalui teknik kultur jaringan akan mendapatkan suatu tanaman yang haploid, dan apabila dilanjutkan melalui metode penggandaan kromosom akan mendapatkan tanaman varietas baru bersifat homozigot.

Gunawan (1988) menyatakan bahwa ada beberapa hasil penelitian tentang kultur ovul muda yang belum dibuahi, sebagai contoh pada Solanum melongena, Zea mays, Gossypium hirsutum, terjadi pada masa tahun 1970-an, kemudian pada tahun 1980-an terdapat beberapa penelitian lagi kultur ovul dari dari Gerbera jamesonii, Nicotiana tabacum dan Hellianthus annus.

Zhou et al. cit Gunawan (1988) telah melakukan penelitian mengenai kultur ovul padi selama 4 tahun. Chen et al. (1985) telah mampu mendapatkan planlet tanaman haploid karet melalui kultur uvary unpollinated tanaman karet.

Simak juga Cara Membuat Bibit Pisang Kultur Jaringan

Wu (1990) melakukan penelitian pada tahun 1990-an, memperlihatkan pengaruh beberapa komposisi media tumbuh yang berbeda untuk pembentukan kalus embrioid dan defferensiasi kalus kultur ovary poplar yang juga merupakan teknik untuk mendapatkan tanaman poplar haploid.

Loading...