Potensi Budidaya Singkong Dilahan Entisol dibawah Tegakan Hutan Jati

0


wp booster error:
td_api_base::mark_used_on_page : a component with the ID: td_smart_list_6 is not set.

wp booster error:
Missing parameter: 'file'

wp booster error:
Missing smart list: td_smart_list_6. Did you disabled a tagDiv plugin?

Pada saat ini Perum Perhutani mengelola lebih kurang 2,4 juta hektar kawasan hutan di Pulau Jawa dan Madura. Sekitar 1,75 juta hektar di antaranya adalah hutan produksi. Lahan di bawah tegakan hutan muda potensial dimanfaatkan untuk pertanian.

Perhutani secara berkala melakukan penebangan dan penanaman tanaman hutan baru pada areal yang cukup luas. Di samping itu, euforia kebebasan yang terjadi pada awal reformasi berupa penjarahan dan penebangan hutan oleh masyarakat, me nyisakan lahan terbuka atau berupa hutan produksi berumur muda.

Apabila 10% dari luasan hutan produksi berupa pertanaman muda (kurang dari 5 tahun) maka peluang untuk budidaya tanaman pangan (ubi kayu) tersedia cukup luas. Dengan sentuhan teknologi berupa varietas unggul dan teknologi budidaya yang sesuai, dapat dipastikan hasil ubi kayu akan meningkat nyata.

Karakteristik Lahan

di Bawah Tegakan Hutan Jati KPH Blora

Hasil analisa contoh tanah yang diambil dari 5 titik menunjukkan bahwa tanah bereaksi agak masam (5,3–5,9). Kadar N tanah sangat rendah (0,14 %), C organik rendah (1,89%), Kalium rendah 0,37 me/100g, tetapi kadar P2O5 tinggi (19,46 ppm) (Tabel 1). Fisik tanah pada kategori ringan (berpasir).

Teknologi Produksi Ubi Kayu

  1. Lahan yang dipilih adalah hutan jati yang berumur dibawah 5 tahun.
    2. Jarak tanam tegakan pohon jati 3 m x 3m.
    3. Tanah diolah dan dibuat dua guludan searah diantara tegakan pohon jati dengan jarak 1 m, sehingga jarak antar guludan dengan tegakan juga 1 m (Gambar 1).
    4. Jarak tanam ubi kayu dalam guludan 80 cm.
    5. Waktu tanam : awal musim penghujan (Oktober sampai dengan Nopember).
    6. Bibit (stek) dipilih yang baik dan sehat, cukup umur dan diameter stek minimal 2 cm.
    7. Sebelum tanam dilakukan penyemprotan dengan herbi sida pra tanam 23 l/ha.
    8. Dosis pupuk diberikan sesuai dengan luasan efektif yang dapat ditanami ubi kayu yaitu 60% dari populasi normal: 125 kg Urea + 150 kg SP­36 + 100 kg KCl/ha. 9. Semua pupuk diberikan pada umur 2 minggu setelah tanam, kecuali pupuk Urea diberikan 2 kali yaitu 2/3 dosisnya diberikan pada umur 3 bulan.
    10. Penyiangan pembumbunan dilakukan umur 3 bulan, tepatnya sebelum pemupukan Urea yang kedua.
    11. Apabila penanaman pada daerah endemi hama lundi atau rayap dapat diberi carbofuran.disekitar pangkal batang ubi kayu. sebanyak 15 kg/ha.

Produktivitas dan Hasil Pati

Tanaman ubi kayu agak mengalami etiolasi karena adanya naungan dari tegakan pohon jati. Hal ini ditunjukkan adanya tinggi tanaman yang mencapai 3,1­4,8 m.

Namun hasil ubi yang diperoleh cukup tinggi. Varietas Malang­4 memberikan ha­sil ubi tertinggi (33,00 t/ha), diikuti Adira­4 (28,88 t/ha), UJ­5 (28,55 t/ha), Cecekijo (23,76 t/ha) dan Litbang UK­2 (22,28 t/ha).

Kadar pati setiap varietas berbeda. Kadar pati tertinggi diperoleh pada varietas Adira­4 (23,05%), diikuti Cecekijo dan UJ­5 (21,40%), Malang­4 (21,35%) dan paling rendah Litbang UK­2 (17,00%). Berdasarkan kadar pati dan hasil ubi yang diperoleh terlihat bahwa varietas Malang­4 mem berikan hasil pati per hektar tertinggi (7,05 t/ha), meskipun kadar pati nya rendah tetapi mempunyai hasil ubi tertinggi.

Kemudian diikuti oleh varietas Adira­4 dan UJ­5 (6,66 t dan 6,11 t/ha), varietas Cecek Ijo (5,08 t/ha). Hasil pati terendah (3,94 t/ha) diperoleh pada varietas Litbang UK­2. (Tabel 2).

Analisis Usahatani Ubi Kayu

  • Hasil analisis usaha tani menunjukkan bahwa biaya input untuk pembelian bibit dan pupuk mencapai Rp 1.679.000 dan total biaya tenaga kerja Rp 3.080.000.
  • Biaya tenaga kerja tertinggi terdapat pada kegiatan olah tanah dan penyiangan, masing­masing mencapai Rp 1.440.000 dan Rp 800.000.
  • Total biaya produksi mencapai Rp.4.759.000 berdasarkan asumsi harga dan besarnya rafaksi sebesar 45% akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 16.097.000­ (Tabel 3).

Baca juga Panduan Teknik Produksi Benih Singkong (Benih Ubi Kayu)

Demikian informasi tentang Potensi Budidaya Singkong Dilahan Entisol dibawah Tegakan Hutan Jati, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...