Tips Merawat Kolam Ikan Yang Baik dan Benar

0

Hai sobat tani, kali ini saya akan berikan beberapa tips merawat Kolam ikan dengan baik agar fungsinya tidak berkurang dan tidak kehilangan manfaatnya sebagai tempat budidaya ikan.

Prinsip dalam pemeliharaan atau perawatan kolam ikan ini tidak hanya sekedar memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kolam ikan saja, melainkan juga sekaligus memulihkan kegunaan kolam tersebut sebagai median tempat budidaya ikan, sehingga kegiatan atau usaha budidaya ikan tetap berkesinambungan.

Kolam beserta seluruh perlengkapannya harus dirawat dengan baik. Karena selama masa budidaya, kolam ikan selalu tergenangi oleh air, terguyur hujan, terpapar teriknya sinar matahari, bahkan tercemar lumpur dan sampah.

Akibatnya, kolam sering mengalami kerusakan, seperti bocornya kolam atau retak, pintu air tersumbat, dan kolam menjadi dangkal karena sedimen lumpur atau sampah yang menumpuk.

Selain itu, biasanya muncul hewan dan organisme liar yang hidup didalam kolam maupun di sekitar kolam ikan yang termasuk dalam golongan hewan perusak, seperti kepiting, tikus, dll.

Bagian-bagian kolam ikan yang perlu dilakukan perawatan secara rutin, terutama ketika usai panen ikan, yakni tanggul atau dinding kolam, pintu air, caren atau parit, dan saringan atau papan-papan penutup pintu air.

Ada dua tipe kolam yang biasa digunakan untuk budidaya ikan, yaitu kolam permanen dan kolam non permanen (kolam tanah). Kolam permanen dan kolam tanah mempunyai sifat yang berbeda, sehingga cara perawatannyapun berbeda pula.

Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)

Ketika usai pemanenan, lakukan pembersihan tanggul atau dinding kolam dengan cara dicangkul tipis-tipis dengan bentuk miring menggunakan cangkul yang tajam. Tanah dari keprasan ini disebar ke dasar kolam bagian tepi.

Tanggul atau dinding kolam yang bocor disumbat dengan lumatan tanah, kemudian diinjak-injak hingga benar-benar lubang terisi penuh dan padat.

Seluruh permukaan tanggul atau dinding kolam yang menghadap ke kolam ikan dilapisi kembali dengan lumatan tanah liat berpasir atau tanah bekas keprasan tersebut.

Dasar tanggul di sekitar saluran pembuangan atau pengurasan harus dipadatkan kembali, bila terjadi kebocoran, perlu diberbaiki dengan cara seperti pada penyumbatan tanggul yang bocor.

Perbaikan pada caren kolam ikan dilakukan dengan cara membuang endapan lumpur yang memenuhi caren, bersihkan dari sampah plastik dan sebagainya, sehingga caren atau kemalir dapat berfungsi seperti semula. Bila lumpur yang terdapat pada caren terlanjur padat, buatkan caren baru dengan bentuk dan ukuran seperti semula.

Lakukan pengontrolan terhadap pintu pemasukan air dan pintu pembuangan kolam ikan yang terbuat dari PVC atau bambu. Pengontrolan dilakukan dengan membongkar pintu air tersebut kemudian dibersihkan, bila ditemukan kerusakan segera diganti dengan yang baru. Setelah pintu air dipasang kembali, lakukan penimbunan saluran tersebut dengan lumatan tanah berpasir yang diambil dari dasar kolam. Penimbunan juga dimaksudkan untuk mengembalikan posisi tanggul seperti semula.

Lakukan pengecekan terhadap saringan air, jika ada kerusakan segera diperbaiki bila perlu diganti dengan yang baru kemudian pasang kembali seperti semula.

Jika kolam ikan menggunakan pintu air yang dibuat permanen, harus dilakukan pengontrolan secara khusus. Bagian-bagian yang retak, pecah, atau geripis segera ditambal. Papan kayu pembatas yang rusak juga harus diganti. Celah yang digunakan sebagai tempat pemasangan papan pembatas dibersihkan dari lumpur atau lumut.

Saluran pintu pemasukan air dan saluran pembuangan perlu dijaga kebersihannya. Lakukan perbaikan dengan segera jika ditemukan kerusakan pada saluran-saluran tersebut. Rumput-rumput yang perakarannya dapat merusak dinding kolam ikan juga harus dibersihkan dengan cara dicabut atau diptong.

Tanggul harus dijaga dari hewan-hewan perusak, seperti kepiting, tikus, atau belut. Selain itu, untuk menghindari permukaan tanggul akibat dilewati binatang-binatan besar, seperti kerbau atau sapi, maka tanggul tersebut harus diberi pagar yang dibuat mengelilingi kolam.

Perawatan Kolam Ikan Permanen

Pada kolam ikan yang dibuat dari tanggul atau dinding permanen (beton) ini kerusakan biasanya berupa geripis dan kebocoran. Dinding tanggul yang rusak tersebut ditambal dengan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:5.

Jika terjadi keretakan pada bagian tanggul atau dinding kolam, maka retakan tersebut harus disuntik atau dalam bahasa Jawa dicokol. Penyuntikan atau penyumbatan retakan dinding kolam tersebut dilakukan dengan campuran semen dan pasir, tetapi jika retakannya kecil, penyuntikan cukup dilakukan menggunakan semen saja.

Menyumbat lubang-lubang kecil di bawah pondasi tanggul dengan tanah liat berpasir. Tanah sumbatan ditimbunkan di atas lubang, lalu diinjak-injak hingga keras.

Lakukan penimbunan dengan tanah pada bagian dasar tanggul di sekitar pintu, meskipun tidak bocor, kemudian diinjak-injak hingga keras
Membersihkan celah-celah papan kayu dan saringan pintu air yang tertutup oleh lumpur dan lumut. Sedangkan papan kayu yang rusak harus diganti.

Mengeluarkan lumpur, sisa pakan dan kotoran serta sampah yang tertimbun di caren. Caren dibuat lagi sesuai dengan bentuk semula.
Bersihkan seluruh saluran disekitar kolam, jika ada perakaran tanaman yang menembus dinding kolam harus dipotong.

Pasangan batu atau batu bata yang goyah dikencangkan kembali dengan cara melapisi dan menyuntik rongga pasangan batu atau batu bata tersebut dengan semen.

Loading...