Pengendalian Hama Tungau Merah (Tetranychus urticae) Pada Singkong

0

Unsurtani.com – Gejala serangan Tetranychus urticae diawali dengan terlihatnya spot (bercak) kuning sepanjang tulang daun pada daun-daun bawah dan tengah.

Bercak tersebut kemudian menyebar ke seluruh permukaan daun sehingga daun berwarba kemerahan, coklat atau seperti karat. Berawal dari basal daun, daun-daun yang terserang parah akhirnya mengering, dan terjadi kerontokan seluruh daun.

Pada tanaman yang terserang parah, umbi yang dihasilkan umumnya berukuran kecil dan secara langsung akan mempengaruhi kuantitas hasil tanaman.

Bioekologi

Tungau betina meletakkan telur pada permukaan daun bagian bawah dekat tulang daun, dan bila populasinya melimpah, telur akan diletakkan secara acak. Kepadatan populasi tungau dan produksi telur akan meningkat dengan adanya periode kering, pertumbuhan daun baru, dan meningkatnya jumlah klorofil.

Serangan tungau biasanya terjadi pada musim kemarau (bulan Juni-Agustus). Sebaliknya, populasinya akan menurun selama dan setelah musim hujan. Telur berbentuk bulat dengan diameter 0,04 mm, berwarna bening, dan berumur 2-4 hari. Setelah telue menetas, nimfa muda berwarna putih muncul. Nimfa masih mempunyai tiga pasang kaki dan disebut protonimfa.

Fase protonimfa berlangsung antara 1-4 hari, setelah itu protonimfa berubah warna dari putih menjadi agak oranye kemerahan dan kakinya menjadi 4 pasang, fase ini disebut deutonimfa. Umur deutonimfa berkisar antara 2-6 hari. Imago (dewasa) betina terjadi setelah mengalami fase preoviposisi sekitar 1-6 hari. Imago betina umumnya agak bulat, sedangkan yang jantan lebih ramping.

Tungau dewasa berukuran panjang kurang lebih 0,5 mm, berwarna merah dengan spot kehitaman pada kedua sisi tubuhnya, dan mempunyai 4 pasang kaki. Tungau betina dapat hidup sampai empat minggu.

Pengendalian

  • Menanam varietas tahan seperti Adira-4
  • Menyemprotkan air beberapa kali agar tungau larut tercuci bersama air,
  • Menanam seawal mungkin pada musim penghujan,
  • Pengendalian secara kimiawi dengan insektisida,
  • Pengendalian biologi beberapa pemangsa berpotensi untuk mengendalikan tungau merah antara lain dari famili Coccinellidae (Stethorus sp., Chilomenes sp. dan Verania sp.), Staphylinidae (Oligota minuta), Cecidomyiidae, Thysanoptera, Phytoseidae (Typhlodromus limonicus, T. rapax) dan Anthocoridae (Orius insiduous).

Simak juga Pengendalian Hama Kepinding Tepung (Mealybug) Pada Tanaman Singkong

Demikian informasi tentang Pengendalian Hama Tungau Merah (Tetranychus urticae) Pada Singkong. Semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...