Pengendalian Hama Uret (Lundi) Pada Tanaman Singkong

0

Unsurtani.com – Pada tanaman muda, larva yang hidup didalam tanah menyerang atau memakan akar sehingga tanaman menjadi layu dan mati. Pada daerah yang endemik intensitas serangan dapat mencapai 50%.

Bioekologi

Lundi mempunyai inang yang luas, lundi bisa menyerang rumput liar seperti Chenopodium dan Amaranthus. Larva besar, gemuk, putih, tumbuh transparan dengan kepala berwarna coklat dan taring yang besar.

Kaki warna coklat terdapat pada rongga dada. Larva membentuk kurve C. Imago memakan daun-daunan dan dianggap sebagai hama pada tanaman hiias. Imago mulai terbang disore hari pada pertengahan Juni.

Mereka terbang kecabang pohon dan semak dalam jumlah besar. Puncak penerbangan umumnya terjadi sekitar pukul 21.00. Pada awal Juli, betina dewasa menghasilkan feromon seks untu menarik yang jantan untuk kawin.

Setelah jantan menemukan betina, perkawinan dapat berlangsung sampai dua minggu. Setelah kawin, betina mengukir atau menggali sebuah lubang kecil ditanah dan meletakkan hanya satu telur tiap lubang. Untuk meletakkan telur, pada awalnya betina mencari dan tertarik pada kondisi kelembaban tanah yang tepat dan kondusif untuk pematangan telur.

Betina dewasa mampu meletakkan 3-5 telur setiap malam. telur menetas antara 7-10 hari, tergantung pada suhu tanah dan kondisi kelembaban. Ketik telur menetas, lundi instar-1 muncul dan memakan akar rumput selama dua minggu, lundi kemudian berganti ulit ke instar-2 dan makan sekitar 3 minggu, kemudian ganti kulit lagi ke instar-3 dan terus makan dari pertengahan Agustus hingga memasuki tahap pupa (istrahat/tahap transisi) pada dua minggu pertama bulan Juni tahun berikutnya. Pupa (pra-dewasa) adalah tahap dimana perubahan larva ke dewasa bereproduksi.

Simak juga Pengendalian Hama Tungau Merah (Tetranychus urticae) Pada Singkong

Dewasa muncul pada pertengahan Juni berwarna putih, kemudia mengeras dan berubah menjadi coklat. Bila sudah siap untuk terbang, mereka makan daun ppohon-pohonan namun tidak sampai pada tingkat yang merusak. Uret menyukai tanah yang mengandung bahan organik busuk, kumbang betina lebih suka bertelur pada bahan organik busuk yang lembab.

Pengendalian

Kultur Teiknis

  • Rotasi tanaman dengan tanaman bubkan inang (kedelai/padi) akan memutus siklus hama.
  • Pemberoan lahan,
  • Tanamn serempak,
  • Sanitasi lahan, yaitu membersihkan dari sisa-sisa tanaman dan gulma,
  • Membajak dan menggaru lahan yang dalam dua kali sebelum tanam untuk memaparkan telur dan lundi/uret ke pemangsa dan sinar matahari.
  • Perendaman lahan selama 48 jam dapat mematikan uret yang ada didalam tanah,
  • Menumbuhkan tanaman yang sehat dengan cara menanam bibit yang baik, menyediakan air dan pupuk yang cukup.

Pengendalian Biologis dengan jamur Metarhizium anisopliae,

Pengendalian secara Mekanis

  • Mengambil dan mengumpulkan uret,
  • Memasang lampu perangkap dengan tepat penampungan yang diberi air sabun.

Simak juga Pengendalian Hama Kutu Kebul Pada Tanaman Singkong

Demikian informasi tentang Pengendalian Hama Uret (Lundi) Pada Tanaman Singkong. Semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...