Peranan Hormon Tumbuh Auksin, Giberelin, Sitokinin, Etilen, Absisat dan Kalin

0
Peranan Hormon Tumbuh Auksin, Giberelin, Sitokinin, Etilen, Absisat dan Kalin

Unsurtani.com – Hormon (zat tumbuh) adalah suatu senyawa organik yang dibuat pada suatu bagian tanaman dan kemudian diangkut ke bagian lain, yang konsentrasinya rendah dan menyebabkan suatu dampak fisiologis. Diferensiasi tanaman juga diatur oleh hormon (yaitu fithormon). Saat ini dikenal hormon tumbuh seperti auksin, giberelin, sitokinin, asam absisi, etilen, asam traumalin, dan kalin.

Hormon Auksin

Merupakan zat tumbuh yang pertama ditemukan. Pengaruh auksin terutama pada perpanjangan atau pembesara sel. Sifat dasar auksin yang mempengaruhi perpanjangan sel ini sering digunakan sebagai pengukur kecepatan pertumbuhan tanaman.

Beberapa respon pertumbuhan dapat ditunjukkan dan dikendalikan oleh auksin. Fototropisme yang merupakan peristiwa pembengkokan ke arah cahaya dari kecambah yang sedang tumbuh, dapat didasarkan oleh penyebaran auksin pada bagian tersebut yang tidak merata.

Auksin berfungsi untuk merangsang perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga dan buah, serta memperpanjang titik tumbuh.

Senyawa auksin bila terkena cahaya matahari akan berubah menjadi senyawa yang justru menghambat pertumbuhan. Hal inilah yang menyebabkan batang membelok ke arah datangnya cahaya jika diletakkan secara mendatar, karena bagian yang tidak terkena sinar pertumbuhannya lebih cepat dari bagian yang terkena sinar matahari.

Hormon Giberelin

Mula-mula zat ini ditemukan pada Giberella fujikuroi, yaitu jenis jamur parasit pada tanaman padi. Hormon ini ditemukan pertama kali di Jepang. Bila auksin hanya merangsang pembesaran sel, maka giberelin merangsang pembelahan sel. Terutama untuk merangsang pertumbuhan primer.

Bedanya dengan auksin adalah bahwa giberelin mempengaruhi perkecambahan dan mengakhiri masa dorman biji, sedangkan auksin tidak.

Giberelin dapat bergerak ke dua arah, sedangkan auksin hanya ke satu arah saja. Giberelin berfungsi untuk menggiatkan pembelahan sel, mempengaruhi pertumbuhan tunas, dan mepengaruhi pertumbuhan akar.

Hormon Kinin atau Sitokinin

Hormon ini seperti halnya auksin maka sitokinin juga memberikan efek yang bermacam-macam terhadap tanaman. Zat ini mempercepat pembelahan sel, membantu pertumbuhan tunas dan akar, mengatur pembentukan bunga dan buah, menunda pengguguran daun, bungan, dan daun. Sitokinin dapat menghambat proses-proses penuaan (senescence).

Salah satu macam sitokinin adalah kinetin yang terdapat dalam air kelapa muda dan dalam ragi. Lingkungan biotik yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman diantaranya adalah organisme pengganggu tanaman dan allelopati (zat kimia yang dihasikan tumbuhan dan mengganggu tumbuhan lainnya).

Hormon Gas Etilen

Hormon gas etilen adalah hormon yang dihasilkan dari buah yang sudah tua. Buah yang sudah tua dan masih berwarna hijau disimpan dalam kantong tertutup maka yang terjadi buah tersebut akan cepat masak.

Tumbuhan menghasilkan etilen dari adanya respon stres (tekanan), yang meliputi kebanjiran, kekeringan, luka, tekanan kimia dan infeksi. Etilen juga dihasilkan pada saat pemasakan buah atau untuk merespon adanya peningkatan kadar auksin yang tinggi.

Etilen dimanfaatkan dalam mempercepat pematangan buah. Gas etilen menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kukuh dan bersama hormon lain akan menimbulkan reaksi dengan karakteristik seperti auksin dengan gas etilen yang dapat memacu perbungaan mangga dan nanas. Dengan giberelin, gas etilen dapat mengatur bunga jantan dan juga bunga betina pada tumbuhan yang berumah satu.

Fungsi Hormon Gas Etilen

  • Mempercepat dalam pematangan buah
  • Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kukuh
  • Memacu hormon lain dalam menimbulkan reaksi tertentu
  • Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar
  • Induksi sel kelamin betina pada bunga
  • Merangsang terjadinya pemekaran bunga
  • Mengakhiri masa dormansi
  • Pembentukan akar adventif

Hormon Asam Absisat

Hormon Asam Absisat (Abscisic acid) adalah hormon yang menghambat pertumbuhan tanaman yang dilakukan dengan mengurangi kecepatan pembelahan sel maupun pada pembesaran sel, atau dapat kedua-keduanya.

Hormon Asam Absisat pertama kali ditemukan pada tahun 1960 dari sekelompok peneliti yaitu Davies dan kawan-kawan yang mempelajari perubahan pada senyawa kimia yang menyebabkan terjadinya dormansi pada kuncup, dan perubahan kimia saat daun-daun gugur.

Fungsi Hormon Asam Absisat

  • Menghambat perkecambahan biji
  • Mempengaruhi terjadinya dormansi pada kuncup
  • Menghambat pembelahan sel dan pembesaran sel
  • Membantu tumbuhan dalam mengatasi tekanan pada lingkungan yang kurang baik
  • Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian

Hormon Kalin

Hormon Kalin adalah hormon yang dapat merangsang pembentukan organ tubuh. Kalin dibedakan menjadi empat macam organ tubuh dengan fungsi yang berbeda-beda

Fungsi Hormon Kalin

  • Kaulokalin : Kaulokalin adalah hormon yang memiliki fungsi dalam merangsang proses pembentukan batang.
  • Rizokalin : Rizokalin adalah hormon yang berfungsi dalam merangsang pembentukan akar.
  • Filokalin : Filokalin adalah hormon yang berfungsi merangsang dalam pembentukan daun .
  • Antokalin : Antokalin adalah hormon yang merangsang pembentukan bunga

Simak juga Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman

Demikian informasi tentang Peranan Hormon Tumbuh Auksin, Giberelin, Sitokinin, Etilen, Absisat dan Kalin. Semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...