Peluang Bisnis Sayuran Hidroponik dan Strategi Pemasarannya

0
Peluang Bisnis Sayuran Hidroponik dan Strategi Pemasarannya - Unsurtani

Unsurtani.com – Pangsa pasar sayuran hasil produksi hidroponik di indonesia terus merangkak naik sebesar 10% hingga 20 %. Hal ini berkaitan dengan masyarakat yang sekarang ini sudah mengalami peningkatan kesadaran untuk hidup sehat dan peningkatan permintaan sayuran sehat dan berkualitas.

Pemintaan yang besar akan sayuran ini berasal dari hotel-hotel, rumah makan, rumah sakit, kafe, pasar swalayan, supermarket dan bahkan per-orangan. Selain di jual secara langsung oleh produsen, hasil produksi sayuran hidroponik juga banya di jual kepada pihak ketiga yang akan mereka jual kembali dengan memberikan label tertentu.

Bukan hanya permintaan dalam negeri, negera-negara tetangga seperti singapura pun memiliki permintaan yang besar akan sayuran hidroponik. Hal ini menjadi peluang para petani sayuran hidroponik untuk mencoba menembus pasar internasional untuk memasarkan hasil produksi sayuran hidroponik mereka.

Ternyata banyaknya warga asing yang tinggal dan bekerja di indonesia menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan permintaan sayuran produksi hidroponik. Tentu saja karena mereka telah terbiasa dan mengerti tentang kesadaran untuk hidup sehat dengan memakan sayuran yang berkualitas tak peduli berapapun harganya.

Simak juga Nutrisi Tanaman Hidroponik Yang Wajib Diberikan Ke Tanaman

Hal ini sejalan dengan yang di katakan oleh Kunto Herwibowo pemilik PT. Tropical Rain Indonesia dan selaku praktisi hidroponik, bahwa meningkatnya ekspatriat (warga asing yang tinggal dan bekerja di indonesia) di kota-kota besar telah membuka peluang dan meningkatkan omset. Untuk selada bisa di jual kepada mereka dengan harga 50 rb/kg, sedangkan untuk menghasilkan selada sebanyak 600kg hanya di butuhkan lahan 270 meter persegi dengan biaya produksi 20rb/kg, sudah terlihat jelas keuntungannya.

Menurut Roni yang juga pelaku usaha sayuran hidroponik, permintaan sayuran hidroponik dari 41 gerai swalayan di daerah jakarta setiap bulan membutuhkan 3 ton sayuran hidroponik. Sedangkan hasil produksi sayuran hidroponik saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

Dia hanya mampu menyediakan 250 kg per bulan untuk memenuhi kebutuhan dari 15 store di jakarta dan 5 -7 kg untuk kebutuhan pelanggan umun dan hotel setia dua hari. Hal ini menunjukan kebutuhan akan sayuran hidroponik di indonesia saja masih belum terpenuhi, itu tandanya bahwa peluang bisnis sayuran hidroponik di indonesia masih sangat terbuka lebar.

Untuk bisa di jual ke pasaran, memang sayuran hasil hidroponik harus memenuhi beberapa standart khusus seperti :

  • Warna sayuran cerah dan tidak ada kerusakan
  • Daun segar tidak layu, tidak berlubang dan tidak berwarna kuning
  • Tekturnya tidak keras
  • Batang tidak rusak dan mengandung banyak air
  • Bersih dari berbagai kotoran
  • Akarnya berwarna putih
  • Ukurannya harus seragam

Tetapi sebelum anda terjun ke bisnis sayuran hidroponik, yang yang pertama harus anda pikirkan adalah strategi pemasaran.

Karena ini merupakan hal yang sangat penting apapun jenis usahanya. Untuk memulai bisnis ini, strategi pemasaran yang harus anda pikirkan adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Target Pemasaran

Di sini harus menentukan kemana anda akan menjual produk, hal ini penting karena anda bisa menentukan produk berdasarkan target pasar. Sehingga apa yang anda produksi terukur dan tertarget seseuai pesanan.

2. Merencanakan Produk

Hal ini menjadi mudah jika anda sudah mempunyai target pasar. Jadi yang nantinya anda lakukan hanya fokus pada jumlah produksi, kemasan dan menentukan strategi promosi agar mampu bersaing dengan produsen lain

3. Menentukan Harga Jual

Harga merupakan komponen paling penting dalam duni persaingan. Dalam hal ini anda harus berhati-hati dalam menentukan harga. Memberikan harga yang murah bukanlah cara untuk melakukan persaingan yang baik, di samping bisa merugikan anda sendiri.

Misalnya ada produsen sayuran hidroponik yang menjual sayuran yang sama seperti punya anda dengan harga 45 rb/kg, anda bisa menjualnya dengan harga 50 rb/kg dengan konsekuensi anda harus bisa memberikan nilai tambah pada produk anda yaitu kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan produk dari produsen lain.

4. Menyusun Strategi Distribusi

Distribusi merupakan usaha untuk memindahkan produk anda langsung ke konsumen. Biasanya konsumen selalu menginginkan produk dalam keadaan yang segar, jadi nantinya anda harus mempunyai strategi distribusi yang bagus. Distribusi dapat di lakukan dengan motor jika konsumen berada tidak jauh dari tempat anda, sedangkan untuk distribusi jarak jauh harus menggunakan mobil yang mempunyai pendingin.

5 Promosi

Promosi merupakan cara untuk memperkenalkan produk anda ke calon konsumen. Hal ini bisa anda lakukan dengan membuat brosur dan melakukan presentasi yang di sertai dengan sampel dari produk anda.

Promosi juga bisa anda lakukan secara online, yaitu membuat website atau menawarkan produk anda di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan sebagainya.

Pada awalnya mungkin ada beberapa penolakan untuk produk anda karena produk yang anda tawarkan harganya mahal, tetapi ini jangan sampai menjadikan anda patah semangat, tetap pertahankan kualitas produk nantinya hal ini lah yang akan membangun kepercayaan konsumen.

Simak juga Begini Cara Budidaya Selada di Polybag 100% Berhasil

Bagaimana, anda tertarik untuk memulai bisnis sayuran hidroponik di tanah air? Artikel ini memang di ulas secara umum sebagai gambaran dan penambah wawasan. Jika anda memang benar-benar ingin menekuni bisnis sayuran premium ini, alangkah baiknya anda belajar langsung kepada mereka yang sudah lama menjadi produsen hidroponik yang sudah di percayai oleh konsumen dari dalam negeri maupun luar negeri.

Loading...