Pengendalian Hama Penggerek Batang Jagung (O. furnacalis)

0
Pengendalian Hama Penggerek Batang Jagung

Unsurtani.com – Hama penggerek batang (O. furnacalis) menyerang seluruh fase pertumbuhan tanaman dan seluruh bagian tanaman jagung. Kehilangan hasil karena serangan hama ini bisa mencapai 80%. Ciri khas yang muncul akibat serangan hama ini yaitu adanya lubang kecil pada daun dan gerekan pada batang.

Serangga penggerek batang ini mempunyai lebih dari satu generasi dalam setahun, karena didukung oleh curah hujan yang memberikan pengaruh penting pada aktivitas ngengat dan oviposisinya (Nafus and Schreiner 1987).

Di lapang, biasanya imago mulai meletakkan telur pada pertanaman jagung yang berumur 2 minggu. Puncak peletakan telur terjadi pada stadia pembentukan bunga jantan hingga keluarnya bunga jantan.

Biasanya, serangga betina cenderung menaruh telur dibawah permukaan daun, terutama pada daun kelima sampai daun kesembilan (Legacion and Gabriel 1988).

Jumlah telur yang diletakkan tiap kelompok beragam, berkisar antara 30-50 butir atau bahkan bisa lebih dari 90 butir telur. Seekor ngengat betina mampu meletakkan telur 300-500 butir.

Lama hidup serangga dewasa adalah 7-11 hari. Larva yang akan membentuk pupa membuat lubang keluar yang ditutupi dengan lapisan epidermis. Stadium pupa adalah 6-9 hari.

Simak juga Pemanfaatan Silase Bonggol Jagung Untuk Tingkatkan Bobot Ternak Sapi Potong

Serangga dewasa yang keluar dari pupa pada malam hari pukul 20.00-22.00 akan langsung kawin dan meletakkan telur pada malam yang sama hingga satu minggu sesudahnya.

Gejala Serangan

Larva O. furnacalis menyerang semua bagian tanaman jagung. Kehilangan hasil terbesar dapat terjadi saat serangan tinggi pada fase reproduktif.

Serangga ini mempunyai gejala serangan yang khas pada setiap bagian tanaman jagung, yaitu berupa lubang kecil pada daun, lubang gorokan pada batang, bunga jantan, atau pangkal tongkol, dan rusaknya tongkol jagung.

Spesies ini selain menyerang jagung dan dapat pula menyerang tanaman lain seperti sorgum, kedelai, mangga, okra, tomat, tembakau, lada, tebu, kapas, jahe, dan rumput-rumputan.

Pengendalian

1. Secara Kultur Teknis (Pola Tanam)

Waktu tanam jagung yang baik untuk menghindari serangan hama penggerek batang ini adalah pada awal musim hujan, dan paling lambat 4 minggu sejak mulai musim hujan.

Kultur teknis dengan cara tumpangsari juga dapat mengurangi tingkat serangan, misalnya tumpangsari jagung dengan kedelai atau kacang tanah.

Hasil penelitian oleh Nafus dan Schreiner pada tahun 1987, menunjukkan bahwa 40-70% larva berada pada bunga jantan, sehingga pemotongan/perempelan sebagian bunga jantan (4 dari 6 baris) bisa menekan serangan hama penggerek batang.

2. Secara Kimiawi

Untuk pengendalian secara kimiawi bisa menggunakan insektisida yang berbahan aktif monokrotofos, dikhlorofos, triazofos, dan karbofuran efektif menekan serangan penggerek batang jagung (Ruhendi et al. 1985). Penggunaan insektisida dianjurkan apabila sudah ditemukan satu kelompok telur per 30 tanaman.

Simak juga Cara Jitu Pengendalian Hama Penggerek Bonggol Pisang

Loading...