Budidaya Bawang Merah Asal Biji (Jenis Bawang Merah Tuk Tuk)

1
Budidaya Bawang Merah Asal Biji (Bawang Merah Tuk Tuk)

Unsurtani.com – Bagaimana cara Budidaya Bawang Merah Asal Biji (Jenis Bawang Merah Tuk Tuk)? mari kita bahas, sampai saat ini petani bawang merah di daerah DIY selalu menggunakan umbi bibit sebagai bahan tanaman. Bibit yang berasal dari umbi daya hasilnya relatif tidak berubah dengan bergantinya waktu.

Peningkatan daya hasil hanya bisa dilakukan melalui perbaikan kultur teknis, dan suatu ketika produksi bawang merah akan mengalami penurunan. Untuk meningkatkan produktivitas bawang merah selain perbaikan kultur teknis, petani perlu dikenalkan varietas unggul “TUK-TUK” yang dapat ditanam melalui biji.

Ciri-ciri bawang merah ini antara lain: bentuk umbi bulat, ukuran seperti bawang merah lokan Philipina, warna umbi merh muda hingga kecoklatan. Bawang merah ini dapat ditanam didataran rendah maupun dataran tinggi dengan suhu optimal 25-32 derajat celcius, tanah yang cocok adalah tanah yang aerasinya baik, subur, gembur, mempunyai bahan organik tinggi, serta memiliki pH tanah berkisa 5,5 – 6,5.

Adapun cara menanamnya sebagai berikut:

Persemaian

Benih atau biji sebaiknya disemai pada lahan terbuka agar tumbuh dengan baik, caranya:

  1. Buat bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 40-50 cm, dan panjang menyesuaikan lahan yang tersedia.
  2. Usahakan jarak antar bedengan 40-50 cm.
  3. Campur tanah bedengan dengan pupuk kandang 2 kg/m2 dan kapur pertanian sebanyak 150-200 gr/m2, lalu ratakan kembali bedengan tersebut.
  4. Taburi bedengan dengan sekam padi setebal 9-10 cm.
  5. Bakar sekam padi tersebut, selanjutya dibiarkan selama 1 hari.
  6. Ratakan bedengan, beri pupuk dasar KCI:50 g/m2, SP-36:50 g/m2 dan bahan aktif karbofuran 5 g/m2.
  7. Buat alur melintang dengan jarak antar alur 5-10 cm dan kedalaman 1 cm.
  8. Taburkan biji bawang merah pada alur tersebut sebanyak 150-200 biji/alur, kemudian tutup alur dengan tanah.
  9. Lakukan penyiraman secara rutin dan hati-hati untuk menjaga kelembaban.
    Kecambah akan muncul 5-10 HSS (hari setelah semai).
  10. Bila musim hujan, sebaiknya bedengan ditutupi dengan sungkup plastik selama 3-4 minggu.

Penanaman

  • Buat bedengan yang sama baik ukuran maupun perlakuannya seperti bedengan persemaian, kemudian diairi sampai basah.
  • Buat lubang tanam dengan jarak dalam barisan 5-10 cm dan jarak antar barisan 10 cm.
  • Usahakan barisan tanaman dibuat memotong bedengan untuk memudahkan penyiangan.
  • Tanam bibit yang telah berumur 6 minggu setelah semai dengan memasukkan bibit kedalam lubang tanam satu lubang satu bibit.
  • Tekan tanah disekitarnya dengan lembut supaya akarnya menyatu dengan tanah.

Pemeliharaan

Penyiraman

Ada dua jenis penyiraman yang dilakukan pada budidaya bawang merah ini, yaitu sistem genangan (leb) dan sistem basuh. Sistem genangan dilakukan 1 minggu sekali dan sistem basuh dilakukan dua kali sehari pada musim kering, dan satu kali sehari atau seperlunya pada musim hujan.

Penyiangan
Dilakukan 2-3 kali seminggu dengan cara mencabut gulma menggunakan tangan suoaya tidak merusak tanaman dan umbi yang sedang berkembang. Bedengan bawang harus bersih dari rumput dan gulma lainnya.

Pemupukan

Susulan dilakukan sebagai berikut:

Perlakuan Pestisida dan Fungisida

Sekali seminggu apabila sangat dilakukan. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan melalui pendekatan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT). Penyakit yang biasa menyerang tanaman bawangmerah antara lain: Bercak ungu (Alternaria porii), Embun tepung (Peronospora destructor), Mulet/Ngulet (Fusarium spp.) dan Antarknosa (Collectotrichum gloesporiodes), sedangkan hama yang biasa menyerang antara lain: Ulat grayak (Spodoptera litura s.exigua), Thrips dan penggorok daun (Lyriomiza spp.)

Panen dan Pasca Panen

Umbi bawang merah dapat dipanen setelah paling sedikit 75% daun bagian atas rebah, yaitu pada umur 60-70 HST. Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman secara hati-hati agar umbinya tidak rusak atau tertinggal.

Umbi yang telah dipanen, kemudian dibersihkan dan diikat untuk dikeringkan. Pengeringan umbi dilakukan dengan cara dijemur selama kurang lebih 7 hari sampai benar-benar kering dan siap untuk dijual atau disimpan.

Demikian informasi tentang Budidaya Bawang Merah Asal Biji (Jenis Bawang Merah Tuk Tuk) dari sumber yang kami himpun dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Semoga bermanfaat.

Loading...
  • Dondi Alexandri

    apakah jenis bawang ini laku dipasaran… maksutnya diminati konsumen?