Dulu Banyak Sampah, Kini Salter Kalitemi Ini Jadi Bersih dan Indah

0

Melihat Salter Kalitemi di kawasan Kelurahan Ditotrunan sekarang, tidak ada yang menduga bahwa dulunya kondisinya sangat memprihatinkan. Namun sekarang, salter yang kini dimanfaatkan untuk keramba ikan ini, kondisinya bersih dan indah. Hal ini karena diatas keramba-keramba ikan tersebut diletakkan pot berisi bunga-bunga hias sehingga mempercantik kondisi salter tersebut.

Keindahan Salter Kalitemi, Kawasan Ditotrunan, Lumajang (Sumber foto: Terangbulanyes Pasuruan)

Padahal dahulu, salter ini kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak orang membuang sampah sembarangan, selain itu banyak juga warga yang memanfaatkan salter ini sebagai jamban umum. Dengan banyaknya sampah-sampah di salter tersebut, menyebabkan air menjadi kotor dan juga mengganggu pemandangan mata.

Siapakah tokoh dibalik terciptanya perubahan di Ditotrunan ini? Adalah DR. HARYADI EKO RAMADHAN, seorang putra asli Ditotrunan yang telah berupaya untuk merubah perilaku masyarakat sekitar yang semula kurang peduli menjadi lebih peduli terhadap lingkungannya.

Berkat kerja keras yang dilakukan bersama masyarakat Ditotrunan, siapa sangka salter tersebut berubah menjadi lebih indah. Selain menjadi indah, banyak lagi keuntungan yang diperoleh masyarakat diantaranya lingkungan menjadi sehat dan menambah penghasilan masyarakat sekitar dari usaha keramba ikan.

Keramba Ikan di Salter Kalitemi, Kawasan Ditotrunan, Lumajang (Sumber foto: Terangbulanyes Pasuruan)

Selain merubah penampilan salter tersebut, masih banyak upaya yang dilakukan oleh warga Ditotrunan untuk lebih bersahabat dengan lingkungan. Masyarakat mulai memanfaatkan sampah basah yang mereka hasilkan menjadi kompos.

Selain itu sampah kering yang tidak biasanya dibuang begitu saja, dimanfaatkan oleh tangan-tangan terampil ibu-ibu Ditotrunan menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual. Melihat banyaknya perubahan positif ini, diharapkan akan banyak masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan dan juga menginspirasi daerah lain yang mungkin mengalami masalah yang sama dengan Kelurahan Ditotrunan. (woelan, 21/08/13)

Loading...