Mempersiapkan Induk Sapi Sebelum Dikawinkan

0

Unsurtani.com – Berikut ini informasi mengenai bagaimana Mempersiapkan Induk Sapi Sebelum Dikawinkan. Perkawinan merupakan salah satu proses reproduksi yang berperan penting dalam usaha pembibitan ternak. Kegagalan perkawinan akan berakibatpanjangnya jarak beranak serta tingginya biaya pemeliharaan dan biaya pakan.

Keberhasilan perkawinan, baik kawin secara alami atau inseminasi buatan (IB) dipengaruhi oleh faktor induk dan faktor pejantan atau straw (mani beku) apabila perkawinan dilakukan secara IB.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan induk sapi menjelang dikawinkan agar perkawinan berhasil, adalah:

1. Umur

Secara umum sapi betina akan mengalami dewasa kelamin (ditandai dengantimbulnya birahi pertama) antara umur 1,5 dan 2 tahun untuk sapi Peranakan Ongole (PO). Dewasa kelamin sapi keturunan Simental atau Limousin tercapai antara umur8 dan 12 bulan, tergantung pada mutu pakan, iklim dan manajemen.

Dewasa tubuh sapi PO akan dicapai pada umur antara 2 dan 2,5 tahun, sedangkan dewasa tubuh sapi keturunan Simental atau Limousin dicapai pada umurantara 15 dan 20 bulan. Sebaiknya, sapi dikawinkan untuk pertama kalinya setelah mencapai dewasa tubuh.

2. Kondisi tubuh

Kondisi tubuh tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk, merupakan kondisi tubuh ideal bagi sapi betina pada saat dikawinkan. Kondisitubuh yang terlalu kurus atau terlalu gemuk, menyebabkan kesuburannya rendah.

3. Pakan

Pakan sangat berkaitan dengan kondisi tubuh (kurus atau gemuk). Kondisi ternak yang kurus harus dilakukan perbaikan kondisi tubuh dengan cara pemberian pakan yang berkualitas cukup sesuai dengan kebutuhan gizi ternak.

Apabila modal petani terbatas dan pakan tidak tersedia dalam jumlah yang cukup sepanjang tahun, upaya pemenuhan gizi ternak tidak perlu dilakukan sepanjang hidup ternak, melainkan diberikan pada saat tertentu saja atau saat ternak memerlukan gizi terbaik, yaitu: satu bulan men jelang perkawinan, satu bulan menjelang melahirkan dan saat menyusui.

Cara pemberian pakan berkualitas baik pada saat-saat tertentu tersebut, dikenal dengan sebutan metode flushing.

Tujuan flushing :

  • Meningkatkan kondisi tubuh ternak induk agar siap melaksanakan proses reproduksi (birahi, kawin, bunting dan melahirkan).
  • Memperlancar proses perkawinan.
  • Memperpendek jarak kelahiran.
  • Meningkatkan prodüksi susu induk, sehingga pedet yang dilahirkan mampu tumbuh dengan baik.

Manfaat flushing :

  • Ternak lebih sehat.
  • Siklus birahi lebih teratur dan tanda birahi terlihat nyata.
  • Efisiensi penggunaan pakan lebih baik.
  • Hasil keturunannya lebih sehat.
  • Prodüksi susu indük lebih banyak.

Simak juga artikel terkait:

Loading...