Mencegah Serangan Penyakit Layu Bakteri Ralstonia Pada Tanaman Cabai

0

Unsurtani.com –¬†Organisme PengganggunTanaman (OPT) merupakan salah satu factor penyebab gagalnya suatu usaha pertanian. Dalam suatu kegitan pengendalian OPT pada tanaman Cabai bertujuan untuk mengurangi dan mempertahankan populasi OPT dibawah taraf tingkat yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi.

Serangan penyakit layu bakteri ralstonia pada tanaman cabai dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar dan bahkan serangan penyakit ini menimbulkan kegagalan panen yang diakibatkan rusaknya tanaman dan berujung mati.

Para petani kita dalam budidaya cabai pada umumnya belum menerapkan sepenuhnya kaidah-kaidah budidaya cabai yang benar (tradional), sehingga mengakibatkan usaha agribisnisnya belum memberikan hasil yang optimal dan banyak merugi.

Untuk memperbaiki dalam pengelolaan budidaya cabai perlu menerapkan Standar Opersional Prosedor (SOP) yang berdasarkan atas norma budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Praktices/GAP).

Kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dilakukan dengan sistem terpadu untuk menurunkan populasi OPT atau intensitas serangan sehingga tidak merugikan secara ekonomis dan aman bagi lingkungan.

Salah satu kegiatan pengendalian OPT yang sangat menentukan keberhasilan usaha agribisnis cabai yang merugikan petani adalah serangan penyakit layu bakteri ralstonia pada tanaman cabai.

Penyakit layu bakteri ralstonia yang menyerang pada tanaman cabai yang disebabkan oleh penyakit layu bakteri ralstonia yang menyerang tanaman mulai dari persiapan tanaman, pemeliharaan, hingga panen. Jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan kerusakan yang sangat parah dan bahkan akan gagal total untuk panen.

Gejala Serangan Penyakit Layu Bakteri Ralstonia:

Tanaman cabai bila mulai terserang layu bakteri ralstonia akan memperlihatkan gejala-gejala seperti layu pada bagian pucuk daun, kemudian menjalar ke bagian bawah daun dan tanaman menjadi layu dan akhirnya tanaman cabai akan mati. Tanaman cabai yang terserang memperlihatkan pada jaringan pembuluh batang bagian bawah dan akar terlihat menjadi kecoklatan.

Tanaman cabai yang terserang bakteri ini apabila dipotong pada batang dan akar secara melintang dan bila dicelupkan kedalam air jernih akan tampak mengeluarkan cairan keruh yang merupakan koloni bakteri.

Serangan pada buah menyebabkan warna buah cabai menjadi kekuningan dan busuk. Infeksi tanaman ini terjadi melalui lentisel dan akan cepat berkembang jika ada luka mekanis akibat gigitan hama dan faktor lainnya. Penyakit layu bakteri ralstonia ini berkembang sangat cepat pada musim hujan.

Pengendalian Serangan Penyakit Layu Bakteri Ralstonia:

  • Melakukan sanitasi rumput-rumput disekeliling tanaman dan mengeradikasi tanaman yang terserang penyakit layu bakteri ralstonia dicabut dikumpulkan dan dimusnakan.
  • Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inang bagi bakteri Ralstonia solanacearum.
  • Menanam cabai dengan varietas yang sehat dan tahan terhadap penyakit layu bakteri ralstonia.
  • Memperbaiki aerasi tanah agar tidak terjadi genangan air dan kelembaban yang cukup tinggi, dengan membuat guludan setinggi 40-50 cm.
  • Penurunan pH tanah dengan pemberian Kapur pertanian/belerang pada areal pertanaman.
  • Memanfaatkan agen antagonis Trichoderma spp dan Gliocladium spp.
  • Mekanisme pengendaliannya melalui hiperparasit, antibiosis dan lisis serta melalui persaingan dan mengaplikasikan pada kantong pesemaian sebanyak 5 gram per kantong diaplikasikan 3 hari sebelum benih ditanam atau bersamaan dengan penanaman benih cabai.
  • Apa bila cara-cara pengendalian lainnya tidak dapat menekan serangan penyakit ini, maka dapat digunakan fungisida yang afektif dan sudah terdaftar/dianjurkan.

Simak juga artikel terkait:

Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP Bogor
Sumber : Balitbangtang Direktorat Tanaman Hias Direktorat Jenderal

Loading...