Menghindari IB Berulang (Pemeriksaan Kebuntingan Pada Sapi)

0
Menghindari IB Berulang (Pemeriksaan Kebuntingan Pada Sapi)

Unsurtani.com – Saat ini telah banyak peternak yang melakukan inseminasi buatan (IB) pada sapi dengan tujuan mendapatkan keturunan yang baik, praktis dan ekonomis. Banyak kendala IB seperti terjadinya kawin berulang atau service per conception (SIC) > 3.

Hal tersebut sampai saat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kebuntingan sebelum dan sesudah IB, untuk menghindari kerugian peternak.

Apakah pemeriksaan kebuntingan (PKB) itu?

Merupakan salah satu tindakan yang penting dilakukan untuk mengetahui bunting atau tidaknya seekor sapi atau untuk mengetahui normal tidaknya saluran reproduksi ternak tersebut.

Metode apakah yang digunakan untuk PKB ?

Cara yang umum digunakan antara lain dengan eksplorasi rectal yaitu memasukan tangan ke dalam rectum (tempat pembuangan kotoran), selanjutnya meraba saluran reproduksi untuk mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi dengan adanya kebuntingan.

Kapan waktu dilakukan PKB ?

PKB sebaiknya dilakukan setelah 60 hari pasca IB. Apabila PKB dilaksanakan sebelum 60 hari pasca IB, dikhawatirkan terjadi keguguran.

Apakah tujuan dilakukan PKB ?

  • Untuk menentukan bunting tidaknya sapi sedini mungkin.
  • Untuk mengetahui adanya kelainan di saluran reproduksi yang dapat menjadi penyebab sapi sulit bunting.
  • Untuk meningkatkan efisiensi manajemen peternakan melalui identifikasi sapi yang bunting dan tidak bunting, sehingga sapi yang tidak bunting d apat segera dikawinkan kembali dengan penundaan waktu seminimal mungkin.

Bagaimana mengetahui bahwa seekor sapi bunting setelah IB ?

Untuk mengetahui seekor sapi bunting atau tidak setelah 1B, dilakukan pemeriksaan kebuntingan (PKB) oleh dokter hewan atau paramedis dengan cara eksplorasi rectal atau dirogoh (bahasa Jawa) saluran reproduksinya.

Apa penyebab sapi belum bunting setelah IB ?

Banyak faktor yang menyebabkan sapi tidak bunting setelah IB atau yang menyebabkan terjadinya IB berulang-ulang. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Waktu pelaksanaan IB tidak tepat.
  • Kondisi tubuh sapi kurang baik, misalnya kurus, kekurangan gizi, atau terlalu gemuk.
  • Terdapat kelainan pada saluran reproduksi.
  • Terjadi infeksi pada saluran reproduksi.
  • Kwalitas straw yang sudah berkurang.

Bagaimana menghindari IB berulang ?

  • Pelaksanaan IB dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu 6-12 jam setelah sapi menunjukkan tanda birahi.
  • Perbaikan kwalitas pakan menjelang kawin dengan metode flushing.
  • Dilakukan PKB untuk melihat kondisi saluran reproduksi.

Simak artikel terkait:

Sumber: Widodo Suwito, “Pemeriksaan Kebuntingan”, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta.

Loading...