Penerapan Bio-security di Peternakan

0

Unsurtani.com –  Apakah Bio-security itu? bagaimana penerapan Bio-security di bidang Peternakan?  mari kita bahas satu persatu.

Tindakan perlindungan dari akibat merugikan yang disebabkan oleh mikroorganisme atau kasat pengganggu, misalnya penyebab penyakit yang mengganggu bagi manusia, hewan, tanaman dan lingkungan.

Dalam usaha peternakan, salah satu faktor penting adalah bio-security. Peternakan berskala besar sebagian bio-security telah diterapkan dengan baik. Sedangkan peternakan rakyat, belum optimal pelaksanaannya.

Bio-security merupakan beberapa tindakan yang diperlukan untuk mengendalikan penyakit atau usaha untuk menghindarkan masuknya penyakit kedalam area.

Prinsip Bio-security: sehat, aman dan terlindungi

Mengapa Bio-security penting?

Bio-security yang baik akan memperngaruhi kelangsungan hidup dari usaha peternakan, oleh karena itu bio-security merupakan prioritas sangat penting dalam usaha peternakan.

Dimana Bio-security diterapkan?

Bio-security dapat diterapkan diberbagai tingkatan, dari yang paling kecil misalnya bio-security perkandangan.

Tindakan apa yang harus dilakukan untuk menerapkan Bio-security?

  1. Kebersihan kandang
    Sangat penting karena dengan kondisi kandang yang bersih, penyebab penyakit akan berkurang.
  2. Penyediaan pakan berkualitas
    Penyediaan pakan yang tidak berjamur merupakan salah satu usaha untuk membuat ternak lebih sehat.
  3. Kualitas air dalam peternakan
    Air yang baik untuk diberikan kepada ternak yaitu bebas dari cemaran bakteri dan bahan kimia.
  4. Kandang isolasi
    Ternak yang menunjukkan gejala sakit atau ternak yang baru masuk ke dalam area peternakan harus dimasukkan kedalam kandang isolasi.
  5. Hewan liar
    Kandang sapi diupayakan bebas dari hewan liar, karena dapat membawa bibit penyakit, misalnya tikus.
  6. Penggunaan desinfektan
    Untuk membersihkan kandang agar terhindar dari mikro organisme atau serangga pembawa penyakit.
  7. Vaksinasi dan pengobatan
    Vaksinasi secara rutin dilakukan terhadap ternak terutama didaerah yang mudah terjangkit penyakit menular berbahaya. Pengobatan dilakukan sesegera mungkin apabila ternak mununjukkan gejala sakit.
  8. Pemberian obat cacing
    Dilakukan secara rutin, tiga bulan sekali.

Simak juga Pemanfaatan Silase Bonggol Jagung Untuk Tingkatkan Bobot Ternak Sapi Potong

Demikian informasi mengenai Penerapan Bio-security di Peternakan yang dirangkum dari publikasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Loading...