Pengendalian Penyakit Pada Ayam Buras

0

Unsurtani.com – Pengendalian penyakit pada ayam buras dimulai dari statement “mencegah lebih baik dari pada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan berikut ini:

  • Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya.
  • Pemberian pakan yang segar dan sesuai kebutuhan ternak.
  • Melakukan vaksinasi secara teratur.
  • Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit.
  • Manajemen pemeliharaan yang baik.
  • Kontrol terhadap binatang lain.

Pembersihan pada:

  • Tempat pakan/tempat air minum, semua peralatan, pakaian pekerja kandang, alas kaki, kendaraan dan bahan lain yang tercecer.
  • Bangunan kandang yang kontak dengan unggas, kandang/tempat penampungan unggas.
  • Permukaan jalan menuju peternakan/kandang tempat penampungan unggas.

Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang ayam kampung:

1. Tetelo (ND)

Penyebab: Paramyxivirus
Gejala: Ngorok dan batuk-batuk, gemeteran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan: Dengan vaksinasi melalui tetes mata atau hidung dilakukan pada anak ayam umur 3-4 hari, dan umur 3 minggu dilakukan setiap 3 bulan secara teratur. Peralatan dan kandang dijaga supaya tetap bersih. Ayam yang terkena ND dimusnakan dengan cara dibakar.

2. Gumboro (Gumboro disease)

Penyebab: Virus
Gejala: Ayam tiba-tiba sakit dan gemetar, serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih disekitar anus.
Pencegahan: Lakukan vaksinasi secara teratur dan menjaga sanitasi kandang.
Pengobatan: belum ada.

3. Penyakit Cacing Ayam (Worm disease)

Penyebab: Cacing
Gejala: Pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan: Pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik, penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat menjadi induk semang perantara.
Pengobatan: Pemberian obat cacing seperti Pipedon-X liquid, Sulaquinoxalin, Sulfamezatin, Sulfamerazin, Piperazin, dan lain sebagainya.

4. Berak Kapur (Pullorum)

Penyebab: Bakteri Salmonella pullorum
Gejala: Anak ayam bergerombol dibawah pemanas, kepala menunduk, kotoran melekat pada bulu-bulu disekitar anus.
Pencegahan: Mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang.
Pengobatan: Noxal, Quinoxalin 4, Coxalin, Neo terramycyn atau lainnya.

5. Berak Darah (Coccidiosis)

Penyebab: Protozoa eimeria sp.
Gejala: Anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer berwarnan coklat bercampur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol ditepi atau sudut kandang.
Pencegahan: Mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran.
Pengobatan: Noxal, Sulfaquinoksalin, Diklazuril atau lainnya.

6. Flu Burung (Avian influenza)

Penyebab: Virus H5N1
Gejala: Mirip dengan penyakit ND, deman tinggi, jalan sempoyongan, mengantuk dengan kepala menyentuh tanah, ada tanda-tanda sakit pada syaraf, cangkang telur tipis dan berhenti bertelur.
Pencegahan: Dekontaminasi/desinfektan atau pembersihan pada:

  • Tempat pakan/tempat air minum, semua peralatan, pakaian pekerja kandang, alas kaki, kendaraan dan bahan lain yang tercecer.
  • Bangunan kandang yang kontak dengan unggas, kandang/tempat penampungan unggas.
  • Permukaan jalan menuju peternakan/kandang tempat penampungan unggas.

Simak juga artikel terkait:

Loading...