Teknik Budidaya Kacang Hijau di Lahan Kering

0
Teknik Budidaya Kacang Hijau di Lahan Kering

Unsurtani.com – Bagaimana sih Teknik Budidaya Kacang Hijau di Lahan Kering? Air merupakan faktor pemabatas utama di lahan kering, sehingga banyak petani di lahan kering yang memberokan lahan pada saat musim kemarau. Apabila musim kemarau berlangsung 7-8 bulan, tentu saja banyak aktivitas pertanian yang terhenti dan berdampak negatif pada pendapatan petani.

Sesungguhnya diawal musim kemarau bulan Mei atau awal Juni petani masih bisa memanfaatkan “sisa” hujan dengan menanam kacang hijau seperti di UP FMA Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Kelebihan kacang hijau adalah tahan kekeringan dan berumur pendek serta harga jual yang cukup tinggi. Dibanding dengan tanaman kacang-kacangan lain, kacang hijau memiliki kelebihan, terutama ditinjau dari segi agronomi maupun ekanomis seperti:

  • Lebih tahan kekeringan,
  • Serangan hama penyakit lebih sedikit,
  • Dapat dipanen pada umur 55-60 hari,
  • Dapat ditanam pada tanah yang kurang subur, dan cara budidayanya mudah.

Dengan demikian, kacang hijau mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan. Untuk mempercepat pertumbuhan tanaman diperlukan pemupukan dan ketersediaan benih yang memadai dari varietas unggul yang sudah dilepas erupakan kunci keberhasilan.

Syarat Tumbuh

Kacang hijau membutuhkan tanah berlempung yang banyak mengandung bahan organik dengan struktur tanah gembur, aerasi dan drainase yang baik, serta pH 5,8 – 7,0.

Iklim

Curah hujan optimal 50-200 mm/bln, Suhu 25-27 derajat Celsius dengan kelembaban udara 50-80% dan cukup mendapat sinar matahari.

Teknologi Budidaya

1. Benih

Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian (Balitkabi) telah melepas benih unggul kacang hijau, yaitu varietas Vima-l dan Kutilang dengan potensi hasil masing-masing 1.76 ton/ha dan 2.0 ton/ha yang keduanya tahan terhadap penyakit embun tepung.

2. Pengelolaan Tanah

Pada lahan sawah bekas tanaman padi tidak dilakukan pengolahan tanah (TOT). Penyiapan lahan yang baik dilakukan sebelum tanam. Pada tanah bertekstur ringan tidak perlu dilakukan pengolahan tanah.

Pada lahan kering (tegalan) pengolahan tanah dilakukan intensif dibersihkan dari rumput, dicangkul hingga gembur (untuk tanah tegalan yang berat, pembajakan dilakukan sedalam 15-20 cm), dibuat bedengan 3-4 m.

Tanah tegalan bekas tanaman jagung, kedelai atau padi gogo, perlu pengolahan tanah minimal. Pemberian mulsa jerami sekitar 5 ton/ha agar dapat menekan pertumbuhan gulma, atau mencegah penguapan air dan perbaikan struktur tanah.

3. Penanaman

  • Waktu Tanam: pada lahan sawah kacang hijau ditanam pada musim kemarau setelah padi. Dilahan tegalan dilakukan pada awal musim hujan dan atau pada awal musim kemarau.
  • Cara Tanam: benih ditanam dengan cara tugal, dengan jarak 40 cm x 10 cm atau 40 cm x 15 cm, tiap lubang diisi 2 biji.

4. Pemupukan

  • Pada lahan sawah bekas tanaman padi tidak perlu dilakukan pemupukan.
  • Pada alahan kering diperlukan pemupukan dengan NPK atau pupuk kimia.
  • Pupuk kimia diberikan pada umur 10-14 HST, dengan cara menugal disamping tanaman, dosis pupuk kimia per hektar: Urea 50-75 kg, KCI: 50 kg, dan SP 36: 60 kg.
  • Penambahan pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang dapat meningkatkan kapasitas menahan air didalam tanah.

5. Pengairan

Tanaman kacang hijau relatif tahan kering, namun tetap memerlukan pengairan terutama pada periode kritis yaitu pada fase perkecambahan, menjelang berbungan dan pembentukan polong.

6. Penyiangan

Penyiangan dilakukan seawal mungkin karena kacang hijau tidak tahan bersaing dengan gulma. Penyiangan dilakukan 2 kali pada umur 2 dan 4 minggu.

7. Panen dan Pasca Panen

  • Panen ditandai dengan 80% polong berwarna coklat/hitam. Keunggulan varietas Vima-l adalah dapat dipanen secara serentak (2-3 kali petik).
  • Polong dipetik, setelah polong kuning dibijikan secara manual atau threser.
  • Biji segera dihamparkan hingga kadar air 10% (ditandai apabila biji digigit akan berbunyi). Jika menggunakan threser, harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Varietas Vima-l di UP-FMA Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung kidul pada tahun 2010 mampu berproduksi 1,5 ton/ha.
Loading...