Cara Mengatasi Penyakit Darah Pada Pisang (Pseudomonas Solaracearum)

0
Cara Mengatasi Penyakit Darah Pada Pisang

Unsurtani.com – Penyakit darah pada pisang atau disebut juga penyakit layu bakteri ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas Solaracearum. Kerusakannya ditandai oleh pembusukan daging buah berwarna coklat kemerahan menyerupai darah.

Penyebab Penyakit: Bakteri Pseudomonas sp. yang menyerang pembuluh batang melalui akar dan mengeluarkan racun hingga pembuluh tersebut mengeluarkan cairan berwarna merah darah.

Cara Penularan: Bakteri Pseudomonas solanacearum ini dapat ditularkan ke tanaman sehat melalui : tanaman, alat-alat pertanian, tanah yang terbawa alat-alat transportasi, aliran air dan vektor serangga yang menghisap bunga (jantung) pisang.

Berdasarkan hasil penelitian Sudirman (2000) mengenai penyakit darah pisang (Pseudomonas solanacearum) menyebutkan bahwa dari 10 jenis tanaman pisang yang diuji, pisang kepok dan pisang raja merupakan varietas yang sangat peka (tidak tahan) terhadap Bakteri Pseudomonas. Sedangkan pisang emas lebih tahan. Pisang ketip, pisang susu, pisang hijau, pisang kapal dan pisang ambon bereaksi tidak konsisten.

Gejala Penyakit Darah pada Pisang

Gejala Serangan:

  • Daun menguning dan kering yang dimulai dari daun yang muda,
  • Bagi tanaman yang berbuah, kelihatan buah tidak sempurna,
  • Buah yang terserang, jika dipotong akan keluar cairan atau getah seperti darah yang berbau busuk,
  • Bongkol dan batang pisang yang terkena, jika dipotong akan kelihatan bintik-bintik berwarna coklat kemerahan yang akhirnya kering dan tanaman menjadi mati.

Pengendalian:

Ada beberapa upaya yang bisa dilaksanakan pada tingkat serangan tertentu
sebagai berikut:

1. Perketat Karantina

Buah pisang dapat diangkut ke mana-mana untuk tidak terjadi serangan (menular) pada lokasi lain, perlu di perketat pengawasan lalu lintas perdagangan pisang, apakah pisang tersebut berasal dari daerah yang sudah terserang, perlu dilarang memasukkan ke daerah yang belum terserang penyakit tersebut.

2. Sanitasi

Sanitasi sangat penting bagi petani yang mempunyai areal tanaman pisang, agar diperhatikan lingkungan kebun pisang agar selalu bersih. Jangan sembarangan menempatkan batang-batang pisang yang sudah di tebang. Buat parit di sekitar barisan pisang, sehingga tidak tergenang apabila ada air hujan. Terapkan sistem drainase yang baik.

3. Desinfektan peralatan

Peralatan yang akan dipergunakan harus disteril/dibersihkan dulu. Jika peralatan sudah dipakai pada tanaman yang terserang hendaklah dibersihkan dengan disinfektan dulu baru dapat digunakan pada tanaman lain.

4. Pemupukan 

Pemupukan dengan bahan organik akan meningkatkan aktivitas mikroorganisme antagonis untuk membunuh bakteri perusak.

5. Isolasi spot

Apabila tanaman pisang sedang/akan keluar bunga dilakukan proteksi terhadap bunga tanaman pisang dari vektor serangga yaitu : di bungkus dengan kain atau plastik bening agar tidak di kunjungi oleh serangga penular sampai selesai pembungaan.  Hindari terjadinya luka pada akar.  Potong bunga jantan setelah sisir terakhir terbentuk. Memberikan kapur atau abu disekitar tanaman.

6. Eradikasi

Apabila sudah terjadi serangan berat pada tanaman pisang, diadakan pemusnahan (menebang semua pisang yang ada pada lahan tersebut, dan diganti dengan tanaman pisang yang tahan terhadap penyakit darah pisang (Pseudomonas solanacearum).

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Abdjad Asih Nawangsih, M.Si, dosen dan peneliti IPB. Bakteri ini dapat disembuhkan dengan memanfaatkan bakteri endofit pada pisang untuk mengendalikan penyakit darah.

Dari penelitian tersebut diperoleh satu isolat (CA8) yang menghasilkan zone hambatan dengan diameter mencapai 10 mm dan dua isolat (CA8 dan PK5) yang menghasilkan penekanan terhadap populasi bakteri penyalit darah relatif paling tinggi dibandingkan dengan 13 isolat lainnya.

Simak arikel terkait lainnya:

Loading...