Cara Pemberian Pupuk dengan Injeksi Batang Kelapa Sawit

0

Unsurtani.com – Bagaimana sih cara permberian pupuk secara injeksi batang kelapa sawit? Pupuk Injeksi Batang ini dirancang khusus untuk tanaman kelapa sawit, dengan target penghematan biaya pemupukan dan perawatan tanaman, sekaligus peningkatan hasil panen kelapa sawit dan peningkatan efisiensi pengolahan pabrik.

Hal ini bisa dicapai dengan sistem pemberian pupuk pada kelapa sawit langsung kepada batangnya, sehingga jumlah pupuk yang diberikan 100% akan sampai kepada jaringan tanaman, serta menjamin terpenuhinya kebutuhan hara walau pada musim kering.

Cara Kerja:

  • Pupuk injeksi batang ini hanya berlaku untuk tanaman monokotil atau berbiji tunggal (kelapa, kelapa sawit dsb).
  • Larutan pupuk akan langsung memasuki jaringan pada batang tanaman tanpa terhambat oleh proses yang terjadi didalam tanah.

Cara Penggunaan:

Peralatan:

  • Bor bertenaga mesin, seperti merek TANAKA atau STHIL, atau modifikasi dari CHAIN SAW, atau alat BOR ENGKOL.
  • Mata bor berulir, diameter 22 mm dengan panjang 33 cm. Satu mata bor mampu melubangi 350 batang pohon. Setelah tumpul dapat diasah kembali dengan kikir.
  • Pipa pralon / PVC tipe AW ½ inci dinding tebal, (spesifikasi JIS 6741; diameter luar 21,8 – 22 mm; tebal dinding 2,7 – 3,3 mm) sepanjang 11 inci (28 cm). Kebutuhan pipa ini adalah 1 potongan setiap pohonnya.

Cara pemotongan pipa injeksi:

  1. Pipa dipotong-potong sepanjang 22 inci (56 cm). Kemudian pipa tersebut dipotong menjadi 2 pada titik tengahnya menjadi masing-masing 11 inci (28 cm) dengan kemiringan 45°.
  2. PALU / MARTIL, untuk mengetuk pipa yang ditanam kedalam lubang injeksi.
  3. EMBER, takaran 9liter dan 10liter untuk tempat pelarutan pupuk, dan jerigen untuk tempat penyimpanan larutan pupuk.
  4. ALAT SEMPROT GENDONG (KNAPSACK) sebagai alat bantu pengisian larutan pupuk
    dengan nozzle yang telah dimodifikasi atau BOTOL AQUA yang tutupnya telah dimodifikasi sehingga mudah untuk menuangkan larutan pupuk.

PERHATIAN:

  1. Semua alat yang akan dipakai harus bersih dari herbisida / racun tanaman, minyak atau bahan kimia lainnya.
  2. Mata bor yang digunakan terhadap tanaman yang terkena penyakit, harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan pada batang pohon lainnya.

Cara Aplikasi:

1. Penyiapan Larutan Pupuk, larutkan 1 bungkus pupuk injeksi kedalam 9 – 10 liter air bersih, bersama dengan 1 botol pH Stabilizer & Balancer.

2. Pengeboran Batang Pohon, perhatikan pada saat pengeboran, masuknya mata bor jangan miring ke samping, tapi masuk menuju ke pusat batang.

3. Pemancangan Pipa Injeksi, bagian ujung pipa yang tajam dimasukkan kedalam lubang yang telah dibuat dengan mata bor. Perhatikan sisi pipa yang memiliki ujung lancip harus berada
di bagian bawah agar larutan pupuk dapat masuk dengan baik.

4. Pengisian Larutan Pupuk Kedalam Pipa Injeksi, pengisian larutan pupuk sampai pada ketinggian bibir ujung pipa injeksi.

Catatan:

  • Volume larutan setiap pengisian adalah 65cc-70cc / pipa injeksi.
  • Pengisian larutan pupuk pertama dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pengeboran dan pemancangan pipa injeksi.
  • Pengisian larutan pupuk berikutnya dilaksanakan 1 bulan kemudian.
  • Jika pada lubang injeksi digenangi air hujan ataupun air dari dalam pohon saat ingin melaksanakan pengisian, cairan dalam pipa injeksi harus dikeluarkan terlebih dahulu.

5. Jadwal Pemupukan, pemupukan dilakukan setiap bulan sejumlah 1 bungkus pupuk dan 1 botol pH Balancer untuk 1 ha (135 pokok).

  • Pada bulan pertama gunakan pupuk Injection No.1
  • Pada bulan kedua gunakan pupuk Injection No.2
  • Pada bulan ketiga gunakan pupuk Injection No.3
  • Pada bulan keempat gunakan pupuk Injection No.1
  • Pada bulan kelima gunakan pupuk Injection No.2
  • Pada bulan keenam gunakan pupuk Injection No.3
  • Demikian seterusnya berotasi.

6. Rekomendasi tata letak pipa injeksi yang diarahkan ke gawangan, setiap pipa injeksi direkomendasikan mengarah langsung kepada gawangan sehingga pemberian pupuk dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah.

Keuntungan:

  • Sari makanan langsung masuk kedalam batang tanaman, tanpa harus melewati proses penyerapan dari dalam tanah terlebih dahulu.
  • Sari makanan terserap 100% kedalam tubuh tanaman, sehingga hasil dan kualitas produksi tanaman meningkat 5-20% setelah 9 bulan pemakaian.
  • Ramah lingkungan dan tidak merusak tanah.
  • Musim kering ataupun hujan tidak lagi menjadi kendala dalam pemberian pupuk.
  • Menghemat biaya angkut, langsir dan gudang pupuk yang biasa dikeluarkan untuk penggunaan pupuk karung.

Simak artikel terkait lainnya:

Loading...